5774: Ayin Daleth

ps.Mohammad Riza Solihin

Ada banyak perkara yang akan terjadi di tahun 5774: Ayin Daleth. (Yesaya 22:15-22) Sebna dipecat Tuhan dan digantikan oleh Elyakim, karena Sebna tidak mengurus istana seperti yang seharusnya ia lakukan, ia tidak menganggap kepercayaan Tuhan sebagai sesuatu yang harus ia kelola, melainkan sesuatu yang ingin ia miliki. Ada dua makna kata ‘daleth’, diantaranya:

Miskin dihadapan Tuhan (poor). Diantara sabda bahagia, yang pertama dikatakan, “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.” (Matius 5:3) Sikap hati miskin dihadapan Tuhan, berarti kita harus menyadari identitas kita sebagai pengelola, bukan pemilik. Waktu, kesehatan, keluarga, talenta adalah milik Tuhan dan kitalah pengelolanya. Miliki sikap hati yang benar seperti Elyakim. Di tahun Ayin Daleth, keadaan ekonomi dan keamanan tidak akan semakin baik, ini adalah tahun peperangan rohani yang dashyat, tapi jika kita memiliki sikap hati yang benar, kita akan diluputkan Tuhan karena kita berada pada Kerajaan yang tak tergoncangkan. Sikap hati orang yang miskin dihadapan Tuhan, berarti ia memiliki mentalitas pengelola, bukan mentalitas pemilik. (Yesaya 22:20-25) otorisasi jauh lebih penting daripada otoritas. Apakah kita memiliki otorisasi untuk menerima otoritas? Elyakim menerima otorisasi dari Tuhan. Definisi ‘sukses’ bukan dilihat dari apa yang kita miliki, karena sukses yang sesungguhnya adalah ketika kita melakukan kehendak Bapa. Orang yang menerima otorisasi adalah mereka yang melakukan kehendak Bapa. Jangan terjebak dengan perkataan manusia, tapi perhatikanlah perkataan Tuhan.

Pintu (door) atau gerbang (gate) yang terbuka, memasuki halaman yang baru. (Wahyu 3:7) Dari tujuh jemaat, enam jemaat dicela Tuhan, dan satu jemaat yang dipuji Tuhan adalah Filadelfia (berarti unity/cinta persaudaraan). Mengenai kata ‘bahagia’, semua orang memiliki definisinya masing-masing, namun seluruh dunia sepakat bahwa keluarga bahagia adalah segalanya. Apapun yang kita miliki, jika kita tidak memiliki keluarga yang bahagia, maka sia-sialah hal lain yang kita miliki. Kebahagiaan keluarga harus diciptakan, diusahakan, dan diupayakan. Kepada Elyakim, Tuhan menyerahkan kunci rumah Daud, sedangkan kepada jemaat Filadelfia, Tuhan menyerahkan kunci Daud. Ketika kita memiliki sikap hati yang benar, Tuhan akan memberi kita kunci Daud untuk menikmati persediaan rumah Kerajaan Daud. (Wahyu 3:8) dari generasi ke generasi, turun temurun, kepada orang yang memiliki sikap hati yang benar, Tuhan telah memberi kita kunci Daud. Saat kita ada dalam unity, kita akan mengalami Pentakosta ketiga. Jangan pernah merasa diri kita lebih baik daripada orang lain, tapi miliki sikap saling membutuhkan satu dengan yang lainnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s