Semua Karena Anugerah-Nya (Galatia 3)

ps.Philip Mantofa

ps.Philip Mantofa

ps.Philip Mantofa

Sebagian besar berkat yang kita terima dalam hidup ini merupakan kasih karunia Tuhan, bukan karena usaha dan kekuatan kita. Karena itu, kita tidak boleh sombong. Jika kita mau bersyukur, bandingkan diri kita dengan orang-orang dibawah kita. Jika kita mau maju, bandingkan diri kita dengan orang-orang diatas kita. Jika orang-orang diatas kita bisa dipakai Tuhan dan menerima kasih karunia Tuhan, maka kita juga bisa. (Galatia 3:1) Kita dapat menikmati kasih karunia Tuhan, persekutuan dengan Tuhan, dan menikmati iman kita didalam Tuhan, jika mata kita tertuju pada Dia. Apapun yang kita alami dalam hidup, letakkan semuanya di bawah kaki Tuhan dan cari wajah-Nya. Seringkali, kita lebih fokus pada masalah kita, kita ingin masalah kita selesai lebih dulu sebelum kita mencari wajah Tuhan, karenanya kasih karunia susah menemukan jalan masuk kedalam hidup kita karena hati kita yang keras. (Galatia 3:2-4) Jemaat Galatia, sebagian mereka datang pada peristiwa Pentakosta. Paulus mengingatkan bahwa kasih karunia tidak bisa dibeli. Mereka menerima kasih karunia bukan karena usaha mereka, namun karena ‘keluguan’ hati mereka dihadapan Tuhan. (Galatia 3:5) Jangan pernah membeli Tuhan, yang perlu kita lakukan adalah memberi hati kita sepenuhnya, maka Tuhan akan memberkati hidup kita dan melimpahkan kasih karunia-Nya atas kita. Jika kita hanya memberi hidup kita, pelayan full-timer sekalipun masih memiliki satu dua bagian hidupnya yang belum diserahkan pada Tuhan. Jika kita memberi hati, hal ini berbicara mengenai sesuatu yang yang dimiliki saat ini. Jika Tuhan berbicara serahkan hati kita seluruhnya, jangan pernah memberi Tuhan uang kecil, service charge, atau uang tip. Jadilah anak yang taat pada Bapanya dan jangan pernah membatasi Tuhan, karena kita tidak tau apa yang Tuhan mau kita lakukan. Hubungan kita dengan Tuhan dari hati ke hati akan menuntun hidup kita melakukan apa yang Tuhan kehendaki.

Jangan fokus dengan PR dari Tuhan yang harus kita kerjakan, tapi fokuslah membangun hubungan dengan Tuhan. Tuhan memberi kita mujizat bukan karena kita melakukan perintah Tuhan lebih dulu, tapi karena kita percaya pada Dia. Untuk menerima kasih karunia Tuhan, kita harus melakukan apapun yang Tuhan minta kita lakukan. Jangan pernah membatasi sesuatu yang Tuhan mau kerjakan dalam hidup kita. Perintah Tuhan yang utama adalah kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu. Jika kita tidak bisa melakukan perintah Tuhan tersebut, maka kita tidak pernah bisa melakukan perintah-perintah Tuhan lainnya. Jika kita melakukan perintah Tuhan lainnya tanpa kita mengasihi Tuhan, maka kita hanya akan menjadi orang Farisi. (Galatia 3:6-10) Untuk menikmati kasih karunia Tuhan, bukan berbicara mengenai hal yang kita lakukan diluar, tapi berbicara mengenai hal yang ada didalam hati kita, bagaimana hati kita percaya dan terhubung dengan Tuhan. Sebelum Abraham menjadi bapa bangsa-bangsa, ia adalah ayah dari Ishak. Abraham harus mempersembahkan Ishak dan ia melakukannya karena percaya, oleh karena itu Abraham menerima semua perkenanan dan kasih karunia Tuhan dengan gratis. Nikmati kasih karunia Tuhan seumur hidup kita. Jika kita memberikan hati dan hidup kita sepenuhnya untuk Tuhan, maka segala yang menjadi milik Tuhan juga adalah milik kita.

Kita harus mengerti posisi kita dihadapan Tuhan. Kita bukan hamba, tapi mempelai Kristus. Kita tidak bisa menjadi mempelai-Nya jika kita tidak memberikan hati kita sepenuhya pada Tuhan. Ikutlah Tuhan sepenuh hati kita, supaya kita dapat menikmati semua milik Tuhan dengan gratis. Jangan sungkan saat kita meminta pada Tuhan. Saat ada perasaan sungkan, berarti ada dakwaan dalam hidup kita. (Galatia 3:11-12) Tidak ada orang yang hidupnya benar-benar layak dihadapan Tuhan untuk melakukan kehendak-Nya. Tuhan lebih suka kita datang meminta pada Tuhan, daripada kita meminta pada allah lain. Jika kita melihat orang lain diberkati Tuhan, kita juga bisa diberkati Tuhan. Mental membanding-bandingkan berkat Tuhan dalam hidup kita adalah kutuk hukum Taurat. Jangan pernah menuntut dan memerintah Tuhan, sebab itu bukan kunci menerima kasih karunia. Kunci menerima kasih karunia adalah posisi kita dibawah dan hati kita percaya pada Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s