Memandang Tuhan

ps.Victor Faraknimella

Tak ada janji bahwa segalanya akan berjalan mudah, tapi ada Tuhan yang memudahkan segala sesuatunya (Mazmur 16:8-11). Jika kita memandang Tuhan, kita dapat melihat hal-hal indah yang Tuhan mau kerjakan dalam hidup kita. Rindukan penyertaan Tuhan dalam hidup kita dan pandanglah Dia senantiasa. Pandanglah Tuhan dengan percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, berusaha untuk selalu hidup dekat dengan Tuhan (beribadah, berdoa, memuji Tuhan, dan membaca Firman Tuhan), merindukan Roh Tuhan mengalir memenuhi kehidupan kita (aliran Air Hidup), mengizinkan Roh Tuhan bekerja (saat Roh Kudus bekerja, kita tidak lagi hidup menurut keinginan kita sendiri, karena Tuhan yang bekerja dan berdaulat). Contoh orang-orang yang memandang Tuhan dalam kehidupannya:

Elisa (2 Raja 6:16-17). Elisa selalu menjadi penolong bangsa Israel, sehingga Raja Aram mengepung tempat tinggalnya. Saat Elisa memandang Tuhan, bukan berarti tidak ada lagi persoalan, tapi Elisa menjadi tidak takut menghadapi persoalan (Mazmur 16:8). Normalnya, sebagai manusia kita goyah saat memandang persoalan yang tak terduga dimana kita tidak tau jawabannya, namun jika Tuhan berada bersama kita, tak akan ada yang dapat menggoyahkan hidup kita. Jika kita menaruh persoalan di depan mata kita, maka Tuhan yang besar pun tak terlihat. Pandanglah Tuhan senantiasa. Kita memandang Tuhan yang senantiasa menyertai kita dalam keadaan suka maupun duka, ditengah persoalan maupun tak ada persoalan, Tuhanlah jawaban bagi kita.

Abraham (Kejadian 15:5-6). Sara, istri Abraham yang sudah lanjut usia, pada umur 90 tahun dapat mengandung seorang anak sesuai yang Tuhan janjikan. Tuhan membawa Abraham keluar dari tendanya (berbicara tentang keterbatasan kita) untuk melihat ke langit (melihat ke atas, bukan ke bawah). Pandanglah Tuhan yang Maha Kuasa, Pencipta langit dan bumi. Tuhan dapat hadir dalam hidup kita untuk mengubahkan segala keadaan kita. Bersama Tuhan, jangan berhenti, tapi coba dan maju terus, kegagalan pertama bukan akhir segalanya. Kita memandang Tuhan, karena Dia sanggup memberkati kita.

Para murid Yesus (Matius 14:26-31). Mereka bukan melihat Tuhan, melainkan melihat hantu. Firman Tuhan mengatakan, “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.” (2 Timotius 1:7) Orang yang takut, tidak akan mampu beranjak kemana-mana, ia tak mampu berbuat apa-apa, dan ia tidak bisa maju. Saat Petrus memandang Yesus, ia keluar dari kapal dan mampu berjalan di atas air. Saat angin dan ombak (persoalan) tak kunjung reda, tetap pandang Tuhan, maka kita akan melihat Kemuliaan Tuhan yang luar biasa. Saat Petrus gentar dan tenggelam, ia berseru pada Tuhan, dan Dia dengan penuh belas kasihan langsung menolong Petrus. Kita memandang Tuhan, karena Dia menolong kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s