V.I.P.

ps.Herry Kho

First class should behave first class. Orang-orang yang termasuk dalam golongan first class sudah seharusnya memiliki perilaku atau sikap layaknya orang-orang golongan first class. First class bagi dunia dapat dimiliki setiap orang yang memiliki materi (uang), untuk menjadi orang first class, dapat diperjualbelikan. Jika kita memiliki uang, maka kita dapat menjadi bagian dalam golongan first class dan berhak menerima segala fasilitas first class yang disediakan. Sebagai anak Raja, kita termasuk dalam golongan first class. Kerajaan Allah tidak mengenal golongan first class, terkecuali orang tersebut memiliki beberapa kriteria first class berikut untuk masuk kedalam Kerajaan Surga:

(Lukas 18:9-14) orang yang mau dibenarkan Allah. Kita adalah orang benar, meskipun hidup kita belum sepenuhnya benar. Karena itu, kita harus memiliki kerendahan hati total, sehingga kita dapat merasa bahwa diri kita harus dibenarkan Allah. Jangan sombong dan merasa dirinya sudah benar dan tidak perlu dibenarkan Allah. Tanpa Roh Kudus, Roh Kebenaran, tak mungkin kita mampu melakukan kebenaran sepanjang hari. Orang congkak biasanya menahan diri dan tidak mau menerima masukan orang lain. Ketahuilah bahwa kecongkakan mendahului kejatuhan. (Lukas 18:15-7; Matius 18:1-5) orang yang seperti anak kecil. Kata ‘anak kecil’ disini bukan berarti anak kecil dalam hal iman, tapi seorang anak kecil yang memiliki kerendahan hati. Milikilah humility dan teachable heart. Seorang anak kecil memiliki sifat yang polos, ia tidak menyimpan dendam, namun mudah memaafkan dan melupakan kesalahan orang lain. Anak kecil mau dan mudah untuk diajari. Seorang anak kecil mempercayai orangtuanya, karena dasar hidupnya berasal dari sana. Jika seorang anak kecil sedemikian memiliki rasa percaya pada orangtuanya, maka seharusnya demikian pula halnya kita terhadap Bapa di Surga. Kita harus sepenuhnya mempercayakan hidup kita pada Tuhan. Kata ‘el shaddai’ berarti 100% kekuatan kita bergantung pada Allah. (Markus 10:32-34) orang yang melakukan hal yang menjadi perhatian (concern) Tuhan. Orang yang selalu mementingkan diri sendiri, tidak bisa melihat visi Allah dalam hidupnya. Fokus hidup kita harus mengacu pada segala yang dimiliki Kristus. Kiranya kita tergolong kedalam anak Raja yang memiliki kriteria first class di atas untuk masuk kedalam Kerajaan Surga, bukan orang-orang yang menggenapi Matius 7:21-23, dimana kita dianggap sebagai pelaku kejahatan yang tidak dikenal Tuhan dan dienyahkan Dia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s