Win the Battle

ps.Rubin Ong

(2 Samuel 5:17-25) Mazmur 51 menuliskan penyesalan Daud atas dosanya. Daud hidup pada zaman monarki, namun pola pikirnya teokrasi. Daud selalu bertanya pada Tuhan sebelum ia melangkah atau mengambil keputusan. Orang yang diurapi Tuhan pasti diserang iblis, demikian juga dengan Gereja Tuhan yang diurapi, pasti akan diserang iblis, namun Gereja Tuhan yang diurapi sangat besar kuasa-Nya. Baal Perasim, salah satu nama Tuhan, berarti The Master of Breakthrough (Tuhan yang menerobos). Ada dua hal yang dapat kita pelajari dari kehidupan Daud untuk kita dapat memenangkan pertempuran hidup, diantaranya:

Daud selalu bertanya pada Tuhan, mendengarkan jawaban Tuhan, dan melakukannya. Hal ini merupakan salah satu bahasa doa. Tuhan adalah pribadi, sehingga harus ada komunikasi. Tuhan menjawab doa Daud, karena Daud selalu bertanya pada Tuhan. Saat kita bertanya pada Tuhan, berarti kita menaruh perhatian pada-Nya dan hal ini sangat menyukakan hati Tuhan, karena Dia tau bahwa kita peduli pada Tuhan. Dia paling senang dilibatkan dalam kehidupan kita dan Dia juga paling senang membela kita. Tanya pada Tuhan, “Apakah yang menyenangkan hati-Mu, Bapa?” dalam doa kita, karena Dia sudah menyiapkan banyak jawaban bagi kita. Daud memiliki hati yang bertaut pada Tuhan. Melangkahlah jika Tuhan memberi jawaban pada kita. Orang yang bertanya pada Tuhan merupakan ciri orang yang mempunyai kerendahan hati. Jawaban Tuhan atas pertanyaan kita ada empat, yaitu ya, tidak, tunggu, dan diberi jawaban yang lain. Namun, satu hal yang pasti, jika kita bertanya pada Tuhan, Dia pasti menjawabnya. Dalam Kejadian 13:10-13, contoh kisah Lot, bagaimana dampaknya jika salah memilih atau mengambil keputusan dalam hidup, jika tidak bertanya terlebih dulu pada Tuhan. Orang yang bertanya, pasti memiliki kerinduan, kecerdasan, menghargai pribadi yang ditanya, dan imajinasinya kuat. Kembangkan sikap bertanya pada Tuhan, karena bertanya pada Tuhan berbicara masalah hati. Fungsi roh kita adalah penyembahan (fellowship), intuisi (pewahyuan), dan hati nurani.

Daud tidak mengandalkan pengalaman hidupnya, ia mengandalkan Tuhan senantiasa. Sejak masa muda, Daud sudah biasa bertarung dengan singa, ia seorang petarung, namun Daud tidak mengandalkan pengalamannya. Pengalaman bisa menghalangi Tuhan bekerja, karena kita menjadi mudah merasa bangga dengan hidup kita, hal ini akan menjadi berhala yang menakutkan. Dalam kisah pertempuran dengan bangsa Filistin, Daud tidak langsung menghadapi dengan caranya sendiri, ia tetap mengandalkan Tuhan saat menghadapi bangsa Filistin. Survey membuktikan, dalam kehidupan 80% orang sudah tidak berpikir lagi, mereka mengandalkan pengalaman hidupnya. Pengalaman menjadi sesuatu yang berbahaya jika kita tidak mengandalkan Tuhan. Dalam Yohanes 21:2-3, murid-murid Yesus tidak menangkap apa-apa semalaman, meskipun menangkap ikan merupakan keahlian mereka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s