Ketaatan

ev.Onna Tahapary

Banyak orang mengkritik kitab Ester, karena seluruh kitab ini tidak menuliskan nama Tuhan sama sekali. Hal ini beralasan, Ester hidup dalam lingkungan kerajaan kafir, dan kisah dalam kitab Ester pun menceritakan tentang kerajaan. Sebuah kerajaan selalu identik dengan ketaaatan. Perintah raja merupakan suatu hal yang penting dan harus ditaati, namun Wasti, ratu kerajaan, melanggar perintah raja, sehingga membuat raja marah . Ketidaktaatan tidak mendapatkan toleransi sedikitpun, demikian juga didalam Tuhan. Ketaatan merupakan hal yang inti dalam kerajaan Allah. Jika kita mengaku sebagai warga kerajaan Allah, maka ketaatan harus menjadi gaya hidup kita. Ada tiga prinsip dalam ketaatan, diantaranya:

  1. Ketaatan dianggap gagal jika tidak mematuhi otoritas tertinggi. Kegagalan dalam ketaatan diakibatkan karena tidak menghargai. Wasti, seharusnya menjadi teladan bagi rakyat, namun ia malah melawan perintah raja. Hal ini juga sering terjadi dalam kehidupan kita, seringkali kita melawan kehendak Allah dalam hidup kita. Hal ini disebabkan karena kedagingan kita lebih kuat (Kisah Para Rasul 4:18-19). Tuhan telah menebus kita, karena itu Dia bebas memerintah kita.
  2. Terbiasa hidup dalam ketaatan (Ester 2:10,15). Wasti adalah ratu yang turun tahta karena ketidaktaatannya, sedangkan Ester naik tahta karena ketaatannya, dan hasilnya, Ester dikasihi orang-orang disekelilingnya. Ketaatan berarti mendengar dengan sungguh-sungguh, dan tunduk (perhatian) dengan seksama. Jika kita gagal mendengar dengan sunguh-sungguh, kita akan gagal melakukan suatu perintah secara detil. Kitab Bilangan merupakan kitab yang selalu dihindari kebanyakan orang Kristen. Tanpa sadar, terdapat makna yang demikian detil mengenai sebuah Firman Tuhan didalam kitab Bilangan. Nuh merupakan teladan manusia yang hidup dalam ketaatan dan melakukan perintah Tuhan secara detil, ketika Tuhan memerintahkannya membuat sebuah bahtera.
  3. Ketaatan membawa kuasa dan kehidupan yang lebih baik (Ester 1:19). Hanya karena ketidaktaatan dalam hal kecil, Wasti dibuang, sedangkan Ester, karena ketaatannya, ia memiliki pengaruh bagi lingkungannya dan memperoleh hak istimewa dalam kerajaan. Pertama, Ester mempertahankan kehidupan; ketika ia menghadap raja tanpa dipanggil, seharusnya ia dihukum mati, namun ia tetap hidup. Ester menyelamatkan kehidupan bangsanya saat raja memberikan kuasa padanya untuk membuat keputusan tentang bangsanya yang hendak dibinasakan. Kedua, Ester mendapat harta benda milik Haman (Ester 8:7). Ester tidak memintanya, tapi diberi oleh raja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s