Berkat Ditengah Goncangan

pdm.Edy Prajitno

Tahun 5774: Ayin Daleth adalah tahun dimana Tuhan berjanji akan membukakan pintu-pintu yang tertutup. Mari perbesar kapasitas kita untuk berdoa, memuji, menyembah, dan lebih mendekat lagi kepada Tuhan, maka Dia akan memberikan masa depan yang gilang gemilang bagi semua anak Tuhan. Dalam Ulangan 28:1-14 berbicara mengenai berkat, sedangkan Ulangan 28:15-46 berbicara mengenai kutuk. Ada tiga macam berkat yang dicatat dalam kitab Ulangan 28, diantaranya:

  • Berkat bakul/adonan. “Diberkatilah bakulmu dan tempat adonanmu.” (Ulangan 28:5), berbicara mengenai berkat harian, yaitu berkat yang diberikan Tuhan pada kita hanya untuk mencukupkan kebutuhan kita sepanjang hari, mulai dari pagi hari hingga malam hari.
  • Berkat lumbung. “Tuhan akan memerintahkan berkat ke atasmu di dalam lumbungmu dan di dalam segala usahamu; Ia akan memberkati engkau di negeri yang diberikan kepadamu oleh Tuhan, Allahmu.” (Ulangan 28:8), berbicara bukan mengenai berkat harian, melainkan berkat yang dapat kita simpan dalam waktu yang lama. Saat kita membuka perbendaharaan lumbung kita, maka berkat tersebut dapat mencukupkan kebutuhan hidup kita dalam waktu yang panjang.
  • Berkat pertolongan Tuhan. “Tuhan akan membuka bagimu perbendaharaan-Nya yang melimpah, yakni langit, untuk memberi hujan bagi tanahmu pada masanya dan memberkati segala pekerjaanmu, sehingga engkau memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi engkau sendiri tidak meminta pinjaman.” (Ulangan 28:12).

Berkat dalam Ulangan 28:5, 8 dapat diterima oleh orang yang tidak mengenal Tuhan sekalipun, sedangkan berkat dalam Ulangan 28:12 hanya dapat diakses oleh orang-orang percaya yang mengasihi Tuhan. Saat goncangan terjadi, kita membutuhkan berkat pertolongan Tuhan (Ulangan 28:12), bukan berkat yang kita terima karena kita bekerja membanting tulang. (2 Korintus 5:2-4) ada kemah Surgawi dan kemah jasmani (duniawi). Dalam kemah duniawi, kita mengeluh dengan tekanan karena kita tidak mampu menghadapi goncangan-goncangan yang terjadi didalam kehidupan kita. (Yohanes 3:12; 1 Korintus 15:40; Galatia 5:24-25) jika ditengah goncangan kita memilih perkara-perkara Surgawi, maka mujizat akan terjadi dan apapun yang kelihatannya tidak mungkin akan menjadi mungkin sepanjang perjalanan hidup kita. Selama kita tinggal dalam kemah duniawi, kita tidak dapat melihat langit terbuka – apa yang sebelumnya tidak ada menjadi ada. Perpindahan dari kemah duniawi kepada kemah Surgawi berarti perpindahan dari kekuatan jasmani manusia kepada kekuatan karena pertolongan Tuhan. Persepuluhan bukan sekedar berbicara mengenai uang, persepuluhan berbicara tentang rasa cinta kita kepada Tuhan dan tindakan kita untuk hidup mendekat kepada-Nya. Perjalanan hidup Yakub disertai Tuhan karena ia meninggalkan kemah duniawinya, berpindah kepada kemah Surgawi melalui tindakannya dengan mempersembahkan persepuluhan kepada Tuhan, maka langit terbuka dan tercurahlah perbendaharaan keatas hidup Yakub. Dibalik keterbatasan kita, kita mempunyai langit dengan perbendaharaan yang tidak terbatas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s