Memberkati Kota

ev.Onna Tahapary

“Build houses and settle down; plant gardens and eat what they produce. Marry and have sons and daughters; find wives for your sons and give your daughters in marriage, so that they too may have sons and daughters. Increase in number there; do not decrease. Also, seek the peace and prosperity of the city to which I have carried you into exile. Pray to the Lord for it, because if it prospers, you too will prosper.” (Jeremiah 29:5-7)

Dalam versi NIV Yeremia 29:5-7 diatas, lebih jelas tergambar maknanya dalam kata ‘build houses and settle down’‘increase in number’‘seek the peace and prosperity of the city’, dan ‘if it prospers, you too will prosper.’ Untuk dapat membangun kota, sebagai langkah awal, kita harus ‘build houses and settle down’, yaitu membangun dan menetap. Membangun kota tidak dapat dilakukan dengan cara ‘hit and run’ karena hasilnya tidak akan maksimal. Kita memerlukan kualitas yang teruji. Untuk dapat menyejahterakan dan memberkati kota, ada tiga hal yang harus kita perhatikan, diantaranya:

We are different, but don’t act like an alien (kita memang berbeda, namun kita harus berbaur). Kita tidak dapat hidup sendiri, karena kita didisain untuk hidup dan berbagi, karena itu terbentuklah komunitas (community). Komunitas, termasuk juga mereka yang berada dekat pintu rumah kita, yang langsung dapat kita lihat saat membuka pintu (tetangga). Kecenderungan orang kota adalah pergi dan pulang ke rumahnya masing-masing tanpa mengenal siapa tetangganya. Kata ‘to build houses and settle down’ berarti kita bukan sekedar membangun rumah, tapi tinggal dan menetap dalam society; kita hidup dan berbaur dengan manusia yang kita temui setiap hari. Dengan tinggal dan menetap, kita tau dan memahami hal yang terjadi ditengah komunitas. Pahamilah kekurangan atau kebutuhan didalam komunitas kita, dan putuskan untuk kita menjawab kebutuhan tersebut. Kota terbangun karena memiliki social network yang kuat (city were founded because the reason of a strong social network). Dalam Matthew 22:39“And the second is like it: Love your neighbor as yourself.” Janganlah kita berbicara memberkati kota jika kita tidak mengetahui apa yang tetangga kita alami. Upayakan kebaikan bagi tetangga kita, supaya dengan menerima kebaikan dari kita, mereka mengalami keadaan terbangun, perlihatkanlah bahwa kita berbeda, karena ada nilai kekayaan Kristus yang menetap didalam kita. Berbeda tidak berarti kita harus bersikap sepertialien. Kita harus duduk, berbicara, dan mengerjakan kebaikan bagi siapa saja, tanpa memandang perbedaan. Dalam Romans 15:2“Each of us should please our neighbors for their good, to build them up.” kita lahir dan hidup dari benih Kristus, kita tidak berasal dari dunia, tapi menetap di dunia. Kelemahan didalam gereja adalah kita hanya mau bergaul dengan kalangan yang bahasanya sama dengan kita, sehingga daya jangkaunya menjadi terbatas, padahal gereja diperuntukkan bagi semua suku bangsa (nation, tribe), golongan, agama, gaya hidup, dan latar belakang yang berbeda dalam social network dimana kita berkomunitas didalamnya. Jangan menjadi alien, bangunlah jaringan komunikasi yang kuat untuk membangun kota. Dengan saling membangun, kita akan saling mengenal. Suatu budaya dapat dirombak melalui social network yang kuat. Dengan merombak budaya lama, berarti kita sudah memberkati kota dan mengerjakan apa yang Tuhan mandatkan. “It’s not about you, it’s about other people.”

Kita memberkati kota, baik sebagai perorangan maupun komunitas (Kejadian 12:3; Galatia 3:29). Kristus mengesahkan kita sebagai keturunan Abraham dan berhak menerima janji yang diberikan Tuhan pada Abraham. Karenanya, kita semua mendapat berkat. Kita menetap supaya orang lain menikmati kemakmuran dan kesejahteraan; tapi keegoisan membuat kita gagal memberkati kota, tak peduli sepandai apa kita berkhotbah. Secara natural, kita didisain untuk menjadi berkat bagi banyak orang, sehingga pada akhirnya orang lain mendapat berkat dari kita. ‘Barakah’ merupakan akar kata dari ‘barokah ‘(berkat) yang mengandung makna: (1) Kita menjadi berkat bagi orang lain. Adalah merupakan janji Allah bahwa kita adalah sumber berkat. Jangan mengharapkan orang lain menjadi penolong. Penggenapan amanat Allah ada didalam kita. Ada sesuatu didalam diri kita, bahwa kita sumbernya yang kita berikan untuk memberkati orang lain. Ada 3000 berkat yang tercatat dalam Alkitab, yang Tuhan sediakan bagi kita untuk memberkati orang lain; (2) Kita menjadi hadiah bagi orang lain. Kita harus optimis dengan keyakinan bahwa keberadan kita membuat kota kita beruntung, masyarakat kota menemukan harapan karena kehadiran kita ditengah kota, kehadiran kita menjadi dampak kegirangan bagi kota (termasuk tetangga kita); (3) Kita menjadi sumber kemakmuran; (4) Kita membawa damai bagi orang lain.

Repair home repair community, daya jangkau terbaik untuk memberkati kota adalah melalui komunitas. Jangan sekedar membangun rumah (house), tapi bangunlah apa yang ada didalamnya (home), yaitu keluarga kita (pernikahan, hubungan suami, istri, anak, dan orangtua – Ulangan 6:1-9). Dalam membangun home (keluarga), kita turut membangun nilai dan makna sosial didalamnya. Pergaulan yang baik didalam keluarga menciptakan budaya dan kebiasaan yang baik pula. Dengan menciptakan value dan belief yang baik melalui kekayaan budaya, maka anak-anak kita berpotensi menjadi berkat bagi kotanya dengan menularkan kualitas hidup yang diterimanya dari rumah, hal ini akan mengubah budaya kemasyarakatan. Namun, jika rumah tidak menjadi home bagi kita, terjadi pertengkaran setiap hari, maka kita tidak dapat menetap dengan baik. (Ulangan 6:5) Dengan dimulai dari rumah pula, anak-anak diajari values dan beliefs yang baik, yang membawa mereka tau mengasihi Tuhan, taat pada Tuhan, dan hidup dalam kebenaran, sehingga ketika mereka keluar dari rumah, mereka akan mencintai sesama seperti mencintai diri sendiri. Untuk dapat memberkati kota, mulailah terlebih dulu dari dalam rumah. Bila kita tidak memiliki rumah untuk kita menetap dengan baik didalamnya, sukar bagi kita untuk dapat memberkati kota. Namun, jika kita sudah mempunyai rumah untuk tempat menetap, maka urusan memberkati kota atau orang lain akan menjadi lebih mudah. Segala hal yang baik yang dimulai dari dalam keluarga akan mempengaruhi komunitas dengan nilai unggul. Jika dari rumah, kita dan keluarga menikmati home, maka kota pun akan menikmati kesejahteraan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s