Peperangan Rohani

pdm.Hendri Sutedja

Kehidupan kita bukan sekedar sebuah perjalanan, namun juga sebuah peperangan rohani. Kata ‘setiap hari’ berbicara mengenai waktu peperangan rohani, namun setiap hari pula ada nilai-nilai Kerajaan yang kita pegang untuk mengalami kemenangan demi kemenangan. Ada tiga hal yang perlu kita pegang dalam peperangan rohani, diantaranya:

Pemimpin rohani (menghormati pemimpin rohani, sang pelindung). Kata ‘menghormati’ berarti menganggap berbobot, memiliki nilai-nilai yang berharga. Dalam 1 Samuel 14:6-7, ada seorang bujang, berdua bersama Yonathan mereka berperang menghadapi musuh. Sang bujang tidak lepas dari Yonathan, pemimpinnya, berarti bujang itu mempunyai sikap hati menghormati, tidak menentang pemimpin. Korah adalah salah satu tokoh dalam Alkitab yang menentang dan berontak pada Musa, pemimpinnya. Akhirnya Korah mati. Dalam Keluaran 17:9-17, Yosua berperang namun Musa, pemimpinnya berfungsi sebagai pelindung dengan tetap mengangkat kedua tangannya selama Yosua berperang, akhirnya Yosua keluar sebagai pemenang. Yosua mengalami kemenangan demi kemenangan karena ia menghormati Musa, pemimpinnya. 1 Petrus 2:17 mengajar kita bahwa sebelum kita bisa menghormati pemimpin, kita harus bisa lebih dulu menghormati orang-orang disekitar kita dan mengasihi satu sama lain. (Keluaran 20:12) Sebagai anak-anak Tuhan, kita bukan sekedar hormat pada pemimpin rohani, namun juga harus menghormati pemimpin fisik kita, yaitu orangtua kita sendiri.

Firman Tuhan (2 Samuel 5:17-20). Sebelum berperang, Daud masuk ke dalam kubu pertahanan, berarti Daud mencari Tuhan dan menunggu apa yang akan Tuhan katakan padanya. Ketika Firman itu disampaikan pada Daud, ia melakukan sesuai dengan yang Tuhan katakan, akhirnya Daud mengalami kemenangan. (Yeremia 23:29) Firman Tuhan mampu menghancurkan benteng-benteng dan tembok musuh. (Ibrani 4:12) Penghambat pertumbuhan dan kemenangan adalah jiwa kita yang biasanya merasa tidak mampu melakukan sesuatu yang besar. Karena itu, kita harus senantiasa menumbuhkan kapasitas roh kita, supaya kita mampu melakukan hal-hal yang besar.

Tabut Tuhan (Yosua 3:3). Tabut Tuhan berbicara mengenai hadirat Tuhan (perkenanan Tuhan). Yosua, seorang prajurit yang luar biasa dan ahli perang, namun Yosua memiliki hati yang menyembah. (Yosua 18:1) Silo adalah pusat Kanaan. Yosua mendirikan kemah pertemuan di pusat Kanaan. Ia memberikan tempat yang terbaik bagi Tuhan di Silo. Yosua mengalami kemenangan demi kemenangan karena ia menjaga dirinya untuk selalu berada dalam hadirat Tuhan. Dalam hadirat Tuhan, ada damai sejahtera, sukacita, dan kemenangan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s