Menaklukkan Tiga Raksasa Kehidupan

pdm.Hendri Sutedja

“Oleh sebab itu, berikanlah kepadaku pegunungan, yang dijanjikan Tuhan pada waktu itu, sebab engkau sendiri mendengar pada waktu itu, bahwa di sana ada orang Enak dengan kota-kota yang besar dan berkubu. Mungkin Tuhan menyertai aku, sehingga aku menghalau mereka, seperti yang difirmankan Tuhan.” (Yosua 14:12) “Dan Kaleb menghalau dari sana ketiga orang Enak, yakni Sesai, Ahiman dan Talmai, anak-anak Enak.” (Yosua 15:14) Tuhan menetapkan hidup kita semakin naik, bukan semakin turun. Musim peperangan dan terobosan yang dashyat akan terjadi di musim yang baru, tahun 5774: Ayin Dalet. Ada tiga raksasa kehidupan yang harus kita taklukkan, supaya hidup kita semakin diberkati Tuhan, diantaranya:

  1. “Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa, orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa, dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami.” (Bilangan 13:33) taklukkanlah diri sendiri. (Bilangan 14:1-2) adanya pola berpikir yang menganggap masalah yang dihadapi lebih besar daripada dirinya sendiri, sehingga akan keluar sungut-sungut ketika mengalami pencobaan, dan hal ini hanya akan menghalangi berkat Tuhan. Kita menjadi raksasa bagi diri sendiri ketika kita tidak berubah saat seharusnya kita berubah. Taklukkan diri kita dihadapan Kristus, karena kita adalah ciptaan yang baru. Saat perubahan terjadi, kita akan mengalami terobosan. Untuk berubah, kita tidak dapat mengandalkan kekuatan sendiri, diperlukan the power of Holy Spirit. (Yohanes 4:34) makanan jasmani dapat mendatangkan perkembangan secara genetik. Makanan rohani (perkataan Yesus) adalah kuasa yang mampu mendatangkan perubahan. Karenanya, janganlah kita malas membaca Firman, karena Firman Tuhan adalah roh yang memerdekakan. Supaya tidak bersungut-sungut, kita harus menaklukkan diri sendiri dengan mengucap syukur (1 Tesalonika 5:18). Ada kuasa perubahan dalam pengucapan syukur. Pengucapan syukur adalah pernyataan dan pengakuan kita bahwa Tuhan berdaulat dan memiliki kuasa yang sanggup mengubahkan. Persembahan terbaik bagi Tuhan adalah diri kita sendiri. Dengan mengorbankan diri sendiri melalui pengucapan syukur ditengah pencobaan, berarti kita sedang menaklukkan diri sendiri sehingga diri kita memiliki nilai dihadapan Tuhan. Saat kita mengucap syukur ditengan pencobaan, kita sedang mengubah atmosfer rohani diudara, yang juga akan mempengaruhi atmosfer jasmani kita dari keadaan yang kurang baik menjadi baik (Mazmur 30:12-13). Kunci perubahan itu adalah mengutamakan perkara yang rohani terlebih dulu, maka hal yang jasmani akan mengikutinya. (1 Samuel 7:12) bangun banyak Eben-Haezer dalam kehidupan kita. Membandingkan kehidupan kita dengan kehidupan orang lain hanya membuat kita tidak pernah puas dan sulit untuk mengucap syukur. Berhentilah untuk terus menganggap rumput tetangga lebih baik, tapi belajarlah menemukan Eben-Haezermu dan mengucap syukurlah kepada Tuhan.
  2. (Yeremia 47:5) orang Enak berbicara mengenai roh mamon (cinta akan uang) dan perkara keduniawian. (Matius 6:24) Bagi orang dunia, uang berbicara mengenai harta dan kekayaan. Bagi orang Kristen, uang berbicara mengenai roh yang bisa diandalkan, yang mengesampingkan Tuhan. Mamon berasal dari kata ‘mamonas’ berarti ‘dia yang dapat kita andalkan’. Sebagai ‘tuan’, Tuhan membandingkan diri-Nya dengan mamon, karena setelah kejatuhan iblis akibat ingin disembah seperti Allah, iblis berkuasa dibumi melalui perantaraan mamon. Karena itu, mamon dapat menjadi sebuah spirit (roh) ketika kita tidak memiliki sikap yang benar dalam mengelolanya.(Ibrani 13:5). Orang minder adalah ciri orang yang terikat dengan roh mamon. Untuk menaklukkan roh mamon dalam diri kita, kita harus disiplin menggunakan uang dengan tidak terjebak dengan hal-hal konsumtif atau berlebihan. Bersikaplah bersahaja dan tidak pamer karena kita tetap berharga sekalipun kita tidak mengenakan barang berharga, karena nilai diri kita bergantung dari darah Yesus yang paling berharga,  yang telah tercurah untuk menebus kita. Kita adalah hamba Tuhan, bukan hamba uang. Ciri-ciri orang yang banyak memprioritaskan Tuhan adalah berani mengalah demi terciptanya damai sejahtera Ilahi sekalipun merugi, hal ini hanya dapat dilakukan jika kita penuh dengan Roh Kudus. Upah bagi hamba-Nya yang tidak cinta uang yaitu “Dan orang itu menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya.” (Kejadian 26:13) Kata ‘kaya’ dalam terjemahan lain menunjuk kepada kualitas diri yang semakin baik (great), asset yang semakin bertambah, menjadi sangat terhormat dan terkenal, kapasitas dan pengaruh yang semakin diperbesar. Kita akan diberkati seperti Ishak, membuka sumur demi sumur di tahun Ayin Dalet jika kita tidak terjebak dalam roh mamon. Bukan seberapa banyak yang kita miliki, tapi seberapa banyak yang kita dapat nikmati.
  3. (Bilangan 13:33) roh ketakutan, kecemasan, kekuatiran membuat kita lumpuh, kita meragukan kebesaran Tuhan, dan mengecilkan diri kita. Roh ketakutan atau kekuatiran adalah raksasa besar dalam diri kita yang mampu mengubah mentalitas seorang pemenang menjadi seorang pecundang. Tetaplah fokus pada Tuhan ditengah pencobaan, sehingga atmosfer Ilahi tetap melingkupi kehidupan kita, karena jika kita senantiasa berfokus pada masalah, hal tersebut hanya akan menimbulkan atmosfer ketakutan atau kekuatiran. Perbesar roh iman kita, hilangkan roh ketakutan (Matius 14:27). Percayalah bahwa Firman Tuhan tak pernah gagal, karena Firman Tuhan mengundang kuasa Allah dalam kehidupan kita. Perkataan Yesus akan menutup pintu neraka dan membuka pintu Surga bagi kehidupan kita. Karenanya, taklukan ketakutan atau kekuatiran kita dengan kuasa Firman, yaitu iman yang muncul karena memperkatakan Firman Tuhan sehingga iman tersebut akan menjadi benteng Ilahi yang melindungi kita dari panah api si jahat (menggagalkan ketakutan atau kekuatiran). Aktifkan kata-kata Ilahi kita untuk membangun atmosfer kepercayaan dan mengaktifkan roh iman. (Yesaya 41:10) jangan biarkan raksasa ketakutan menguasai kehidupan kita. Iman kita tidak dibatasi oleh kekuatan manusia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s