Building Your Future

pdm.Hendri Sutedja

Mungkin banyak dari kita mengalami keputusasaan, lelah dengan segala yang dialami. Perhatikan dua bagian Firman Tuhan dalam Amsal 23:18, “Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.” dan Yeremia 29:11, “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” Masa depan tidak datang dengan sendirinya. Banyak gereja Tuhan kehilangan masa depannya. Di usia manapun saat ini kita berada – usia senja, dewasa, remaja, bahkan anak-anak, perhatikan bahwa masa depan kita perlu dibangun mulai dari saat ini. Ada tiga hal yang harus kita perhatikan untuk membangun masa depan, diantaranya:

Bangun relasi, bangun keahlian. Dalam Pengkhotbah 10:10, “Jika besi menjadi tumpul dan tidak diasah, maka orang harus memperbesar tenaga, tetapi yang terpenting untuk berhasil adalah hikmat.” Marilah kita mempertajam segala yang telah Tuhan berikan bagi kita, sekecil apapun pemberian tersebut. Bangun dedikasi, pengabdian, dan kerajinan kita. Tuhan akan memberikan hikmat untuk menjadikan kita berhasil dalam melakukan segala hal. Tuhan menetapkan kita menjadi kepala, bukan ekor. Dia menetapkan kita menjadi pribadi diatas rata-rata, bukan pribadi yang biasa-biasa. Dunia semakin cerdik dan pandai, namun kita pun mempunyai hikmat yang berasal dari Roh Tuhan (Yohanes 14:26). Roh Kudus mengajarkan segala sesuatu pada kita. Roh Kudus merupakan Guru yang akan mengajarkan keahlian dan memberikan hikmat marifat bagi kita. Roh Tuhan juga yang memampukan Nuh mendirikan bahtera yang belum pernah ada sebelumnya. Yusuf ketika menjadi seorang narapidana dalam penjara, berdoa meminta hikmat Roh Kudus, sehingga menjadikannya sebagai pemimpin Mesir yang sanggu[ menyelesaikan masalah kelaparan dunia waktu itu. Akuilah keberadaan Tuhan. Jangan sombong. Hiduplah senantiasa dalam kekudusan. Banyak masuk dalam hadirat Tuhan. Untuk membangun relasi, kita harus membangun etika kesopanan kita, memperbaiki hubungan yang rusak, membangun kembali gairah untuk menghormati dan menghargai orang lain (menganggap seseorang bernilai atau berbobot, bukan karena ia orang besar atau terkemuka), menyambut orang lain, dan bersahabat.

Bangun karakter. Masa depan merupakan anugrah perkenanan (grace/favor). Untuk kita menarik perkenanan Bapa di Surga, kita harus menyukakan hati Tuhan. Perkenanan Tuhan datang ketika kita memiliki karakter Ilahi. Dalam Matius 25:21, “Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.” Kata ‘dalam kebahagian tuanmu’ berbicara mengenai standar kebahagiaan Tuhan, suatu standar yang belum pernah kita pikirkan maupun bayangkan. Salah satu karakter terpenting yang harus kita bangun adalah kesetiaan (Wahyu 17:14). Beberapa orang berpikir bahwa kesetiaan itu berarti meskipun kita tidak berbuat apa-apa, yang terpenting asalkan kita tidak beranjak kemana-mana. Kesetiaan berarti kita memberikan nilai lebih, sekecil apapun pekerjaannya, kita tetap melakukan pekerjaan tersebut dengan semangat untuk memberi hasil yang terbaik. Firman Tuhan menggambarkan ukuran kesetiaan ketika kita tetap bertahan sampai akhir. Untuk menjadi seorang pemenang, kita harus fokus menjadi seorang yang setia. Dalam Matius 24:13, “Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.” Kata ‘yang bertahan’ dalam ayat tersebut berarti ‘to stay under’ (tetap bertahan meskipun ditempa masalah ataupun menerima berkat). Ada tiga hal yang harus diperhatikan untuk kita tetap setia sampai akhir, yaitu:

  1. Kita harus selalu bergantung pada Roh Kudus. Kita harus taat akan tuntunan Roh Kudus dan mempercayakan seluruh kehidupan kita tanpa ragu pada-Nya. Hormatilah keberadaan Roh Kudus dalam diri kita dan mintalah supaya Roh Kudus memenuhi diri kita sepanjang kehidupan. Kita membutuhkan pertolongan supranatural untuk menghadapi kehidupan yang semakin tidak menentu ini.
  2. Visi adalah benih dari sebuah kesuksesan, tapi yang membuat kita bertahan dalam kesuksesan adalah karakter Ilahi dalam diri kita. Karakter Ilahi membuat kita berbeda karena kita akan memiliki hati yang murni dan tetap bertahan di tengah goncangan, hingga akhirnya kita naik ke level berikutnya. Nilai seseorang di hadapan Tuhan tergantung dari karakter Kristus yang ada dalam dirinya. Seseorang yang memiliki karakter Kristus dalam dirinya akan menghormati semua orang, yaitu menganggap semua orang memiliki nilai yang berharga dan memperlakukan mereka seperti Tuhan memandang mereka. Seseorang yang memiliki karakter Kristus, akan peka mendengar tuntunan Tuhan. Dalam segala hal, ia akan tetap takut akan Tuhan meskipun ia jatuh rugi. Bagaimanapun masa lalu kita, ketika kita mau bertobat dan memiliki karakter Kristus, Tuhan akan membuat kita ‘bernilai’.
  3. Kasih Bapa menyempurnakan apa yang tidak sempurna dalam diri kita (Yohanes 21:15; Kolose 3:14).

Bangun fondasi Ilahi (Kisah Rasul 4:11-12). Fondasi kita didalam Tuhan tidak akan bergeser, ketika kita senantiasa menempatkan Tuhan di tempat pertama dalam hidup kita sebagai alasan dan motivasi. Karena itu, serahkan dan percayakan semua aspek kehidupan kita pada Tuhan (Yesaya 9:5-6). Allah yang perkasa (El Gibor, pahlawanmu) akan menyatakan pribadinya pada waktu umat-Nya berperang, hampir kalah, putus asa, atau ketika kita berseru memanggil nama Tuhan, maka Dia akan datang menolong dan menyelamatkan kita. Setiap hari dalam hidup kita adalah peperangan rohani. Ketika kita merasa hampir kalah, datanglah pada Tuhan. Dialah kemenangan kita. Dia tak pernah terlambat menerjemahkan air mata kita, menyelamatkan hidup, jiwa, keluarga, bisnis, ataupun masalah dalam hidup kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s