The Kingdom Rest Area

ps.Mohammad Riza Solihin

Sia-sialah semua yang kita capai apabila pada waktu-waktu terakhir, kita jatuh dan gagal. Kiranya kita setia sampai akhir. Saat kita berjalan menuju garis akhir, ada fasilitas-fasilitas Surgawi yang Tuhan sediakan untuk kita pergunakan. Kasih karunia bukan memperpendek tujuan, tapi kasih karunia adalah fasilitas yang Tuhan berikan untuk kita mencapai tujuan akhir. Rest area (tempat peristirahatan) adalah fasilitas kasih karunia, tidak memperpendek perjalanan kita menuju tujuan akhir, namun fasilitas itu menyegarkan kita kembali. Dalam Matius 4:25 dan Matius 5:1, kata ‘berbondong-bondong’, dalam Bahasa Inggris menggunakan kata‘great multitudes’ (multiplikasi jumlah yang demikian cepat). Kabar mengenai Yesus cepat sekali tersebar karena mujizat-mujizat yang telah Dia lakukan. Semakin tersebar kabar mengenai Yesus, Dia naik ke atas bukit, mengundurkan diri dari orang banyak dan mencari waktu khusus dengan Bapa di Surga (Lukas 5:15-16). Yesus tidak pernah kehabisan energi, mujizat, kemuliaan, tapi Dia mengetahui kapan Diri-Nya harus berhenti. Dia berhenti sejenak dari kesibukan pelayanan-Nya dan menyediakan waktu khusus dengan Bapa di Surga. Yesus tau, suatu hari kelak, Dia akan mengalami kesunyian dan kesendirian, orang-orang yang saat ini memuji-Nya dan berseru, “Hosana,” suatu hari kelak akan meninggalkan-Nya, dan puncak kesunyian adalah saat Yesus berada di atas kayu salib dan berkata, “Eli, Eli, Lama Sabakhtani” (Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku). Yesus ketika berada didalam dunia, Dia 100% Allah dan 100% manusia. Saat Dia menjadi manusia, Dia pun bisa merasa ‘galau’, saat itulah Dia ingat selalu tersedia rest area, tempat peristirahatan dengan Bapa di Surga. Tidak perlu menunggu pulang ke Rumah Bapa untuk beristirahat, karena selama tugas kita didunia belum selesai, kita mempunyai fasilitas Surgawi, yaitu tempat peristirahatan dengan Bapa di Surga. Di rest area inilah tersedia semua yang kita perlukan, perlindungan yang sempurna dari Tuhan.

Mazmur 91:1-2, “Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada Tuhan: Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.” Bersyukurlah jika pada suatu ketika, kita dihadapkan dalam kesendirian, masuklah dalam tempat peristirahatan, tempat rahasia dengan Bapa di Surga. Saat kejenuhan muncul, jangan mengambil keputusan untuk ‘pulang’ ke Rumah Bapa, karena masih tersedia rest area dari Bapa di Surga. Meskipun kehidupan ini mengkonsumsi banyak energi, tetap jalani dengan setia hingga garis akhir. Dalam Kejadian 2:2-3, Allah yang tidak terbatas, tau waktunya kapan Dia harus berhenti. Banyak orang Kristen yang tidak tau kapan waktunya ia harus berhenti. Ketika kita berhenti, hal itu bukan berarti suatu kemunduran, melainkan suatu konsolidasi untuk kita dapat meraih sesuatu yang ada di depan kita. Rest area bukanlah kemunduran, berlibur untuk beristirahat bukanlah pemborosan, melainkan investasi. Dalam Kejadian 2:3, saat perhentian itu, Allah menguduskan. Perhatikan quality of life kehidupan rohanimu. Jangan lewatkan waktu-waktu perhentian kita dengan Bapa di Surga setiap hari. 1 Petrus 4:7, “Jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.” Ayat tersebut tidak mengatakan: berdoalah supaya kamu menjadi tenang, tapi kita yang harus menjadi tenang supaya dapat berdoa. Kiranya kita semakin bergairah untuk berada dalam rest area (tempat peristirahatan), secret place (tempat rahasia), untuk menikmati secret time (waktu rahasia dengan Bapa di Surga).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s