Mengucap Syukur

ps.Hanny Andries

“Dan janganlah kita mencobai Tuhan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka mati dipagut ular. Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut. Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba. Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh! Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” (1 Korintus 10:9-13) Ketika kita bersungut-sungut, kita telah mencobai Tuhan. Masalah yang kita hadapi dalam kehidupan ini adalah hal yang biasa, karena itu jangan pernah menyerah. Hal pertama yang dapat kita lakukan untuk mencapai tujuan Allah adalah dengan mengucap syukur dalam segala hal. Kita mengeluh saat kita mulai meragukan janji-janji Tuhan digenapi dalam kehidupan kita. Kita melihat kenyataan yang dihadapi saat ini tidak sesuai dengan segala yang kita harapkan dari janji-janji Tuhan. Ketika fokus kita tertuju pada hal-hal yang negatif, maka akan muncul keluh kesah. Ketika fokus kita tertuju untuk berpikiran secara positif, maka kita akan senantiasa mengucap syukur. Kita sedang bergerak menuju destiny kita, yaitu: kita berada didalam Kerajaan Surga bersama dengan Bapa. Untuk menuju ke sana, kita akan dihadapkan dengan berbagai masalah atau rintangan dalam hidup, namun kita harus terus bergerak dengan senantiasa mengucap syukur. Roh Kudus beserta kita dalam menghadapi segala persoalan hidup.

“Jikalau engkau berbaring, engkau tidak akan terkejut, tetapi engkau akan berbaring dan tidur nyenyak. Janganlah takut kepada kekejutan yang tiba-tiba, atau kepada kebinasaan orang fasik, bila itu datang.” (Amsal 3:24-25) Tahun 2013 adalah tahun pemulihan seutuhnya, maka ketika kita menghadapi hambatan-hambatan hidup, janganlah kita terfokus pada pintu-pintu yang tertutup. Perhatikanlah sekeliling kita, maka ada jendela-jendela yang terbuka bagi kita. Belajarlah dari kisah Zakheus yang rindu melihat pribadi Tuhan Yesus. Banyak hambatan yang dihadapi Zakheus untuk berjumpa dengan Yesus, namun ia tidak menyerah. Taruhlah mimpi ilahi dalam diri kita seperti Zakheus yang ingin melihat Yesus. Karena, dengan mimpi tersebut, Zakheus bertindak sesuai dengan rencana, ia naik ke atas pohon. Janganlah kita hanya mengandalkan iman, namun kita pun harus memiliki rencana dan sasaran dalam perencanaan kita tersebut, kita jalankan rencana tersebut dalam kehidupan kita dengan doa dan iman hanya kepada Yesus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s