To Build a Strong Family

pdm.Janto Simkoputera

Ada empat ‘C’ yang harus dimiliki untuk membangun keluarga yang kuat, diantaranya:

  1. Commitment (berjanji dihadapan Tuhan). “…Oleh sebab Tuhan telah menjadi saksi antara engkau dan isteri masa mudamu yang kepadanya engkau telah tidak setia, padahal dialah teman sekutumu dan isteri seperjanjianmu.” (Maleakhi 2:14) Falling in love is easy, staying in love is the real challenge. Untuk jatuh cinta itu merupakan sesuatu yang mudah, namun untuk tetap mencintai adalah sebuah tantangan bagi setiap kita, karena itu perhatikan hidup keluarga dan hidup pernikahanmu, supaya hidup keluarga dan pernikahanmu berkenan kepada Tuhan.
  2. Consecration (pengudusan dan pengabdian kepada Tuhan). Dalam sebuah keluarga atau pernikahan, seorang suami harus berfungsi sesuai dengan perintah Firman Tuhan, yaitu menjadi imam dalam keluarga, demikian juga seorang istri harus berperan sesuai dengan Firman Tuhan. “Maka berkatalah isterinya kepadanya: Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah! Tetapi jawab Ayub kepadanya: Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk? Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya.” (Ayub 2:9-10) “Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada Tuhan, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan!” (Yosua 24:15c).
  3. Communion (kebersamaan dan persekutuan). “Kamu harus mengajarkannya kepada anak-anakmu dengan membicarakannya, apabila engkau duduk di rumahmu dan apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun;” (Ulangan 11:19). Dalam film ‘The Godfather’, Don Corleone berkata, “A man who doesn’t spend time with his family can never be a real man.” (seorang pria tidak layak disebut pria jika ia tidak memiliki waktu untuk keluarganya).
  4. Chopping skill (kemampuan atau hikmat untuk menyelesaikan masalah), artinya kita harus mempunyai kemampuan hikmat dari Tuhan untuk menyelesaikan masalah dalam keluarga. Hikmat Tuhan akan membuat dan menjadikan keluarga sebagai tempat yang paling menyenangkan dan membahagiakan. Para istri, mintalah hikmat Tuhan untuk setiap masalah yang terjadi dalam keluarga, sehingga suami dan anak-anak betah untuk tinggal di rumah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s