The Power of Unity

ps.David Tjakra Wisaksana

“Barangsiapa mengatakan bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.” (1 Yohanes 2:6) Kristus memiliki unity (kesatuan) dengan Bapa di Surga, maka jika kita mau hidup sama seperti Kristus telah hidup, berarti kita harus memiliki unity satu dengan yang lain. (Yohanes 17:21-23; Efesus 3:19) Unsur Allah harus memenuhi kita, supaya Efesus 3:20 dapat terjadi atas kehidupan kita, “Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita,” Disaat kita sedang berusaha membangun kesatuan, iblis akan berusaha memecah belah, mencuri Firman Tuhan, supaya kita segera melupakan Firman dan tidak menjadi pelaku Firman. Kunci utama untukunity diantaranya:

  1. Mulailah dari diri kita, bukan menunggu orang lain. Buatlah keputusan tanpa dipengaruhi keadaan. Jika orang lain tidak mau unity, yang terpenting kita tetap mengusahakan unity dengan orang tersebut, tidak menunggu orang tersebut cocok dulu dengan kita. Tuhan memilih kita, mengambil keputusan untuk mati diatas kayu salib menyelamatkan kita, tanpa menunggu keputusan kita. Setelah kita mengambil keputusan, unity akan terjadi, akan ada unity dalam tubuh Kristus, keluarga demi keluarga, suami-istri, apapun yang terjadi kita tetap unity, maka iblis akan kewalahan.
  2. Kerendahan hati (humble). Kerendahan hati adalah keputusan kita. Rendah hati berarti menempatkan orang lain diatas kita. Tuhan menyukai orang yang memiliki kerendahan hati, bahkan berkat lebih banyak mengalir pada orang yang rendah hati. Air mengalir paling banyak ke tempat yang paling rendah, sedangkan tempat yang tinggi hanya dilalui saja.

Dalam ‘Ayin Daleth’, kata ‘Daleth’ memiliki beberapa makna, diantaranya:

  1. Miskin (rendah hati). Kita perlu Tuhan menuntun langkah kita senantiasa, seperti Musa meminta Tuhan tidak menyuruhnya melangkah jika Tuhan tidak beserta dengannya, hal itu membuat Tuhan berkenan pada Musa. Jika kita melangkah mendahului Tuhan, maka risikonya harus kita tanggung sendiri.
  2.  Pintu. Apakah kita sudah membuka pintu hati kita sepenuhnya untuk Tuhan? (Mazmur 24:7-10) Tuhan, Raja Kemuliaan, rindu masuk lebih dalam lagi melalui pintu hati kita. Masalahnya, maukah kita membuka pintu hati kita? Tuhan tidak memaksa kita sekalipun Dia sanggup melakukannya, karena Dia rindu kita yang membuka pintu hati itu bagi-Nya untuk mengizinkan Tuhan mengoreksi kehidupan kita. Mintalah Tuhan menyelidiki hati kita, apakah masih ada sesuatu yang kita sembunyikan dihadapan-Nya?

Tuhan berbicara bahwa tahun 5774: Ayin Daleth merupakan tahun yang sangat penting, karena tahun ini Dia rindu masuk dan mengambil alih seluruh kehidupan kita untuk memasuki peperangan rohani yang dashyat dan situasi yang terjadi hari-hari ini. Izinkan Roh Kudus masuk dan mengatur hidup kita, ada kuasa unity antara Roh Kudus dengan kita. Suami-istri harus sepakat bergandengan tangan, supaya iblis tidak bisa masuk. Seringkali hati kita tidak stabil, satu sisi kita ingin melakukan seperti yang Tuhan ingin kita lakukan (mengampuni, mengasihi), namun disisi lain, sulit bagi kita untuk mengampuni dan mengasihi orang-orang yang telah menyakiti hati kita. Abraham mendapat perintah tersulit ketika ia diminta Tuhan untuk menyerahkan anak semata wayangnya, Ishak kepada Tuhan. Lot, keponakan Abraham yang dibesarkan dan diberkati berkelimpahan karena Abraham diberi kesempatan memilih tanah yang ia kehendaki, dan Lot memilih tempat yang paling hijau, subur, dan berlimpah airnya. Abraham memilih tetap percaya bahwa berkat datangnya dari Tuhan, ia tidak menyimpan kebencian pada Lot. Waktu terus berjalan dan daerah yang dipilih Lot, Sodom Gomora penuh dengan kejahatan dan Tuhan hendak menghancurkannya. Tuhan, sahabat Abraham memberitahu rencana-Nya. Disaat Abraham memiliki kesempatan untuk membalas Lot, ia tetap membela Lot dan menyebutnya sebagai orang benar. Hal ini membuat Tuhan kagum dengan sikap Abraham. Tahun Ayin Daleth merupakan tahun ujian, jangan ada yang gugur ditengah jalan, tetap lihat dari kacamata Tuhan. Jangan ambil kesempatan dalam kesempitan untuk membalas kejahatan orang lain. Saat kita berhasil menang dalam ujian, maka berkat besar telah Tuhan sediakan. Contoh kedua, Daud, seorang yang dikenan Tuhan, karena hatinya seperti kristal yang senantiasa terbuka untuk mengizinkan Tuhan masuk lebih dalam dan lebih dalam lagi. Kekuatan unity (Kejadian 11:5-6; Kisah Para Rasul 2:46-47).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s