Menantikan Tuhan

ps.Hanny Andries

“Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.” (Matius 24:14) Ada tiga berita penting yang disampaikan dalam Injil Kerajaan, yaitu berita tentang Kerajaan dan Sang Raja, Kuasa Sang Raja, serta Kemuliaan Sang Raja. Tuhan adalah Raja segala raja. Ketika kita berbicara mengenai kerajaan, kita tidak dapat lepas dari sosok sang raja dengan segala kuasa dan kemuliaannya. Sebagai orang Kristen, kita harus dapat mengimpartasi dan memanifestasikan kemuliaan Tuhan dalam pribadi dan kehidupan kita. Saat ini, Tuhan sedang mempercepat pemulihan segala sesuatunya di muka bumi, supaya kemuliaan Tuhan dinyatakan atas semua manusia (Habakuk 2:14). “Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” (Yesaya 40:30-31) Akhir-akhir ini, banyak diantara kita, baik orangtua maupun muda yang menjadi lesu dan lelah menantikan janji Tuhan, karena fokus mereka adalah pada janji Tuhan, bukan fokus pada Tuhan, Sang Pemberi Janji. Hal ini yang menjadikan kita berhenti berdoa ketika kita merasa bahwa tidak ada jawaban dari doa yang kita naikkan. Saat kita menantikan Tuhan, kita menantikan kemuliaan dan kuasa-Nya dinyatakan. Dalam Amsal 23:7, “Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia. Silakan makan dan minum, katanya kepadamu, tetapi ia tidak tulus hati terhadapmu.” tantangan yang kita hadapi adalah pikiran kita sendiri. Amsal 23:7 menggambarkan bahwa kita adalah apa yang kita pikirkan. Iblis seringkali membelokkan pikiran kita dengan cara mengintimidasi dan menipu. Banyak dari kita yang tetap berdoa, padahal dalam hatinya selalu berkata tidak mungkin.

Untuk dapat menjaga pikiran kita, seperti tertulis dalam 1 Petrus 4:7, “Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.” Rasul Petrus mengajar kita untuk tetap tenang dan menguasai diri, supaya kita dapat berdoa. Jawaban dari setiap pergumulan kita adalah doa, karena doa yang diucapkan orang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya. Doa mampu menerobos hal-hal yang kelihatannya mustahil. Saat kita berada dalam ketidaktenangan, doa kita juga akan menjadi salah, kita menjadi tidak peka mendengarkan suara Tuhan. Mari ubah pola pikir kita dalam menantikan Tuhan, kuasailah diri dan pikiran kita, serta tinggal tenang didalam Tuhan, supaya kita dapat berdoa dengan benar dan senantiasa menantikan Tuhan, maka kuasa dan kemuliaan-Nya akan dinyatakan dalam kehidupan kita. “Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya.” (1 Yohanes 5:14).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s