The Third Pentacost

ps.Niko Njotorahardjo

ps.Niko Njotorahardjo

ps.Niko Njotorahardjo

Dalam 1 Yohanes 2:6, “Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.” Tahun 2013 adalah tahun pemulihan seutuhnya, entering the next level, mujizat yang kreatif masih ada! Jika kita mau mengalami pemulihan seutuhnya dalam seluruh aspek kehidupan, naik ke level yang lebih tinggi, serta mengalami mujizat yang kreatif, kita wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup. Yesus mati karena dosa-dosa kita, Dia dikuburkan, tapi pada hari ketiga, Dia bangkit dari kematian dan Dia hidup! Selama 40 hari, Yesus menampakkan diri pada para murid-Nya untuk meyakinkan semua orang dan membuktikan bahwa Dia hidup! Jika semua orang percaya bahwa Yesus lahir dan mati, namun banyak orang tidak percaya bahwa Yesus bangkit dari kematian dan hidup. Yesus benar-benar bangkit! Jika Yesus tidak bangkit, maka sia-sia kepercayaan kita pada Tuhan dan kita akan tetap ada dalam dosa-dosa kita, orang yang mati didalam Tuhan pun tetap binasa, dan kita dikatakan sebagai orang-orang paling malang dari segala manusia. Karena Yesus bangkit, maka kepercayaan kita pada Tuhan tidak sia-sia dan kita adalah orang-orang paling beruntung dari segala manusia. Yesus bangkit, Dia yang pegang hari esok, karena itu tak perlu ada kegentaran, kegelisahan, putus asa, dan kekuatiran. Setelah Yesus menampakkan diri para para murid-Nya, Yesus naik ke Surga. Sebelumnya, Dia memberikan pesan terakhir pada para murid-Nya, dalam Kisah Para Rasul1:8, “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” Yerusalem diartikan sebagai keluarga kita. Yudea diartikan sebagai orang-orang seiman atau sebangsa dengan kita. Samaria diartikan sebagai orang-orang yang tidak seiman atau bangsa-bangsa lain. Dalam Kisah Para Rasul 1:11, jika yang melihat Yesus naik ke Surga adalah murid-murid-Nya, maka yang melihat-Nya turun dari Surga itu pasti murid-murid-Nya! Pesan Tuhan, kita diminta untuk menjadi saksi-Nya. Sebagaimana Yesus ketika di dunia telah menjadi saksi Bapa, maka kita pun harus menjadi saksi-Nya. Sebagai saksi Bapa, yang Yesus katakan dan lakukan adalah semua yang Dia lihat dan diperintahkan Bapa. Demikian juga dengan kita, sebagai saksi Yesus, kita wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup. Jadi, apa yang Dia katakan dan lakukan, itulah yang kita lakukan. Tak bisa mengandalkan kekuatan sendiri untuk menjadi saksi Yesus. Roh Kudus yang akan memampukan kita menjadi saksi Yesus.

“Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.” (1 Korintus  9:27). Bagi Rasul Paulus, yang terutama adalah hubungannya dengan Tuhan, ia menjaga dan melatih tubuhnya, serta menguasai seluruhnya, supaya hidupnya berkenan dihadapan Tuhan. Kita tidak mungkin sempurna dengan kekuatan sendiri. Kasih karunia Tuhan akan memberi kita kemampuan untuk melakukan segala yang tidak bisa kita lakukan.

Pada waktu Roh Kudus dicurahkan, akan terjadi tiga tanda seperti terdapat dalam Yoel 2:28-32, yaitu anak-anak, pemuda, dan orangtua, tiga generasi akan dipakai Tuhan secara luar biasa (Yoel 2:28-29); akan terjadi goncangan-goncangan (Yoel 2:30-31); akan banyak orang berseru pada nama Tuhan, dan mereka yang berseru pada nama-Nya akan diselamatkan (Yoel 2:32). Pentakosta pertama terjadi pada para murid Yesus dua ribu tahun yang lalu, mereka menjadi saksi Yesus sehingga kekristenan di dunia menjadi sekitar 70%. Tapi kemudian menurun hingga sekarang hanya 30%. Namun, dari 30% tersebut, 70%nya justru dimenangkan pada awal abad 20 (tahun 1900an).  Jadi, tahun 1901 kegerakan di Kansas City, tahun 1904 di Wales, tahun 1906 di Azusa Street, itulah Pentakosta kedua. Kita sedang menunggu Pentakosta ketiga. Pentakosta ketiga berbicara mengenai:

  • akan terjadi pencurahan Roh Kudus yang luar biasa.
  • akan terjadi penuaian jiwa besar-besaran.
  • Tuhan Yesus segera datang untuk kedua kalinya (second coming).

Kita serupa dengan murid-murid Yesus yang sedang menunggu pencurahan Roh Kudus waktu itu. Hal yang mereka lakukan, juga harus kita lakukan, diantaranya: doa, pujian, penyembahan bersama-sama siang dan malam. Dalam Kisah Para Rasul 1:14a, mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama (menara doa, berbicara mengenai keintiman dengan Tuhan). Yudas diganti Matias. Dalam Kisah Para Rasul 1:26, Yudas-Yudas akan diganti dengan Matias-Matias. Yudas berbicara tentang orang yang cinta akan uang. Jika kita mau menjadi saksi Kristus, kita tidak boleh cinta uang seperti Yudas. Dalam Alkitab, kata ‘uang’ tercatat sebanyak 2.350 kata. Dari 10 ayat di Perjanjian Baru, 1 ayat pasti ada hubungannya dengan uang. Uang atau mamon merupakan pesaing utama Tuhan (Matius 6:24, Lukas 16:13, Matius 19:24-26, Yohanes 10:10, 1 Timotius 6:17-19). Syarat untuk kita menjadi kaya di bumi dan masuk kedalam Sorga, diantaranya: jangan sombong, jangan fokus pada kekayaannya, tapi fokuslah hanya pada Allah yang memberikan segala sesuatu untuk kita nikmati, jadilah kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi. Cara kita mematahkan cinta akan uang adalah dengan memberi. Semakin banyak kita memberi, maka berkat yang datang pada kita pun semakin banyak. Berharaplah hanya pada Yesus, maka kita akan selamat. Andalkan Tuhan.

GBI Senayan, 02 Juni 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s