Enlarge Your Capacity

ps.Yoanes Kristianus

Capacity berarti kecakapan, kekuatan, kemampuan, muatan. Enlarge capacity berarti kecakapan yang ditingkatkan, kekuatan yang diperbesar, kemampuan yang dikembangkan, muatan yang diperlebar. Ada dua hal untuk memperbesar kapasitas kita, yaitu:

Setiap manusia lahir dengan kemampuan dan kapasitas (Matius 25:15). Kita semua diberi kemampuan (talenta atau benih), tidak ada seorangpun yang tidak diberi kemampuan. Benih adalah potensi, bukan hasil. Potensi berarti kemampuan yang belum dibukakan, kuasa yang tersimpan, kekuatan yang belum tersentuh, keberhasilan yang belum digunakan, karunia yang masih tersembunyi. Dalam diri kita ada benih keberhasilan, keunggulan, kreativitas. Sesungguhnya, keunggulan, keberhasilan bukanlah berada diluar, namun ada dalam diri kita. Jika kita tidak mampu menggali yang terbaik dalam diri kita, maka orang lain akan mempergunakan kita secara maksimal, karena potensi itu terletak dalam diri kita, potensi itu harus digali dan dikembangkan dalam diri kita. Jangan membiarkan benih keberhasilan itu berada dalam kuburan sebelum potensi itu menjadi keberhasilan.

Jangan berhenti belajar berapapun harganya (Matius 25:16-18), kita harus membayarnya, memiliki mental untuk maju, dan memiliki semangat juang. Untuk memaksimalkan potensi, kita harus berusaha memperlengkapi diri kita dengan belajar, supaya potensi itu mendatangkan hasil. Kebanyakan orang merasa puas diri dan malas belajar untuk mengembangkan diri, menggali potensi dalam dirinya, bahkan kebanyakan orang tidak mengetahui potensi yang ada dalam dirinya. Tuhan tidak berkewajiban memberkati orang yang malas bekerja. Tuhan selalu memberkati orang yang rajin. Segala sesuatu yang kita biarkan, kualitasnya cenderung menurun bahkan rusak. Segala hal yang tidak kita gunakan secara maksimal, tidak akan menghasilkan apa-apa. Jangan pernah merasa tidak mampu, bodoh, tidak bisa, sebab percayalah, “Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat,” (1 Korintus 1:27a) Tuhan tidak memakai seseorang karena ia pintar, tapi Tuhan memakai orang yang bodoh dan mau belajar. Tidak ada kata tua untuk belajar, untuk menggali potensi yang Tuhan taruh dalam diri kita, sehingga potensi itu dapat digunakan untuk kemuliaan nama Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s