Semua Karena Anugerah-Nya (Galatia 3)

ps.Philip Mantofa

ps.Philip Mantofa

ps.Philip Mantofa

Tuhan kita adalah Tuhan yang rela turun tangan untuk ‘mengotori’ tangan-Nya dengan masalah kita. Tuhan tidak bisa bekerja dalam hidup kita, jika kita mengeraskan hati. (Galatia 3:13-14) Menjadi orang Kristen adalah anugerah, semula kita tidak layak, tapi Tuhan melayakkan kita. Banyak orang ingin melayani dan minta pertolongan Tuhan, tapi mereka merasa belum layak, berarti mereka percaya pada Tuhan, namun kurang percaya pada dirinya sendiri, orang-orang seperti itu sulit menemukan kasih karunia. Jangan tunda untuk menyembah Tuhan dengan segenap hati. Jika agama mengajarkan kita untuk melakukan, maka Tuhan mengajarkan kita untuk menyelesaikan. Semua berkat Tuhan tidak terjadi karena jerih payah kita, tapi karena kasih karunia Tuhan. Sifat kasih karunia itu rajin. Kasih karunia Tuhan tidak melenyapkan kepentingan untuk bekerja. Hasil pekerjaan kita, saat kasih karunia campur tangan, hasilnya akan melampaui segala usaha manusia yang semata-mata tidak bisa mencapainya. Kasih karunia tidak melenyapkan kepentingan untuk berdoa. Kasih karunia membuat kita berdoa lebih lagi untuk perkara-perkara yang mustahil. Kita tau, bukan air mata kita yang mendatangkan mujizat, tapi semua karena janji-Nya. Bukan karena doa puasa kita, tapi karena Tuhan kita baik. Ketika kita bekerja dan berusaha dan kita mendapatkan segala yang manusia seumur hidup bekerja tidak bisa dapatkan, itulah kasih karunia dari Tuhan. Promosi kita tidak datang dengan sendirinya. Aplikasinya sederhana, tetaplah rendah hati dihadapan Tuhan, bukan karena kepintaran atau fasih lidah kita. Pandanglah janji Tuhan, bukan kemampuan kita.

Jangan membaca Alkitab atau datang menyembah Tuhan sebagai suatu kewajiban, tapi karena itu merupakan hak kita. (Galatia 3:15) Tidak ada apapun yang kita lakukan yang dapat mengubah cinta Tuhan pada kita. Semakin kita tidak layak, jangan berlari menjauh, namun semakin berlari mendekat dan meminta pengampunan. Semakin kita menjauh, semakin kita tidak bebas dari dosa yang mengikat kita. Fokuslah pada apa yang Yesus telah lakukan atas hidup kita. Jika kita ‘jatuh’, cepat datang pada Tuhan dan minta ampun. Bahkan, Tuhan sudah mengampuni kita sebelum kita meminta pada-Nya. Perbedaan iblis dengan Tuhan: jika Tuhan selalu tepat waktu, iblis tidak tepat waktu. Orang yang kerasukan iblis, saat orang lain bekerja, ia tertidur dan saat orang lain tertidur, ia terjaga. Tuhan menerima dan mengampuni kita, sedangkan iblis mendakwa kita. Jawaban kita terhadap iblis akan menentukan apakah kita semakin menjauh dari Tuhan atau mendekat pada-Nya. Saat kita menyerah dan pada dakwaan iblis, maka semua yang Tuhan telah kerjakan dalam hidup kita seolah menjadi sia-sia. Bagaimana mungkin kita sengaja berdosa, padahal misi hidup kita untuk memuliakan Tuhan. Tunjukkan pada iblis bahwa hidup kita bukan pendosa lagi, sebab kita adalah anak Allah. Sekalipun kita jatuh tujuh kali, kita dapat bangkit tujuh kali, sebab Tuhan pasti menerima kita.

Berakarlah pada apa yang Tuhan telah lakukan, bukan pada apa yang kita lakukan. (Galatia 3:16-18) Tanpa perlu mengakuinya, semua orang tau bahwa hidup kita tidak layak. Saat kita mengakui iman kita, maka banyak hal-hal besar yang terjadi didalam hidupnya. (Galatia 3:19-26) Hukum Taurat sesungguhnya ditujukan bagi orang-orang yang suka memanipulasi, contoh: orang yang suka berzinah, setelah bertobat, ia berzinah, seolah hukum Taurat dianggap sebagai rasa aman bahwa dosanya selalu diampuni sekalipun ia berbuat dosa berkali-kali. Kita masuk ke Surga bukan karena kebaikan atau perbuatan kita, semua hanya karena kasih karunia. Sebelum kita masuk ke Surga, Tuhan akan memastikan semua dosa kita dihabisi dan dilucuti, dan akhirnya kita dapat berkata bahwa Tuhan adalah satu-satunya jalan dan itulah kasih karunia. (Galatia 3:27-29) Kasih karunia seolah-olah mengangkat kita ke sebuah posisi yang lebih unggul daripada yang lainnya. Karena Tuhan telah memberikan kita kasih karunia, janganlah kita menjadi lengah dan jatuh dalam dosa. Kasih karunia Tuhan bukan merupakan tiket gratis untuk kita bebas berbuat dosa. Saat kita sudah diterima Tuhan, untuk apa kita bersusah-susah dan bersakit-sakit untuk menjadi seorang pemenang. Jika kita sudah menang dan berada di posisi depan, larilah lebih kencang dan nikmatilah hidup ini, sekalipun masalah kita belum selesai, sebab kasih karunia Tuhan sudah membuat kita selangkah di depan. “Lanjutkanlah kasih setia- Mu bagi orang yang mengenal Engkau, dan keadilan- Mu bagi orang yang tulus hati!” (Mazmur 36:11) Saat kita mengetahui kunci kasih karunia, mata kita hanya tertuju pada Tuhan, maka kemanapun mata kita melihat dan kaki kita melangkah, Tuhan akan membawa kita ke padang yang berumput hijau dan air yang tenang. Hitunglah berkat kita satu persatu, maka kita akan seperti tembok yang tidak bisa ditembus, justru Tuhan akan semakin meningkatkan berkat-berkat-Nya atas kehidupan kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s