Psalm 23

rev.Sandra Nair

Mazmur 23 ditulis Daud ketika ia masih menjadi seorang gembala domba. Ketika itu, yang ia tulis dalam Mazmur 23 merupakan wahyu baginya. Daud sadar, sementara ia seorang pengembala domba, Tuhan berbicara padanya bahwa Dia adalah gembala baginya. Bukan sembarang gembala, tapi gembala yang baik. Kata ‘gembala’ dalam bahasa Yunani, berarti unfailing companion (persekutuan antara dua orang). “Tuhan adalah gembalaku” berbicara mengenai relationship (hubungan). Seorang gembala yang baik, lebih dari sekedar teman. Kita dapat mengandalkan gembala yang baik setiap saat. Dia adalah seorang teman yang lebih dekat daripada saudara kandung. Tuhan adalah gembala yang baik, Dia bukan Tuhan yang jauh dari kita. Karena itu, jangan takut atau malu menceritakan segala kegagalan maupun kesuksesan kita. Biarlah kita belajar terbuka dengan Tuhan. “Takkan kekurangan aku” berbicara mengenai supply (penyediaan Tuhan). Kita tidak kekurangan apapun karena Tuhan adalah gembala yang baik. Segala yang kita perlukan akan disediakan-Nya bagi kita menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya. Kita mempunyai hak untuk menikmati berkat Tuhan. Sebagai orang percaya, kita layak hidup diatas garis kemiskinan. “Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau” berbicara mengenai rest (tempat peristirahatan). Kita dapat menemukan tempat peristirahatan didalam Tuhan (Matius 11:28). “Ia membimbing aku ke air yang tenang” berbicara mengenai refreshment (penyegaran). Biarlah setiap kita disegarkan dalam hadirat Tuhan. “Ia menyegarkan jiwaku” berbicara mengenai healing (kesembuhan). Tuhan adalah penyembuh kita. Kita harus mengatakan apa yang Firman Tuhan telah katakan tentang kita, bukan apa yang kita lihat maupun sedang kita alami. “Ia menuntun aku di jalan yang benar” berbicara mengenai guidance (tuntunan Tuhan dalam hidup kita). “Oleh karena nama-Nya” berbicara mengenai purpose (tujuan). Tujuan Tuhan bagi kita, supaya kita senantiasa berjalan didalam rancangan-Nya, yaitu didalam jalan kebenaran. “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman” berbicara mengenai testing (ujian). Setiap anak Tuhan harus mengalami ujian. Ujian membuat kita tumbuh menjadi dewasa (Yakobus 1:2-3). “Aku tidak takut bahaya” berbicara mengenai protection (perlindungan). Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Di bawah kepak sayap-Nya, kita memperoleh perlindungan. “Sebab Engkau besertaku” berbicara mengenai faithfulness (kesetiaan Tuhan). Tuhan tidak pernah terlambat maupun terlalu cepat. Kita mungkin meninggalkan Tuhan, tetapi Dia tidak pernah meninggalkan kita. “Gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku” berbicara mengenai discipline (disiplin Tuhan – Ibrani 12:5). “Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku” berbicara mengenai hope (pengharapan). Tuhan adalah pengharapan kita (Kolose 1:27). “Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak” berbicara mengenai consecration (penyucian atau pemisahan). Kita telah Tuhan pisahkan dan dikhususkan berbeda dengan dunia (Roma 12:1). “Pialaku penuh melimpah” berbicara mengenai abundance (kelimpahan – Yohanes 10:10). “Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku” berbicara mengenai blessing (berkat Tuhan). Seringkali kita mengejar berkat, padahal seharusnya kita mengejar Tuhan yang memberikan berkat. “Dan aku akan diam dalam rumah Tuhan” berbicara mengenai security (keamanan). “Sepanjang masa” berbicara mengenai eternity (kekekalan).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s