Semua Karena Anugerah-Nya (Galatia 4)

ps.Philip Mantofa

ps.Philip Mantofa

ps.Philip Mantofa

Jika kita memiliki mentalitas yang benar dihadapan Kerajaan Surga, menerima berkat itu mudah, kita tidak perlu fokus pada berkat. Bagaimana mentalitas kasih karunia itu? (Galatia 4:1) Kasih karunia adalah berkat dan mujizat yang dijadikan satu. Jangan meninggalkan ruang ibadah sebelum doa berkat diakhir ibadah, sebab kita didoakan untuk menerima berkat. Mentalitas kasih karunia adalah kita mengerti bahwa kita adalah anak, bukan hamba atau budak. Jangan lekas mengejar berkat. Saat kita menjadi dewasa, berkat sendiri yang akan mengejar kita. Kedewasaan rohani tidak bergantung pada usia jasmani atau seberapa lama kita mengikut Yesus. Banyak dari kita yang sudah bertahun-tahun mengikut Yesus, tapi masih tegar tengkuk dan mengeraskan hati. Kedewasaan rohani tergantung keputusan hati kita, mentalitas seorang anak adalah sebuah pilihan. Tanpa kedewasaan rohani, kita tidak akan bisa menerima warisan Bapa, kita tak ada bedanya dengan hamba, sekalipun status kita adalah anak Allah. Warisan Bapa hanya diberikan pada seorang anak, bukan seorang hamba. Kebanyakan kita berdoa meminta berkat dari Tuhan, namun Tuhan belum memberikan, bukan karena kita tidak layak, sebab jika kita layak, maka itu dinamakan upah, bukan berkat. Tuhan ingin sebelum kita menerima berkat, kita harus memiliki mentalitas seorang anak. (Galatia 4:2-3) Kita harus memiliki hati hamba, tapi jangan kita memiliki mental hamba. Berhati hamba berarti rendah hati. Bermental hamba berarti bebal hati. Tuhan tidak menuntut kita untuk sempurna, tapi saat kita memiliki iman seperti anak kecil saja sudah cukup.

(Lukas 15:29) Mentalitas anak berarti semakin lama menjadi anak, maka kita semakin berhutang budi. Mentalitas hamba berarti semakin lama melayani, maka kita semakin menuntut apa yang akan diperoleh. Salah satu mentalitas hamba adalah merasa dirinya selalu benar. Mentalitas hamba bukan berbicara mengenai atasan atau bawahan (jabatan), tapi apa yang sudah kita lakukan. Evaluasi diri kita dan lihat apa saja yang masih perlu diperbaiki dari hidup kita. Kasih karunia tidak pernah terjadi selama kita menempatkan Yesus di kursi terdakwa. Kasih karunia hanya terjadi saat kita menempatkan Yesus di kursi Tuhan. Seringkali kita mengukur kasih Yesus secara materi, ini yang disebut takluk pada roh-roh dunia. Orang yang tergesa-gesa menghakimi Tuhan tidak akan pernah dibawa Tuhan menjadi besar. Dalam keadaan suka maupun duka, seorang anak akan tetap jadi anak di mata ayahnya. Jika doa kita belum dijawab Tuhan, jangan terburu-buru mengutuki Tuhan. Percaya, Tuhan mempunyai rencana lebih baik bagi hidup kita. Dosa Adam dan Hawa bukan dimulai saat mereka makan buah terlarang, dosa Adam dan Hawa dimulai saat mereka mulai mencurigai Tuhan.

(Galatia 4:4-6; Lukas 15:25-26) Orang yang bermental hamba selalu mudah terpengaruh kata manusia, tidak fokus pada perkataan bapanya. (Galatia 4:7; Lukas 15:31) Mentalitas anak tidak memprotes sana sini. Seorang anak percaya bahwa apapun yang terjadi, ia akan menerima warisan bapanya. Mentalitas kasih karunia adalah membangun hubungan anak dengan Bapa lebih dulu, baru kemudian kita meminta sesuatu pada Bapa. Bapa kita tau apa yang kita butuhkan sebelum kita membuka mulut untuk meminta kepada-Nya. Kepunyaan Bapa adalah kepunyaan kita karena kita anak-Nya. Belajarlah menjadi seorang ahli waris, jadilah anak yang baik. Mulailah dengan rasa memiliki atas apa yang menjadi milik Bapa. Setiap orang adalah anak Allah, tak peduli latar belakang dan agama. Sekalipun Yesus tidak diterima semua orang, Yesus menerima semua orang dan semua orang adalah anak-Nya. Hati anak adalah mempunyai rasa memiliki dengan apa yang menjadi milik Tuhan. Belajarlah menghargai apa yang Tuhan hargai, dan itu jauh lebih berharga dari banyak pujian yang dinaikkan pada Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s