The Little Strength but Great Favor

pdm.Hendri Sutedja

Ibrani 2:10, “Sebab memang sesuai dengan keadaan Allah yang bagi-Nya dan oleh-Nya segala sesuatu dijadikan, yaitu Allah yang membawa banyak orang kepada kemuliaan, juga menyempurnakan Yesus, yang memimpin mereka kepada keselamatan, dengan penderitaan.” Dalam wujud kemanusiaan-Nya, Yesus disempurnakan dalam penderitaan. “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” (1 Korintus 10:13). Bapa di Surga adalah Bapa yang Maha Tau dan Maha Adil. Disetiap penderitaan yang kita alami, pasti ada jalan keluar yang telah disediakan-Nya. Tuhan mengizinkan pencobaan dan penderitaan itu kita alami, supaya kita berubah dari yang tidak baik menjadi lebih baik. Dalam proses penderitaan Ayub, sang istri meninggalkannya dan anak-anaknya mati semua, namun Ayub tetap memuji Tuhan. Sahabat-sahabatnya menuduh ia telah berbuat dosa, bahkan Ayub sempat mengeluh pada Tuhan. Melalui proses yang harus dilaluinya, Ayub semakin mengenal Tuhan. Ada tiga hal yang harus kita perhatikan saat kita berada dalam proses Tuhan, diantaranya:

  1. Hati yang melekat pada Tuhan, tetap andalkan Dia. Dalam Mazmur 91:14, “Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.” Senantiasa perkatakan Firman Tuhan dalam kehidupan kita setiap hari dan lakukanlah Firman Tuhan tersebut. Perkatakan Mazmur 91 setiap pagi dan Allah akan menggenapi Firman itu dalam kehidupan kita. (Efesus 3:20) “Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak daripada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita.”
  2. Jagalah hati dan pikiran kita senantiasa. Mazmur Asaf (Mazmur 73), ketika hatinya hampir tergelincir karena cemburu melihat kemujuran orang-orang fasik. Asaf sadar, dia bertobat, dan tetap berpegang pada setiap janji Tuhan. Untuk menjaga pikiran kita tetap fokus pada Tuhan, pikiran kita harus dipenuhi Roh Kudus.
  3. Raih hak kita didalam Kristus. Dalam Efesus 1:3, “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.” Jangan pernah memperkatakan hal-hal negatif mengenai keadaan kita. Terus perkatakan Firman Tuhan, karena Tuhan telah menyediakan segala berkat rohani pada kita. Jadilah berkat bagi orang-orang disekitar kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s