Mengenal Tuhan

ps.Andreas Soestono

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16) Banyak orang menerjemahkankan kata ‘hidup yang kekal’ berarti bahwa hidup kita tidak akan dihukum lagi, kita tidak akan masuk kedalam neraka, kita tidak akan menderita ketika meninggal dunia. Terjemahan tersebut tidak salah, tapi ayat ini tidak berbicara dalam lingkup arti yang sempit seperti itu, bahwa kita dapat terbebas dari penghukuman, tidak masuk kedalam neraka, dan pasti masuk Surga. Yohanes 3:16 berbicara mengenai suatu pengertian yang lebih dalam, lebih luas, lebih dari yang kita mengerti.

“Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.” (Yohanes 17:3) Kata ‘hidup yang kekal’ dalam ayat tersebut berarti kita benar-benar mengenal Tuhan sebagai satu-satunya Allah yang benar. Seringkali kita kuatir dengan perkara kecil, kita kuatir kekurangan makanan dan minuman, padahal Tuhan memberi kita sesuatu yang jauh lebih penting dan berharga. Nafas adalah salah satu yang berharga yang Tuhan berikan bagi kita. Dia memberi pada kita jauh lebih dari yang kita pikirkan dan doakan. “Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita,” (Efesus 3:20) Jika untuk nafas yang mahal pun Tuhan sediakan, maka Dia pasti akan menyediakan bagi kita makanan dan minuman, bahkan burung di udara pun Tuhan pelihara dan tak kekurangan makanan. Kenalilah Tuhan. Menjadi Kristen bukan berarti kita mengenal Tuhan sebatas pengetahuan. Dalam Kejadian 4:1, kata mengenal Tuhan itu sama maknanya seperti suami mengenal istrinya dan istri mengenal suaminya. Tuhan rindu kita memiliki keintiman dengan Dia, karena keintiman menghasilkan buah.

Ada lima tingkatan manusia menurut Efesus 4:28, diantaranya:

  1. Pencuri, merupakan tingkatan manusia terendah. Pencuri diartikan sebagai karakteristik orang yang maunya hidup nyaman tanpa bekerja.
  2. Pencari, merupakan level kedua yang tingkatannya lebih baik daripada pencuri. Karakteristik ‘pencari’ mencari sesuatu untuk memberi.
  3. Pemberi, merupakan karakteristik orang dewasa yang mulai bertanggungjawab, hal ini dibuktikannya dengan memberi.
  4. Penikmat, dalam Pengkhotbah 2:6, Tuhan memberikan sesuatu pada kita untuk dinikmati, namun ada beberapa orang yang tidak memiliki karunia untuk menikmati hidup. Mereka membatasi pemberian Tuhan yang tidak terbatas, karena mereka tidak dapat menikmati hidupnya.
  5. Pengucap syukur (Filipi 4:6). Dua pertiga isi doa Bapa kami mengungkapkan pujian dan pengucapan syukur. Bapa di Surga adalah Bapa yang senang jika kita bisa berterima kasih pada Dia. Kehidupan yang paling hebat adalah ketika kita mampu bersyukur, karena kita memiliki pengenalan yang benar akan Tuhan. Orang yang tau bersyukur dari awal hingga akhir hidupnya, tak pernah hidup dalam kekuatiran. Mereka tak menguatirkan perkara makanan dan minuman (perkara yang paling rendah). Bersyukur adalah hal tertinggi yang Tuhan rindukan dari kita. Orang yang hidup dalam kekuatiran dan ketakutan adalah mereka yang tidak memiliki pengenalan yang benar akan Tuhan, hidupnya tidak intim dengan Tuhan. Dalam Mazmur 16:11, “Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.” orang yang semakin mengenal Tuhan, hidupnya akan semakin dipenuhi damai sejahtera. Hati yang gembira adalah obat. Perkatakanlah hal-hal yang positif senantiasa sesuai dengan Firman. Jangan memperkatakan perkataan-perkataan yang negatif. Semakin kita mengenal Tuhan, maka semakin kita bersukacita dan ada damai sejahtera.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s