Semua Karena Anugerah-Nya (Galatia 1)

ps.Philip Mantofa

ps.Philip Mantofa

ps.Philip Mantofa

Mujizat harus menjadi hal biasa bagi orang Kristen, bukan menjadi terbiasa lalu meremehkannya. Galatia merupakan nama sebuah tempat yang saat ini dikenal sebagai negara Turki. Kitab Galatia ditulis saat usia kekristenan Rasul Paulus sekitar 15 tahun. Rahasia kemenangan kita dalam Kristus adalah bagaimana kita berserah pada Tuhan dan semua terjadi karena anugerah-Nya. Orang Kristen di Galatia waktu itu sedang berada dalam bahaya karena munculnya ajaran-ajaran yang lebih banyak tergantung pada kita dan segala yang kita kerjakan, padahal kekristenan sejati adalah mengenai Tuhan Yesus, bukan tentang kita. (Galatia 1:1) Jangan pernah merasa bahwa kita harus hidup saleh dan layak terlebih dulu untuk dapat menerima berkat dan perkenanan Tuhan. Kita harus percaya bahwa kita hidup di bawah langit yang terbuka. Jangan pernah berpikir bahwa langit itu tembaga dan tanah itu besi. Semakin kita bergumul dengan kekuatan sendiri, kita akan semakin tenggelam. Jika Paulus yang dulunya penganiaya orang Kristen bisa diterima Tuhan, berarti kita pun dapat diterima-Nya, tak peduli seperti apa keadaan kita. Musa pernah membunuh orang Mesir; Daud mengambil istri orang dan membunuh suaminya dengan konspirasi; meskipun demikian, Musa dan Daud tetap dikasihi, dipilih, dan diurapi Tuhan. Tidak ada dosa yang terlalu melekat dalam diri kita yang tidak dapat dibersihkan Tuhan. Jika Tuhan menghapus dosa, Tuhan tidak memilih dosa yang ringan. Tuhan memilih dosa yang paling berat dan paling kotor sekalipun, supaya yang dosanya tidak seberapa jangan merasa tertuduh terus menerus. Tuhan Yesus dan Allah Bapa bekerjasama menghadirkan kasih karunia dalam hidup kita. Sejak Yesus memberikan nyawa-Nya bagi kita di atas kayu salib, Allah Bapa tidak lagi melihat kita, tapi Allah Bapa melihat Yesus yang ada di dalam kita

(Galatia 1:2-5) Kita tidak pernah bisa membeli kasih karunia dengan usaha kita sendiri. Semua promosi datangnya dari kasih karunia dan kehendak Allah, semua datang bukan karena usaha kita. Saat kita setia dalam perkara-perkara kecil, kita berjalan dalam hadirat Tuhan terus menerus, dan kita dekat dengan Tuhan, maka Dia akan menunjukkan kasih karunia-Nya. Jangan termotivasi mengejar kasih karunia, namun biarlah kasih karunia itu yang memotivasi kita untuk senantiasa melakukan perkara-perkara yang Tuhan percayakan didalam hidup kita. Hidup kita tidak mengalami berkat dan mujizat Allah, karena kita hanya fokus dengan apa yang kita kerjakan. Prinsip seperti itu bukanlah prinsip hidup dalam kasih karunia Tuhan. Orang yang hidup dalam kasih karunia Tuhan, berarti hidup bergantung sepenuhnya pada Dia. Jika mujizat tidak terjadi, bukan karena nama Yesus tidak mempunyai kuasa, yang jadi masalah adalah kita yang tidak percaya dengan kuasa nama Yesus. Ironinya, banyak kita mulai berubah. Saat pertama menerima keselamatan, kita percaya menerima kasih karunia itu, namun sekarang, seolah rasa percaya saja menjadi tidak cukup, seolah kita perlu melakukan usaha lainnya lebih dulu untuk kita hidup diberkati Tuhan. Berhenti berusaha membeli kasih karunia Allah, nikmatilah kasih karunia Allah dalam hidup kita.

Ada orang yang mengalami jenuh rohani karena ia terbelit dengan setiap usaha diri sendiri untuk mendapat kasih karunia Allah. Karena itu, tidaklah heran bahwa oksigen Surgawi semakin tipis dalam hidup kita, karena kita semakin menjauh dari hadirat Tuhan. Saat kita beribadah, nikmatilah hadirat Tuhan dengan berfokus kepada Tuhan. Sekalipun kita perlu beristirahat dari waktu ke waktu, bukan berarti kita berhenti bekerja. Jika kita perlu beristirahat, beristirahatlah. Tuhan memberikan berkat pada orang-orang yang dicintai-Nya pada waktu ia berserah (Mazmur 127). Saat kita tidak memiliki hubungan yang baik dengan Kristus, maka berkat Tuhan tidak akan pernah tinggal dalam hidup kita. Jangan bersandar pada kekuatan kita sendiri. Fokuslah pada Yesus. Berkat itu baru tinggal dalam hidup kita, saat kita mulai mengakui Tuhan. Apapun yang terjadi dalam hidup kita, ada rencana Tuhan didalamnya. Tuhan izinkan semua terjadi dalam hidup Paulus, karena Tuhan sedang mempersiapkan Paulus untuk setiap pelayanan kerasulan yang akan ia hadapi. Saat kita berdoa, mata rohani kita dibukakan untuk menerima wawasan Allah tentang apa yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi. My life is not a waste of time. Segala hal yang kita alami dimasa lalu merupakan masa persiapan Tuhan bagi hidup kita saat ini. Segala hal yang kita pelajari dalam hidup kita saat ini merupakan persiapan Tuhan bagi masa depan kita nanti.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s