The Most Violent Faith

ps.Philip Mantofa

ps.Philip Mantofa

ps.Philip Mantofa

Maria Magdalena adalah orang pertama yang dipakai Tuhan untuk memberitakan Injil setelah kebangkitan-Nya. Tuhan memilih Maria Magdalena karena gairahnya (Yohanes 20:11). Keberuntungan bergantung pada berkat, bukan pada prestasi. Tuhan mempercayai seseorang dinilai berdasarkan hatinya lebih dulu, kemudian baru Dia menilai dari yang lainnya. Tuhan memakai seseorang bergantung pada bagaimana hatinya meresponi Tuhan, tidak bergantung pada paras atau fasih lidahnya. Maria Magdalena tidak tau bahwa Yesus akan bangkit, namun Maria tetap memiliki hati yang mencintai Yesus sekalipun Dia telah ‘mati’. Karena kerinduan dan gairah Maria yang begitu besar akan Yesus lebih besar daripada gairah para murid-Nya (Maria datang ke kubur Yesus pagi-pagi benar saat orang lain belum terjaga), maka Yesus memilih memakai Maria Magdalena. Gairah seorang wanita seperti ini yang ditiru orang Korea. Orang Korea, apapun profesi mereka, datang ke gereja pukul empat pagi untuk berdoa. Mereka menunjukkan pada Tuhan bahwa apapun tak dapat menggantikan posisi-Nya di hidup mereka. Itu sebabnya orang Korea diberkati Tuhan secara luar biasa. Maria Magdalena merupakan the most violent faith pada zamannya. Ia dipakai dan dipilih Tuhan menjadi penginjil pertama setelah kebangkitan Yesus. Mengapa Maria Magdalena dipilih Tuhan?

Hati Maria Magdalena haus dan lapar. Kita lebih suka menjaga image kita dihadapan Tuhan, daripada menjaga image Tuhan. Sekalipun Raja Daud dicemooh istrinya karena ia menari-nari seperti putri Sion, Daud tidak peduli, ia tidak menjaga imagenya. Daud lebih peduli menjaga image Tuhan. Yohanes 20:12 melambangkan dua bentuk pelayanan, yaitu pelayanan dekat kepala Tuhan (pelayanan mimbar, pengkhotbah). Seringkali kita datang ke gereja hanya melihat siapa yang berkhotbah, bukan datang mencari Tuhan, pusat dari sebuah ibadah. Pelayanan yang dekat kaki Tuhan (pelayanan pujian dan penyembahan). Datang ke gereja harus dengan hati yang haus akan Tuhan. Hanya Dia yang dapat memuaskan kita. Saat kita datang beribadah, bagaimana persiapan kita untuk bertemu Tuhan? Ester mempersiapkan dirinya dengan parfum terbaik selama satu tahun hanya untuk bertemu Raja Ahasyweros semalam. Saat kita mulai meremehkan ibadah, kita sudah menjadikan Tuhan ‘murahan’ dalam hidup kita, itu sebabnya kasih karunia semakin jarang terjadi dalam hidup kita. Persiapkan sungguh-sunguh saat kita datang ke hadirat Tuhan. Maria Magdalena begitu haus akan Tuhan, ia tetap berdedikasi penuh, fokus pada Yesus, dan tidak terpesona dengan kehadiran malakat di sana. Maria Magdalena yang mencari mayat Yesus saja demikian bergairah, namun kita yang mengejar Yesus yang hidup tidak memiliki gairah seperti Maria Magdalena.

Hati Maria Magdalena berapi-api (Yohanes 20:14-18). Sejak zaman Maria Magdalena, barangsiapa suam-suam dihadapan Tuhan, akan dimuntahkan-Nya. Maria demikian berapi-api dan bersungguh hati mencari Tuhan. Memberi sesuatu setengah-setengah, memuji dan berdoa setengah hati, merupakan kekejian di mata Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s