The Authority of Holy Spirit

ps.David Crabtree

Tuhan tidak pernah puas dengan jemaat yang stagnan, Dia selalu ingin kita bergerak. Pada zaman Musa, Tuhan menuliskan perintah-perintah-Nya melalui dua buah loh batu. Dia memberikan hukum Taurat pada zaman dimana orang-orang tidak memiliki iman. Iman merupakan pribadi Tuhan sendiri. Kedatangan Sang Iman membawa suatu sistim pemerintahan baru yang dilandaskan oleh iman. Jika pada zaman Musa menggunakan hukum Taurat, maka pada zaman Pentakosta, Tuhan menyampaikan sesuatu melalui kehadiran Roh Kudus didalam diri kita. Kasih karunia dalam pribadi Yesus adalah kemurahan yang sebenarnya pantas Dia terima, suatu hadirat Bapa yang memberdayakan Yesus secara pribadi. Kasih karunia akan diterima pula oleh kita yang hidupnya dipenuhi Roh Kudus, dimana Roh Kudus akan memberdayakan hidup kita secara pribadi. Kemuliaan Tuhan ada di Gunung Sinai pada zaman dahulu, tapi pada zaman sekarang kemuliaan Tuhan tidak akan ditemui disana. Carilah Tuhan dalam konteks kekinian-Nya. Tuhan dan Roh Kudus itu berbicara mengenai pribadi present tense (masa sekarang), bukan past tense (masa lalu).

Dalam 2 Korintus 3, saat pikiran rohani kita tumpul, kita tidak akan dapat menerima pewahyuan. Ada tirai yang menutupi dan menghambat kita memperoleh pewahyuan itu. Tirai tersebut harus dibuka dan disingkapkan, karenanya kita harus senantiasa bergerak dan melekat pada pribadi Roh Kudus. Roh Kudus adalah Allah yang membawa kuasa Ilahi didalam hidup kita. Andalkan Yesus dan Roh Kudus senantiasa, karena Roh Kudus pula yang mampu membawa kita beralih dari zaman Pentakosta lama ke suatu era Pentakosta baru. Zaman Pentakosta adalah zaman iman, dimana pemerintahan Allah berdiam atas kita. Dalam Roma 8:1, “Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.” Janganlah kita terjebak dalam konteks hukum Taurat, kita tidak berada pada zaman Musa. Roh Kudus dimana kita berada saat ini di zaman Pentakosta, mampu mengubahkan hidup kita. Roh Kudus sanggup membukakan tirai yang menutupi pikiran rohani kita dan kita dapat menerima pewahyuan. Jadilah Kristen yang bersinar terang ditengah kegelapan, karena ada pribadi Roh Kudus yang bercahaya dalam diri kita. Saat kita bergerak dan melekat dalam Roh, kita akan diberdayakan Roh Kudus untuk mengubah dunia. (Roma 8:36-39) Saat kita menjadi pribadi yang lebih dari pemenang, bukan berarti kita bersantai dengan status tersebut, justru ini merupakan tantangan bagi kita untuk membuktikannya.

Ada tujuh nubuatan yang ada dalam pemikiran rev.David, yang akan terjadi memasuki tahun 2013, diantaranya:

  1. akan terjadi pewahyuan yang lebih besar tentang pribadi Yesus Kristus.
  2. akan terjadi intensitas yang meningkat dalam berbagai hal, baik secara politik, ekonomi, sosial, maupun rohani.
  3. akan terjadi manifestasi Roh Kudus yang lebih besar lagi.
  4. akan terjadi pengujian akan integritas kita (kita harus dewasa secara rohani dan tetap memiliki sukacita)
  5. masa mendatang merupakan masa kemurahan (favor). Sekarang adalah waktu kemurahan itu bagi kita. Masa mendatang merupakan masa dimana Tuhan akan mencukupi setiap kebutuhan kita secara supranatural.
  6. akan terjadi masa transisi (transformasi) kepemimpinan dalam Kerajaan Allah. Milikilah pemimpin dengan dimensi Kerajaan Allah.
  7. masa mendatang adalah masa penginjilan yang jelas, dimana akan terjadi banyak mujizat dimana mana. Kita memiliki otoritas untuk mengubah dunia, karena Roh yang ada didalam kita jauh lebih besar daripada roh yang ada disekeliling kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s