Ditebus dan Merdeka

pdp.Aruna Wirjolukito

“Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu. Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa.” (2 Korintus 6:17-18)

Gembala Pembina, ps.Niko Njotorahardjo menyampaikan bahwa tahun Ayin Gimel merupakan tahun yang menjembatani tahun sebelumnya dengan tahun mendatang, dengan subtema “Entering the next level”. Untuk menggambarkan mengenai next level, kita harus melihat pada burung rajawali. Orang Kristen digambarkan sebagai Kristen rajawali. Burung rajawali untuk dapat naik keatas hanya membutuhkan sekali kepak dan sekali kepakan sayap berikutnya akan membawa seekor burung rajawali naik lebih tinggi lagi. Burung rajawali yang sudah tua akan naik keatas tebing yang tinggi, ia mulai mematuki paruhnya yang tua dan bengkok hingga paruhnya lepas dan tumbuh menjadi paruh baru yang tajam. Proses ini tentunya sangat menyakitkan. Setelah muncul paruh yang baru, seekor burung rajawali tua akan mematahkan cakarnya dengan mencakar-cakar batu, hingga cakarnya lepas dan tumbuh menjadi cakar baru yang tajam. Proses ini juga tentunya sangat menyakitkan. Inilah gambaran mengenai next level. Apa yang menyebabkan kita tidak naik ke level berikutnya? Mari periksa keadaan kita, cabutlah ‘bulu-bulu’ yang tua.

(Keluaran 8:25) Kita telah ditebus oleh Tuhan. Karena itu, kita yang telah ditebus harus keluar dari keadaan kita yang lama. Musa harus membawa keluar bangsa Israel dari Mesir, tapi Firaun berusaha mengikat bangsa Israel dengan cara mengikat keluarga (hanya mengizinkan para pria yang beribadah) dan pekerjaan (segala kambing domba tidak diizinkan keluar). Hal ini juga terjadi dalam kehidupan orang Kristen. Sebagai orang Kristen, setelah kita ditebus (bertobat), maka kita harus:

  1. Keluar dari keadaan yang lama dan memisahkan diri dari pergaulan yang lama.
  2. Membawa tongkat dan pergi ke padang gurun. Siapkan diri kita untuk berpetualang bersama Tuhan dan senantiasa andalkanlah Dia dalam seluruh aspek kehidupan kita. Hadiah dari pertobatan adalah damai sejahtera.

(1 Korintus 6:12) Setelah ditebus dan merdeka, kita harus sungguh-sungguh mengerti akan Firman Tuhan. Ada lima hal yang harus kita lakukan setelah kita keluar, memisahkan diri, dan pergi ke padang gurun, diantaranya:

  1. Pola hidup kita tidak boleh lebih rendah dari pandangan dunia. Kita seharusnya menjadi contoh atau teladan bagi sekeliling kita. Jangan sampai orang yang belum mengenal Tuhan menegur kita karena pola hidup kita yang tidak benar atau lebih rendah daripada pola hidup dunia (Galatia 6:14).
  2. Kita harus berada pada posisi yang sama seperti posisi Tuhan. Cara kita menghadapi dunia harus sama seperti cara Tuhan menghadapi dunia. Misalnya mengenai keuangan. Jangan menjadikan uang sebagai tujuan hidup kita.
  3. Pilihlah keputusan yang tepat, yang membawa kehidupan rohani kita selalu menyala.
  4. Jangan melakukan tindakan-tindakan yang menjadikan semua kesaksian Kristen kita menjadi jatuh. Misalnya, kita pergi ke tempat dugem atau coba melakukan penginjilan di area pelacuran.
  5. Kita tidak boleh merusak iman orang yang masih lemah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s