Menjadi Umat yang Kuat

pdm.Hendri Sutedja

Hari-hari ini kita dibawa masuk dalam gelombang yang baru, musim yang baru di tahun 5774: Ayin Daleth. Di musim yang baru ini, ada peperangan rohani yang dashyat, karena itu kita harus menjadi umat yang kuat. Kalau gereja Tuhan menjadi lemah, iblis akan terus mengincar untuk menghancurkan. Di tahun Ayin Daleth, ada pintu yang sudah dibukakan Tuhan, karena itu kita harus kuat untuk menerobos masuk dan menikmati berkat-berkat Tuhan yang luar biasa. “Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.” (Lukas 10:19), kita diberi kuasa untuk menginjak ular dan kalajengking, berarti kita harus kuat menahan keinginan mata, hawa nafsu, dan sebagainya, supaya kita tidak jatuh kedalam dosa. Ukuran kekuatan dari Tuhan adalah bertahan sampai akhir (Matius 24:13). Bagaimana kita dapat menjadi umat yang kuat?

  1. (1 Korintus 16:13) bersikaplah sebagai laki-laki, berarti memiliki sikap yang unggul. Dimanapun kita berada, kita harus memiliki sikap yang unggul, sekalipun kita ditekan dan diproses, namun kita tetap percaya dan melayani Tuhan. Jika kita konsisten, maka ada kekuatan yang Tuhan berikan bagi kita.
  2. (1 Raja-Raja 18:19) kita membutuhkan pengurapan untuk menjadi umat yang kuat. Urapan membuat kita mendapat kekuatan diatas rata-rata. Kita harus memperhatikan mezbah kita pada Tuhan, jika mezbah kita sudah rusak, cepat perbaiki, maka pengurapan Tuhan tetap turun atas kita. Pengurapan ada di mezbah Tuhan, karena itu Elia menantang nabi-nabi baal karena pengurapan turun atas Elia ketika ia mendirikan mezbah Tuhan. Pengurapan adalah tanda dimulainya kekuatan Tuhan dalam kita dan berakhirnya kekuatan kita. Jika kita sudah merasa tidak berdaya lagi, maka hal ini menandakan dimulainya pengurapan Tuhan atas kita dan kita mulai mengandalkan Dia dalam seluruh aspek kehidupan kita. Pengurapan dimulai dari Taman Eden (the spot of the presence of God). Namun, ketika kita keluar dari Taman Eden, maka keringat (kekuatan diri sendiri) yang keluar.
  3. (1 Raja-Raja 19:7-8) Elia kuat akan pengurapan dari Tuhan. Dikatakan dalam ayat tersebut, malaikat Tuhan mendatangi Elia sampai dua kali untuk menunggunya ketika ia sedang tidur (beristirahat) dan makan, sehingga Elia menjadi kuat kembali dan melanjutkan perjalanannya. Maksudnya, Tuhan memakai pola hidup kita supaya kita menjadi kuat dalam perjalanan bersama Tuhan.
  4. (Yesaya 41:10) mungkin kita merasa lemah, namun jangan takut, kuatir, bimbang, karena Tuhan akan menolong, memegang, dan membawa kita dalam kemenangan. Kekuatan kita berasal dari Tuhan. Karena itu kita harus bangkit dan sadar bahwa Tuhan selalu beserta kita, memegang tangan kita.

Di tahun Ayin Daleth ini, kita harus menjadi orang-orang yang dipegang Tuhan, kita harus bersih, suci, dan hidup benar dihadapan Tuhan, karena Dia tidak berkenan pada orang-orang yang hidupnya kotor, tidak suci hatinya. Kiranya kita berjalan bersama Tuhan sampai akhir dan hidup berkemenangan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s