Maintaining Spiritual Momentum

ps.Yoanes Kristianus

“Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah. Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.” (Ibrani 12:1-3)

Momentum berarti kecepatan, kekuatan, kesempatan, atau lompatan. Banyak orang Kristen memiliki spirit seperti permainan yoyo – mereka terkadang rajin, terkadang malas, terkadang rajin beribadah, terkadang malas, terkadang tidak berbuat dosa, terkadang berbuat dosa. Firman Tuhan berkata, “Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.” (Wahyu 3:16). Kita harus memelihara momentum spiritual kita supaya kita dapat melompat lebih jauh lagi dalam hal rohani. Bagaimana cara kita memelihara momentum spiritual?

  1. Learn from thoses who gone before us (belajarlah dari para pendahulu kita). Dalam Ibrani 12:1a, saksi berbicara tentang para pahlawan iman (Ibrani 11). Paulus ingin kita belajar dari para pahlawan iman tersebut, benih apa saja yang mereka kerjakan, yang menjadikan para pahlawan iman tersebut merdeka. Untuk menjadi positif, kita harus belajar keras (harus membayar harga) dari orang-orang yang positif. Untuk menjadi negatif, kita hanya perlu makan dan bergaul dengan orang-orang negatif. Pergaulan yang buruk merusak karakter kita (1 Korintus 15:33; Amsal 13:22). Untuk mengetahui baik buruknya pergaulan kita, lihatlah diri kita, apakah kita semakin kudus, cerdas, bertumbuh dalam Tuhan atau sebaliknya. Pergaulan yang positif menentukan masa depan yang positif pula. Kegagalan kita seringkali diakibatkan terbatasnya informasi yang kita miliki ketika kita harus membuat sebuah keputusan. Orang-orang diatas kita (bapa rohani, gembala, penatua, orangtua) dapat memberikan informasi (nasihat, teguran, dan lain-lain), yang sanggup memunculkan potensi dalam hidup kita. Kita hanya perlu menjadi rendah hati untuk menerima nasihat dan teguran. Diperlukan bantuan orang lain untuk mengeluarkan hal-hal yang baik dalam hidup kita. Seorang pemimpin muncul 10% karena bakatnya, 5% karena krisis yang dialaminya, dan 85% karena dimentor (diarahkan, ditegur, dinasehati, dan dikuatkan).
  2. Get rid of it (singkirkan semua yang merintangi kita). Life is a journey from one level to another level. Dalam perjalanan kehidupan, kita mungkin membawa banyak beban, tapi Paulus menasihatkan kita untuk menanggalkan beban dan dosa kita. Momentum tidak pernah tercapai jika kita masih memegang beban kita. Terkadang Tuhan memberikan pencobaan dalam hidup kita untuk melatih otot-otot rohani kita, lepaskan itu pada Tuhan, maka kita mampu lari tidak seperti sebelumnya (Ibrani 12:1b).
  3. Focus to the life style of Jesus (fokus pada gaya hidup Yesus). Jadikan Yesus idola dalam hidup kita, jadikan Dia segala-galanya dalam hidup kita. Jika seseorang mengidolakan orang lain, orang tersebut akan menjadi seperti idolanya. Jika kita mengidolakan Yesus, hal itu menjadikan Dia sebagai penguasa tunggal dalam hidup kita, maka gaya hidup kita pun akan sama seperti Dia. Jadilah Yesus bagi hidup orang lain. Berpikirlah apa yang dapat kita lakukan untuk hidup orang lain. Jadilah berkat untuk orang lain, orang-orang disekeliling kita. Hidupkan Yesus dalam kehidupan kita, supaya dunia melihat Dia dalam kita (Ibrani 12:2a).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s