Menang Tapi Kalah

ps.Fransiskus Irwan Widjaja

“Jadi sekarang hai kamu orang-orang kaya, menangislah dan merataplah atas sengsara yang akan menimpa kamu! Kekayaanmu sudah busuk, dan pakaianmu telah dimakan ngengat! Emas dan perakmu sudah berkarat, dan karatnya akan menjadi kesaksian terhadap kamu dan akan memakan dagingmu seperti api. Kamu telah mengumpulkan harta pada hari-hari yang sedang berakhir.” (Yakobus 5:1-3) Keuangan merupakan faktor yang menentukan kehidupan kita hari-hari ini. “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.” (Matius 6:19-21) Ada tiga hal yang menyebabkan harta kita dapat membusuk, dimakan ngengat, dan berkarat, diantaranya:

  1. Upah. Jangan menekan upah orang-orang yang levelnya dibawah kita, dengan dalih supaya keadaan keuangan kita tetap dalam keadaan baik. “Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya. Janganlah engkau berkata kepada sesamamu: Pergilah dan kembalilah, besok akan kuberi, sedangkan yang diminta ada padamu.” (Amsal 3:27-28). Jangan menjadi orang serakah.
  2. Keuntungan gelap. “Siapa loba akan keuntungan gelap, mengacaukan rumah tangganya, tetapi siapa membenci suap akan hidup.” (Amsal 15:27) Keuntungan gelap dapat mengacaukan rumah tangga. Janganlah kita mengambil bunga dari uang pinjaman, karena hal itu merupakan bagian dari keuntungan gelap. (Keluaran 34:6-7) “Nyanyian ziarah. Berbahagialah setiap orang yang takut akan Tuhan, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu! Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu! Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan Tuhan.” (Mazmur 128:1-4) Banyak orang memberi dari tangan orang lain, banyak orang menabur bukan dari jerih lelahnya.  Dalam Alkitab, tercatat ada dua jaminan yang difirmankan Tuhan, diantaranya: baiklah keadaan kita saat kita makan dari jerih lelah kita sendiri, dan baiklah keadaan kita saat kita menghormati orangtua kita. Kerajaan Allah berbicara mengenai kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita. Jangan menjadi orang materialisme. Materialisme cenderung membuat orang berpusat pada dirinya sendiri, menginginkan semua harta dan uang berputar pada dirinya sendiri, dan hanya berpikir ini punyaku, milikku, kepunyaanku.
  3. Mengambil hak orang lain (Amsal 23). Ahab mengambil kebun anggur Nabot. Kekayaan kita tidak akan menjamin keamanan kita. Jabatan dalam pelayanan itu bukan untuk gengsi-gengsian, melainkan untuk menggenapi panggilan Tuhan, karena itu layanilah Tuhan dengan sungguh-sungguh. Dalam 1 Timotius 6:17-18, ukuran Tuhan adalah kemurahan hati (kaya dalam kebaikan, kita harus menjadi orang yang berdampak melalui kehadiran kita sekalipun kita dalam keadaan tidak dapat memberi harta); ucapan syukur (mengucap syukurlah pula dalam kelemahan dan keadaan yang kurang baik sekalipun); jaga mata dan hati kita (jangan membuka celah sekecil apapun, karena celah tersebut akan menghancurkan masa depan kita. Harta berbicara mengenai keinginan mata dan hati). Dalam Amsal 28, jadilah orang yang bisa dipercaya Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s