Menjaga Hati

ps.Rubin Ong

“Tugas ini kuberikan kepadamu, Timotius anakku, sesuai dengan apa yang telah dinubuatkan tentang dirimu, supaya dikuatkan oleh nubuat itu engkau memperjuangkan perjuangan yang baik dengan iman dan hati nurani yang murni. Beberapa orang telah menolak hati nuraninya yang murni itu, dan karena itu kandaslah iman mereka, di antaranya Himeneus dan Aleksander, yang telah kuserahkan kepada Iblis, supaya jera mereka menghujat.” (1 Timotius 1:18-20) Kitab Timotius ditulis Rasul Paulus untuk Timotius yang sedang menggembalakan jemaat di Efesus. Jemaat di Efesus adalah jemaat yang luar biasa, selama 300 tahun mempengaruhi Asia dan memenangkan banyak jiwa. Rasul Paulus menasihatkan Timotius agar senantiasa memperjuangkan segala yang baik dengan iman dan hati nurani yang murni. Orang yang memiliki hati yang murni adalah orang yang kuat dalam panggilannya. Iman kita akan tetap kuat dalam segala kondisi masalah yang ada. “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” (Amsal 4:23) Orang yang berhati benar akan sangat mudah untuk memanusiakan manusia lainnya, artinya setiap manusia atau sesamanya dianggap sebagai manusia sederajat dan ia tidak mudah meremehkan orang lain. Dalam tubuh manusia memiliki sistim pertahanan tubuh yang berfungsi kuat menahan hal-hal dari luar tubuh yang akan menyerang tubuh. Tiga bagian penting dalam hidup manusia, yaitu tubuh (berorientasi pada hal-hal fisik), jiwa (berorientasi pada pikiran, perasaaan, kehendak), dan roh kita mencakup tiga unsur: Fellowship, yaitu persekutuan kita dengan Tuhan; Intuisi (pintu pewahyuan), yaitu kita dapat mengetahui sesuatu tanpa belajar; Hati nurani, yaitu kita dapat membedakan yang salah dan yang benar. Jika hati nurani sudah tercemar, maka roh manusia menjadi tumpul dan tidak dapat membedakan yang baik dan yang jahat. Ada dua alasan, mengapa harus menjaga hati?

Mampu membedakan yang benar dan yang salah. Hati adalah sarana Roh Kudus untuk berbicara pada kita. Saat hati kita bersih, kita mampu mendengar suara Roh Kudus yang menuntun hidup kita ke jalan yang benar. Jika hati kita kotor, Roh Kudus tidak akan bertahan dalam hati kita. Hati adalah tempat kediaman Roh Kudus yang harus selalu dijaga kemurniannya, sehingga Roh Kudus dapat terus berbicara dan kita mampu membedakan yang benar dan yang salah. (Mazmur 16:7) Ketika kita melakukan kesalahan dan merasa gelisah, itu adalah salah satu tanda bahwa Tuhan masih memberikan sensitivitas kita akan dosa.

Kunci untuk memenangkan peperangan rohani dalam hidup (2 Tawarikh 16:9). Orang yang sakit hati tidak pernah mampu memenangkan peperangan dalam hidupnya, karena ia mudah marah, iri hati, dan dendam akan keberhasilan orang lain. Hati adalah benteng pertahanan terakhir kita untuk bertahan dalam segala kondisi dan masalah yang dihadapi. Jagalah hati kita dengan sekuat tenaga. Jagalah kemurnian hati kita sebagai rumah kediaman Roh Kudus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s