Prinsip-Prinsip Keuangan

pdp.Aruna Wirjolukito

Pada 16 Agustus 2013 lalu, pemerintah baru saja menyampaikan laporan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2009-2013 yang mencapai rekor tertinggi dengan rata-rata 5,9% per tahun dan Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua setelah Cina, namun, mengapa tiba-tiba Indonesia mengalami goncangan finansial seperti sekarang ini? Firman Tuhan mengatakan bahwa kegoncangan harus terjadi, supaya tinggal tetap yang tidak tergoncangkan. Suatu saat, kita semua pasti akan mengalami goncangan untuk menguji apakah kita sudah tinggal dalam Kerajaan yang tak tergoncangkan (Kerajaan Allah) atau tidak. Dalam Roma 12:3, “Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.” Dalam Matius 16:23, “Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.” Mengapa Petrus yang sehari-harinya berada dirumah ibadah dan mengikut Yesus sebagai murid-Nya, bisa memiliki pikiran yang bukan berasal dari Tuhan? Karena Petrus memikirkan perkara yang dipikirkan manusia dan iblis menunggangi pemikirannya. Orang yang berasal dari Tuhan seharusnya memikirkan hal-hal yang berasal dari Tuhan, sedangkan orang yang berasal dari dunia akan memikirkan diri sendiri dengan pikirannya sendiri. Janganlah kita berpikir melampaui ukuran iman yang telah dikaruniakan Allah bagi kita masing-masing.

Berhubungan dengan masalah keuangan di akhir zaman ini, tubuh kita harus menjadi Bait Suci Allah. Menjelang akhir zaman, antikris akan menduduki Bait Allah, yang adalah tubuh mayoritas orang Kristen saat ini dalam hal pola berpikirnya. Makhluk hidup di darat untuk dapat berkembang, harus dikembalikan ke habitatnya di darat. Makhluk hidup di udara untuk dapat berkembang, harus dikembalikan ke habitatnya di udara. Makhluk hidup di air untuk dapat berkembang, harus dikembalikan ke habitatnya di air. Berbicara mengenai keuangan, untuk dapat berkembang, uang juga harus dikembalikan ke habitatnya. Asal mula atau habitat uang adalah Bait Suci Allah, dimana uang diciptakan sebagai sarana persembahan untuk mempermudah ibadah, sebagai pengganti kambing domba, sayur-sayuran yang berpotensi membusuk atau cacat ditengah perjalanan yang jauh menuju rumah peribadatan, mengingat bahwa hukum yang berlaku saat itu mengharuskan semua orang yang membawa persembahan ke rumah ibadah, harus membawa persembahan yang terbaik. Pada zaman sekarang, uang yang dipercayakan Tuhan pada kita, kelolalah uang tersebut untuk mempermudah ibadah kita. Waspadalah dengan uang, karena didalamnya ada spirit of anger (roh kemarahan), bahkan banyak orang tega melukai sesamanya karena meributkan masalah uang. Mari periksa hidup kita, apakah kita sudah menjadi Bait Suci Allah atau belum.

Dalam doa kita setiap hari, jangan lupa untuk mengusir roh mamon (roh cinta uang) dan berdoalah dengan rapat. Yang dimaksud dengan berdoa yang rapat, berarti kita:

  • mengucap syukur atas seluruh hidup kita dan keluarga pada doa pagi hari.
  • berdoalah untuk seluruh penyediaan yang kita rencanakan sepanjang hari tersebut.
  • berdoalah untuk semua orang yang bekerja di rumah kita dan kaum keluarganya.
  • berdoalah untuk kawasan rumah, lingkungan sekeliling dimana kita tinggal.
  • berdoalah untuk kota dan pemerintahan dimana kita berada.
  • berdoalah untuk keluarga besar kita.
  • berdoalah untuk para pemimpin rohani kita.
  • berdoalah untuk komunitas dimana kita berada (pelayanan, marketplace).
  • berdoalah untuk segala kebutuhan kita.
  • berdoalah supaya Tuhan melepaskan kita dari segala yang jahat, menolak dan mengikat roh mamon (yaitu roh yang selalu membuat kita merasa tidak cukup, merasa takut akan kebutuhan finansial dimasa depan, roh yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang, termasuk dengan merendahkan derajat kekristenan kita, dimana kita memilih untuk berkompromi dengan dosa).

Ada empat jenis pribadi orang menurut penggolongan berdasarkan keuangan, diantaranya:

  1. Orang dengan keuangan jenis singa, dimana Tuhan mengaruniakan kepadanya kemampuan sebagai pengelola keuangan. Ditangan orang jenis singa ini, segala usaha dibuatnya menjadi emas, berhasil, dan mendatangkan keuntungan. Contoh tokoh dalam Alkitab dengan keuangan jenis singa: Yusuf di Mesir, Tuhan dalam kitab Matius disebut sebagai Singa dari Yehuda, pribadi-pribadi yang diberi pencobaan apapun mampu keluar sebagai seorang pemenang.
  2. Orang dengan keuangan jenis lembu. Contoh tokoh dalam Alkitab dengan keuangan jenis lembu: Paulus, ia berjerih lelah dan hidup dalam kecukupan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya sendiri tanpa merepotkan atau memberatkan orang lain dalam melakukan pelayanannya.
  3. Orang dengan keuangan jenis manusia. Ada beberapa orang yang diberkati Tuhan dalam hal keuangan karena ada orang-orang tertentu yang harus ditanggungnya, orang-orang yang menumpang hidup. Contoh: para pengelola Panti Asuhan dan Rumah Jompo. Contoh tokoh dalam Alkitab dengan keuangan jenis manusia: Daud, dimana Bangsa Israel menggantungkan hidup mereka pada Daud saat ia menjadi seorang raja. Orang dengan keuangan jenis manusia seperti ini, jika ia memutuskan keluar dari panggilannya, maka hidupnya tidak akan diberkati lagi.
  4. Orang dengan keuangan jenis rajawali. Contoh tokoh dalam Alkitab dengan keuangan jenis rajawali: Elisa (tipe pemulih), ia banyak mengadakan mujizat, menolong janda Sarfat, dan sebagainya, tapi Elisa sendiri dalam hidupnya tidak memiliki usaha sendiri, ia mendoakan orang-orang untuk berhasil. Banyak hamba Tuhan dengan keuangan jenis rajawali, mereka mendoakan orang supaya mampu membuka usahanya dan berhasil, tapi hamba Tuhan itu sendiri tidak memiliki usaha apapun. Jika hidup orang yang didoakannya berhasil, maka hamba Tuhan tersebut tidak boleh menuntut pamrih orang tersebut untuk memberkatinya.

Memasuki Tahun Baru Israel 5774, Tahun Ayin Daleth (berbicara mengenai perlindungan Tuhan, berarti ada goncangan, dan sebagai umat Tuhan, kita harus merendahkan hati kita dan menjadi miskin dihadapan-Nya). Jika kita memiliki kebiasaan berdoa setelah membeli barang baru atau berdoa sebelum makan, apakah ketika kita sudah diberkati kita masih tetap setia berdoa atau tidak? Terdapat lima bagian dalam pengelolaan keuangan, diantaranya: pengeluaran spiritual (mengembalikan persepuluhan, memberi persembahan, diakonia, membeli buku-buku rohani); pengeluaran untuk tabungan; pengeluaran rutin; pengeluaran untuk gaya hidup; pengeluaran untuk investasi yang belum dapat dilihat hasilnya saat sekarang (contoh: les gambar untuk anak kita, hasilnya belum tentu anak kita akan sukses dan mahir menggambar). Dua pengeluaran yang pertama bersifat produktif, sedangkan tiga pengeluaran terakhir bersifat konsumtif. Jika kita fokus memperhatikan dua pengeluaran pertama (produktif) di atas, maka tiga pengeluaran terakhir (konsumtif) Tuhan yang akan mengurusnya dan kita tidak perlu kuatir.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s