Where There’s a Will, There’s a Way

ps.Daniel Arief Sugianto

Dimana ada kemauan, disitu pasti ada jalan. Seberapa besar kita masih menginginkan visi atau janji Tuhan digenapi dalam kehidupan kita? Tuhan tidak mungkin membuka jalan jika kita sudah tidak menginginkannya. “Di situ ada seorang perempuan yang telah delapan belas tahun dirasuk roh sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak.” (Lukas 13:11) Roh yang merasuk perempuan itu membuatnya tertunduk atau terkulai. Dalam Lukas 13:12, Yesus gusar menghadapi orang yang mudah pasrah dan kehilangan optimistis dalam hidupnya. Berdirilah tegak dan fokus pada Tuhan, karena hal ini yang dapat memuliakan Tuhan. Kabar buruknya, roh yang merasuk dan membuat kita tertunduk itu masih ada hingga sekarang. Tanpa sadar, kita dirasuk oleh roh yang membuat kita mudah minder, dan ini adalah pekerjaan iblis. Namun kabar baiknya, Yesus dengan kuasa-Nya yang dashyat juga masih ada untuk menegakkan kembali hidup kita yang bungkuk, tertunduk, dan terkulai. Ada tiga hal yang membuat perempuan tersebut memperoleh mujizat kesembuhan dari Yesus, diantaranya:

  1. Perempuan tersebut masih memiliki keinginan yang kuat (strong will), ia tidak kehilangan semangat dan antusiasnya untuk disembuhkan Tuhan. Dalam Lukas 13:12-13, perempuan itu merespon panggilan Yesus, ia bergerak menghampiri Yesus sekalipun perempuan yang sudah sakit delapan belas tahun itu punya beribu alasan untuk tidak meresponi panggilan-Nya. Perempuan itu memilih untuk bersikap tenang dan tidak menaruh rasa curiga pada apa yang akan Yesus katakan kepadanya. Selama masih ada kemauan yang kuat, maka Tuhan pasti buka jalan. Tuhan tidak bisa menolong orang yang pasif. Jangan krisis semangat. Tak ada yang sukar bagi Tuhan untuk menyembuhkan yang sakit, tapi Tuhan ingin menguji seberapa antusias kita mengejar apa yang Dia mampu lakukan atas kehidupan kita. Selain keselamatan, maka berkat, mujizat, dan kesembuhan merupakan hasil kerjasama antara kita dengan Allah. Tanpa Tuhan, kita tidak mampu melakukannya, tapi tanpa kita, Tuhan tidak mau melakukannya. Dalam Amsal 18:14, “Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah?” Yang terpenting bukanlah ukuran masalah kita, melainkan ukuran semangat kita. Jaga kesehatan semangat kita, supaya hidup kita dapat memuliakan Tuhan, tinggallah dalam damai, responi panggilan Tuhan, pertahankan harapan kita, dan tetap lakukan bagian kita. Tak ada seorangpun yang dapat menutup pintu, jika Tuhan sendiri yang membuka pintu. Jesus will make a way, if you have a will.
  2. Mujizat terjadi karena hari itu adalah hari Sabat (Lukas 13:14-15). Hiduplah dalam hukum Sabat. Makna Sabat bagi kita menunjuk pada semua hukum yang sifatnya universal, dimana kita menguduskan dan memprioritaskan Tuhan, dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun, tidak terpaku pada hukum Perjanjian Lama lagi, melainkan pada hukum Perjanjian Baru. Kata ‘SABBATH’ dipilah menjadi ‘S’ menunjukkan nama; ‘ABBA’ menunjukkan Bapa; ‘TH’ menunjukan tanda atau materai, sehingga kata ‘SABBATH’ diartikan dengan “my name is Abba. It’s a sign or mark of Father.” Segala sesuatu yang dikuduskan Tuhan dimanapun dan kapanpun, serta menjadi kepunyaan Bapa, maka Dia akan bekerja disana, memagari dan melindunginya dari apapun. Hormatilah Tuhan, maka dimanapun dan kapanpun kita berada, kita sedang memateraikan tempat tersebut. Contoh ketika Tuhan dihormati dalam Kejadian 35:1-2, di Betel, Yakub menggenapi hukum Sabat dengan menghormati Tuhan melalui mezbah (Kejadian 35:5). Jesus respects peoples who have a will, faithful, and make everyday become Sabbath.
  3. Mujizat terjadi karena ia ‘putri’ Abraham (Lukas 13:16). Yesus menghargai status yang perempuan itu pertahankan. Apapun krisis dan pergumulan yang sedang kita hadapi, jika kita memiliki iman, maka iman kita merupakan faktor yang Tuhan akan perhitungkan (Roma 8:35, 39) dan tidak ada satupun hal yang dapat mencegah Tuhan untuk menyatakan kasih-Nya pada kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s