Character

ps.Andreas Nawawi

(Kejadian 1:26-28) Setiap kita pernah melakukan kesalahan, namun ada kesalahan yang bisa diperbaiki, ada juga kesalahan yang tidak bisa diperbaiki. Hidup ini hanya sekali dan pendek, namun jika kita melakukan yang terbaik, sekali itupun sudah cukup. Sebaik apapun hidup kita, jika tidak memiliki karakter yang baik, kita menjadi tidak berguna. Sebuah palu yang kehilangan kepalanya, akan kehilangan fungsinya. Kerinduan hati Allah dalam hidup kita adalah Dia rindu memberkati kita, kemudian kita beranak cucu, berkuasa, menaklukkan bumi dan segala isinya. Kita harus diberkati Allah terlebih dulu, baru beranak cucu, jangan dibalik, sebab jika dibalik, berkat Tuhan tidak bisa turun atas kehidupan kita. Ironisnya, seringkali banyak orang suka memutarbalikkannya, mereka memutuskan beranak cucu terlebih dulu, setelah itu baru meminta berkat dari Tuhan. Bagaimana kita melakukan hidup yang benar? Lakukan dan atur hidup kita dengan baik, sama seperti yang Tuhan kehendaki. Penuhi, taklukkan, dan berkuasa atas seluruh bumi, berarti kita berkuasa dengan lembut, tidak dengan kekerasan. Sukses yang kita bangun harus sukses yang sesuai dengan cara Tuhan, sehingga dapat menjadi berkat bagi orang-orang disekitar kita.

Kesuksesan tanpa karakter adalah sia-sia. Kata ‘segambar’ berarti dari luar, dan kata ‘serupa’ berarti dari dalam. Saat Tuhan menciptakan manusia segambar dan serupa dengan-Nya, berarti kita diciptakan seperti karakter Tuhan. Penyelesaian atas setiap keterikatan kita akan dosa harus diselesaikan dari dalam. Setiap hari kita harus memutuskan kepada siapa tubuh kita akan diserahkan, apakah kepada Tuhan atau kepada kedagingan kita. Ada dua hal yang harus kita lakukan untuk dapat memiliki karakter-karakter ilahi, diantaranya: Kejujuran. Banyak orang tidak jujur dengan dirinya sendiri bahwa ia sedang memiliki masalah dalam hidupnya, karena itu masalah yang ia hadapi tidak pernah selesai dalam hidupnya (Ibrani 1:3). Hadapkan kelemahan kita dengan kebenaran Kristus. Kita selalu jatuh dalam dosa karena kita memberi kesempatan bagi otak kita untuk kita melakukan dosa. Pada dasarnya, kita diberi kemampuan untuk menentukan yang benar dan tidak, namun jika kadar suara Tuhan itu rendah dalam hidup kita, maka hati nurani kita hanya sanggup memberitahu bahwa hal itu salah. Tapi, jika kadar suara Tuhan itu tinggi dalam hidup kita, maka hati nurani kita sanggup memberikan perintah kepada otak untuk tidak mentaati dosa (Yohanes 8:32). Letakkan kesuksesan kita bukan pada kebenaran kita sendiri, tapi serahkan semua kesuksesan kita dibawah kebenaran Tuhan.

(Yosua 1:8-9) Jika kita memiliki kelemahan, serahkan kelemahan itu ke tangan Tuhan. Darah-Nya sanggup menyucikan hidup kita dan membuat kita menang atas segala kelemahan kita. Karakter adalah dorongan dari dalam untuk melakukan segala hal yang benar. Dasarnya harus dari membaca, merenungkan, dan melakukan Firman Tuhan setiap hari. Karakter terdiri dari kualitas yang mantap yang dibangun setiap hari. Karakter tidak bisa instan atau dilakukan dengan setengah-setengah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s