Membangun Rumah Tuhan

ps.Bambang Jonan

“Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka.” (Keluaran 25:8) Ketika pembangunan rumah Tuhan dimulai, maka kesejahteraan pelayan Tuhan, pelayanan diakonia, dan pelayanan lainnya menjadi tertunda karena semua dana tertarik untuk membangun rumah Tuhan. Namun dari ayat diatas, ada kerinduan Tuhan supaya kita mendirikan rumah kudus bagi-Nya. (Mazmur 90:10) Ketika lanjut usia, maut akan datang menjemput, dan kita akan dibawa ke dua pilihan tempat, yaitu bersama-sama Tuhan dalam kekekalan atau dijauhkan Tuhan dalam kekekalan. Dalam 2 Petrus 3:8, “bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari.” Seandainya umur manusia 100 tahun, maka jam rohani manusia adalah 2,4 jam. Allah tidak ingin kehilangan manusia, Dia rindu tinggal bersama-sama dengan manusia dalam kekekalan. Bagaimana cara membangun rumah Tuhan? (Keluaran 25:1-2) Yang membangun rumah Tuhan adalah mereka yang tergerak hatinya dengan cara memungut persembahan khusus dari mereka. Tuhan akan menggerakkan orang-orang yang secara khusus akan memberikan persembahan bagi pembangunan rumah Tuhan. Ada tiga hal yang diberikan saat seseorang dipilih Tuhan untuk membangun rumah Tuhan, diantaranya:

  1. (1 Tawarikh 22:9) Salomo dinubuatkan akan mendirikan rumah Tuhan dan Dia mendatangkan keamanan, sentosa, serta kesejahteraan baginya dan kerajaannya (1 Raja-Raja 10:23) Raja Salomo melebihi semua raja di bumi dalam hal kekayaan dan hikmat.
  2. (Lukas 7:1-5) seorang perwira di Kapernaum meminta Yesus menyembuhkan hambanya yang sakit. Perwira tersebut berkata, “Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.” (Lukas 7:7b) Yesus menyembuhkan hamba perwira itu karena perwira tersebut memiliki iman yang besar (Lukas 7:9), perwira tersebut menanggung pembangunan Bait Allah (Lukas 7:5).
  3. Daud, seorang pemuji dan penyembah Tuhan, ia tak pernah pulang membawa kekalahan. Daud, seorang mighty warrior. Tapi ketika di dalam rumah Tuhan, ia berkata,“Lihat, seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata kita memandang kepada TUHAN, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita.” (Mazmur 123:2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s