Stronger than Struggles

ps.Daniel Arief Sugianto

Jangan mudah mengambil kesimpulan, jika masalah datang, hidup kita pasti menjadi lebih buruk, lebih miskin, atau lebih susah. Seringkali kita memiliki naluri seperti itu, padahal masalah diizinkan terjadi dalam kehidupan kita, bukan sebagai lawan atau musuh, tapi melalui masalah, kita dapat menuai hal-hal yang lebih baik daripada sebelum adanya masalah, tapi bukan berarti kita hidup mencari-cari masalah. Banyak tokoh Alkitab yang mengalami masalah dan menjadi lebih kuat, salah satunya Ayub. Negara Jepang telah terbiasa dengan gempa bumi, negara Taiwan dan Hongkong telah terbiasa dengan badai typhoon, negara Dubai tahun 1980an merupakan padang pasir, namun saat ini telah berubah menjadi padang rumput dengan bangunan-bangunan indah megah diatasnya. Keempat negara tersebut bukanlah negara yang lemah dan tidak dapat berbuat apa-apa karena kondisi geografisnya, mereka menjadi negara yang kuat, maju, dan terlatih mengatasi badai masalah yang melanda. Orang yang membenci persoalan (tantangan) adalah orang yang memusuhi kehidupan. Masalah tidak dapat dipisahkan dari kehidupan. Daripada kita membenci, mengeluh, menyalahkan Tuhan atas masalah persoalan, lebih baik kita berpikir bagaimana supaya melalui masalah-masalah ini, kita lebih kuat dalam menjalani kehidupan.

Mari kita belajar dari kehidupan Gad dalam Alkitab. Gad merupakan salah satu anak Yakub. Doa berkat Yakub untuk Gad dalam Kejadian 49:19, “Gad, ia akan diserang oleh gerombolan, tetapi ia akan menyerang tumit mereka.” Doa Yakub untuk Gad, anaknya adalah doa yang kurang enak didengar. Gad punya alasan untuk tidak terima, kecewa dengan Tuhan dan Yakub, ayahnya, mengapa doa berkat sang ayah untuknya berbeda dengan doa berkat sang ayah kepada saudara-saudaranya yang lain? Sekalipun Gad banyak diserang, mereka menjadi suku yang kuat, ternak mereka banyak sekali, dan mereka disebut sebagai suku yang gagah perkasa dan menjadi lebih baik. Ada tiga hasil dari sebuah respon yang benar dari tokoh Gad, diantaranya: Suku Gad menjadi pahlawan-pahlawan yang gagah perkasa, orang-orang yang sanggup berperang, yang pandai menggunakan perisai dan tombak (1 Tawarikh 12:8); ternak Suku Gad sangat banyak (Bilangan 32:1a); “Terpujilah Dia yang memberikan kelapangan kepada Gad. Seperti singa betina ia diam dan menerkam lengan, bahkan  batu kepala. Ia memilih bagian yang terutama, sebab di sanalah tersimpan bagian panglima.” (Ulangan 33:20-21a). Kita pun mengalami seperti Gad dalam kehidupan ini, telah banyak nubuatan, akan terjadi goncangan-goncangan diakhir zaman, keadaan manusia akhir zaman, kita akan menghadapi manusia-manusia yang cinta uang, dan sebagainya, tapi kita harus memilih untuk menjadi lebih kuat dan lebih baik.

“Let your battle makes you better, not bitter.” (melalui pergumulan kita, jadilah lebih baik, bukan menjadi kepahitan dan hancur). Respon kita menentukan hasil, apakah mau breakdown (hancur berantakan) atau breakthrough (mengalami kemenangan dan terobosan) lewat masalah yang ada. Semua keadaan itu bersifat netral, tapi respon atau sikap kitalah yang menjadikan itu positif atau negatif. Ketika Gad lahir (Kejadian 30:11), arti nama Gad adalah kemujuran, keberuntungan, fortunate, tapi kenyataannya arti nama Gad yang berarti keberuntungan mengalami banyak perampokan dan peperangan. Kita terbentur dengan pemikiran dan kesimpulan kita yang salah, sehingga orang mudah kecewa dan tidak bersyukur. Peperangan adalah keberuntungan dalam hidup Gad. Ubah paradigma lama kita dan perkatakan Yakobus 1:2-5. Kalimat “Selamat atas segala permasalahan Anda” bukan sebuah hinaan, tapi memperkatakan Firman, tetap anggap diri kita sebagai orang yang berbahagia. Kita orang-orang yang beruntung karena Kristus telah mati di atas kayu salib menebus dosa kita, menyelamatkan kita, dan menjadikan kita anak-Nya. Sifat manusia sesungguhnya menyukai tantangan, contohnya kita menyukai permainan berbahaya rollercoaster, bahkan kita rela membayar untuk menikmati kesenangan itu. Tuhan memberi gratis untuk kita menghadapi masalah, nikmatilah. Hidup adalah perjuangan yang indah. Bukan berarti orang yang beruntung segalanya selalu lancar tanpa ada masalah. Ada krisis ataupun tidak, kita tetaplah orang-orang yang diberkati Tuhan. Nikmati krisis kita dan tangani dengan cara yang baik. Krisis tidak dapat mencuri bagian terbaik yang Tuhan sudah siapkan bagi kita. Tuhan menantang dua hal pada kita saat ini: beranikah kita mengubah paradigma bahwa krisis adalah berkat? Beranikah kita tetap melakukan kebenaran Tuhan saat kita sedang diserang dan dirugikan orang lain. Kita akan semakin diberkati melalui krisis yang terjadi. Tenangkan hati kita, jangan panik, bagian kita yang terbaik aman dalam tangan Tuhan. Tidak perlu kuatir, marah, sedih, menangis lagi saat kita sedang menghadapi krisis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s