Love Revelation

ps.Yoanes Kristianus

(Matius 22:36-39) Hukum Allah yang utama dan terutama adalah tentang kasih. Hukum terbesar yang Tuhan ajarkan didunia adalah tentang kasih. Ketika kita menginginkan prioritas Allah terjadi dalam hidup kita, kita harus hidup dalam kasih. Sebagaimana Tuhan mengasihi kita, demikianlah Dia rindu kita mengasihi sesama seperti Dia telah mengasihi kita. Love revelation berarti giving our best to make others better (memberikan yang terbaik supaya orang lain menjadi lebih baik). Tolak ukur kasih kita adalah dengan melihat, apakah kita menjadi dampak dimana kita berada. Orang yang bergerak dalam kasih, banyak jiwa akan melihat Tuhan dalam hidupnya dan ia akan menjadi alat-Nya untuk memenangkan banyak jiwa bagi Tuhan melalui kasihnya. Tiga karakteristik orang yang bergerak dalam kasih, diantaranya:

Mencintai dan mengasihi manusia tanpa mengharapkan imbalan (tanpa imbalan, balasan, menuntut sesuatu, mengharapkan tebusan). Dalam Galatia 6:2, “Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.” Ketika kita membantu orang lain tanpa pamrih, sesungguhnya kita sedang menggenapi seluruh hukum Kristus. Saat kasih bekerja dalam hidup kita, kita sedang berjalan dalam seluruh kebenaran Firman Tuhan. Kehadiran Tuhan membawa dampak yang luar biasa dalam hidup kita, maka seharusnya jika kita mengaku anak Allah, kita harus memiliki dampak bagi orang lain. Kita tidak boleh mengharapkan imbalan orang lain, karena tugas kita adalah meringankan beban orang lain, bukan menambah beban mereka. Dengan mempraktekkan love revelation, berarti merupakan bukti ketaatan kita pada perintah Tuhan, memberi kesempatan bagi Tuhan membalasnya pada kita, dan pengakuan bahwa tak ada seorangpun yang sempurna, suatu saat kita pun akan membutuhkan bantuan yang lain.

Mencintai dan mengasihi manusia tanpa membeda-bedakan. Dalam Galatia 6:10, “Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.” Tuhan tidak membeda-bedakan manusia, Dia memberikan hujan, matahari, udara, dan segala yang ada didunia bagi orang percaya maupun orang berdosa. Kita tidak boleh membeda-bedakan dalam mengasihi orang lain. Selagi masih ada waktu, gunakanlah kesempatan untuk berbuat baik sekarang juga.

Mencintai dan mengasihi manusia dengan tidak jemu-jemu (konsisten). Dalam Galatia 6:9, “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.” Yesus mengasihi kita dengan kasih yang kekal, meskipun kita seringkali berbuat dosa, tapi Dia tetap mengampuni kita, bahkan ketika kita menjauh dari-Nya, Dia tetap dekat dengan kita. Lepaskan pengampunan seluas-luasnya pada sesama kita, seperti teladan yang Tuhan telah lakukan. Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena jika sudah tiba waktunya, kita akan menuai apa yang kita tabur melalui kebaikan kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s