Kesempurnaan

ps.David Tjakra Wisaksana

“Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.” (Matius 5: 48) Tahun 2013 adalah tahun pemulihan seutuhnya. Visi Tuhan tentang pemulihan seutuhnya berbicara mengenai kesempurnaan, artinya kita harus sempurna, sama seperti Bapa kita di Surga juga sempurna. Kata ‘sempurna’ (perfect), berarti kita memiliki tujuan menuju kesempurnaan. Untuk mencapai kesempurnaan, Firman Tuhan mengajarkan bahwa kita harus  melepaskan segala sesuatu yang mengikat kita. Firman Tuhan menuliskan kisah seorang anak muda kaya yang bertanya pada Tuhan, syarat mengikut Tuhan, dan Dia menjawab, lepaskan kekayaanmu dan ikutlah Aku. Ternyata, anak muda itu tidak bisa melakukannya. Untuk melepaskan segala yang mengikat hidup kita dibutuhkan kuasa Tuhan untuk menolong kita. Bagi bangsa Israel, ada 613 hukum yang mengikat. Jika ada satu hukum yang tidak dilakukan, akan membatalkan keseluruhan hukum yang kita lakukan. Hal itu menunjukkan, tak ada seorangpun yang sanggup melakukan seluruh hukum Tuhan, karena satu-satunya pribadi yang sanggup melakukannya hanyalah pribadi Tuhan.  I’m not perfect, artinya manusia tidak bisa sempurna. Alat yang dipakai Tuhan untuk kita sampai pada the next level adalah proses. Proses berbicara mengenai masalah atau pergumulan dalam kehidupan kita. Saat bersama Tuhan, kita akan diberikan kemampuan dan kesanggupan untuk melewati proses seberat apapun dan kita tampil menjadi pemenang. Bagaimana kita mencapai kesempurnaan?

Kita harus hidup dalam kasih Tuhan (1 Yohanes 4:11-12). Kita harus mengasihi Tuhan dan sesama. Kasih manusia adalah kasih yang menuntut, ada unsur timbal balik, sedangkan kasih Tuhan adalah kasih tanpa syarat. Kasih Tuhan yang diberikan tanpa syarat, akan memampukan kita untuk hidup dalam kasih, karena kasih membawa kita sampai pada kesempurnaan. Kita harus hidup dalam karya Roh Kudus (Efesus 1:13-14). Hanya melalui karya Roh Kudus, kita akan sampai pada kesempurnaan. Jaminan Allah adalah pribadi Roh Kudus. Kita harus mengikuti pribadi Roh Kudus, karena pribadi ini sangat lembut dan luar biasa. Terkadang kita sebagai manusia hanya mengikuti kemauan diri sendiri, manusia lama kita terkadang sukar ditaklukkan oleh Roh Kudus, sehingga Roh Kudus tidak bisa berkarya dalam hidup kita. Kepenuhan Roh kudus harus terjadi dan harus kita kejar, yaitu dengan hidup intim dengan Tuhan, seperti yang Tuhan firmankan dalam Efesus 3:19, “dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.” Kita harus hidup dalam iman (Yohanes 16: 7-8). Iman adalah kunci mencapai kesempurnaan. Dosa yang terjadi diakhir zaman, yaitu dosa ketidakpercayaan. Tanpa iman, kita tidak berkenan dihadapan Allah. Manusia diakhir zaman akan lebih banyak menggunakan logika, mereka percaya bahwa segala yang mereka lakukan dan kerjakan bukanlah berdasarkan iman, melainkan mengandalkan sesuatu yang kelihatan dan pikiran-pikiran manusia. Firman Tuhan mencatat kata ‘iman’ dituliskan sebanyak 528 kali, hal ini membuktikan betapa pentingnya iman bagi kehidupan orang percaya. Dosa kedua yang terjadi diakhir zaman, yaitu dosa penghakiman. Jangan menghakimi, biarkan Tuhan yang bekerja dan berkarya bagi mereka yang tidak hidup dalam kebenaran. Penghakiman hanya milik Tuhan, bagian kita adalah berusaha hidup dalam kepenuhan Roh Kudus. Roh Kudus menuntun kita dalam kebenaran, artinya Dia mati, duduk di sebelah kanan Allah Bapa, dan Dia akan kembali untuk kita. Kebenaran juga berarti Roh Kudus datang dan tinggal diam dalam hidup kita, karena Roh Kudus akan berkarya, menolong, mengingatkan, menghibur, dan menuntun kita sampai pada kesempurnaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s