Yeast for the World

ps.Yoanes Kristianus

Ada tiga identitas orang Kristen (Matius 5:13-14), diantaranya:

Salt of the earth, orang Kristen yang menjadi garam dunia. Dua fungsi garam, untuk mencegah kebusukan dan meningkatkan kualitas. Ikan dan makanan yang ditaburi garam akan memperlambat kebusukan. Sebagai orang Kristen dan garam dunia, seharusnya kita berfungsi memperlambat kerusakan dan mencegah kebusukan. Makanan yang ditaburi garam, rasanya lebih gurih dan harganya lebih mahal daripada makanan yang tidak ditaburi garam. Sebagai orang Kristen dan garam dunia, seharusnya kita tidak sekedar eksis, tapi juga berfungsi meningkatkan kualitas. Menjadi baik saja tidak cukup, selain kita tidak berbuat dosa, kita juga harus berbuat sesuatu, meningkatkan sesuatu, sehingga keberadaan kita meningkatkan kualitas lingkungan dimana kita berada. Segala sesuatu yang kita biarkan dan tidak kita kerjakan secara tekun, kualitasnya akan menurun.

Light of the world, orang Kristen yang menjadi terang dunia. Terang berfungsi memberikan kejelasan dan jalan keluar. Sehebat apapun kita, ditengah ruangan yang gelap, kita tidak dapat berbuat apa-apa. Sebagai orang Kristen dan terang dunia, kita berfungsi memberikan kejelasan mengenai pribadi Yesus, kejelasan akan kebenaran, dan kejelasan mengenai jalan keluar.

Yeast for the world, orang Kristen yang menjadi ragi bagi dunia. Nilai hidup kita lebih tinggi dan lebih besar daripada diri Yesus sendiri, sehingga Bapa rela mengorbankan Anak-Nya yang tunggal bagi kita, karena Dia sangat mengasihi kita (Yohanes 3:16). Tuhan memberi perhatian yang begitu besar pada dunia (Yohanes 17:15), berarti Tuhan punya kepentingan pada kita bagi dunia. Jangan lari, jangan pasif bagi kerajaan-Nya, jangan malas dan cuek. Jika Tuhan memiliki kepentingan pada kita, berarti Tuhan akan memelihara kita dan melindungi kita daripada yang jahat. (Filipi 1:21) lakukan apa yang Tuhan katakan dan kerjakan, supaya kita dekat dengan kasih karunia-Nya. (Matius 13:33) ragi berbicara mengenai pengaruh (influence). Cara kerja ragi sama sekali tidak menarik perhatian. Reaksi ragi tidak bersuara, tetapi berdampak, tidak banyak publikasi namun sangat berdampak dan berpengaruh dalam keseharian.  Kekristenan bukan berbicara mengenai agama melainkan trendsetters. Trend lama kelamaan akan berubah menjadi budaya (culture), yaitu nilai, norma, dan atmosfir. Budaya memiliki kuasa untuk mengubah tanpa diketahui orang tersebut. Jika seseorang berada pada sebuah budaya, maka orang tersebut akan terbawa pada budaya tersebut. The cultural paradigm are processes, stories and symbols, power structures, organizational structure, control systems, ritual and routines. Hiduplah dalam nilai-nilai Kerajaan Allah, sehingga orang lain akan terseret dengan sendirinya dalam nilai-nilai Kerajaan Allah untuk melakukan semua Firman yang kita lakukan. Kekristenan bukan berbicara mengenai agama, melainkan panggilan untuk mengubah dunia. Dalam diri kita ada kuasa untuk mengubah dunia. Mewarnai dunia (coloring the world) menuntut kita untuk memiliki warna yang berbeda dengan dunia. Milikilah opposite spirit (roh yang berlawanan dengan dunia), apabila dunia melakukan sesuatu yang tidak baik, maka sebagai orang Kristen, kita harus melakukan sesuatu yang baik, ada roh yang berlawanan, yang membedakan orang Kristen dengan dunia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s