Passion

rev.Sandra Nair

Kita harus hidup dengan semangat juang untuk mencapai cita-cita (passion). Tapi, meskipun kita memiliki semangat, kita tak akan bisa mencapainya jika kita membiarkan keterbatasan menghalangi kita. (Efesus 5:15-19) Rasul Paulus menulis surat Efesus ketika ia sedang ditahan di Roma ±64 tahun setelah kematian Yesus di atas kayu salib. Pertempuran antarsuku bangsa, kekerasan terhadap anak, korupsi, adalah beberapa bukti betapa hidup ini dianggap tidak berharga. Jika waktu itu saja Rasul Paulus berkata supaya kita hidup sebagai orang-orang bijaksana karena waktu-waktu itu adalah jahat, apalagi dengan keadaan sekarang ini. Kita hidup harus mempunyai visi dan tujuan. Waktu berlalu sangat cepat dan tidak akan menunggu kita, karena itu hiduplah dengan cerdik, pergunakan waktu kita sebaik-baiknya ketika kesempatan itu ada. Dalam Matius 6:33, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Kata ‘dahulu’ menunjukkan urutan sebagai berikut: (1) Kerajaan Allah; (2) Kebenarannya (cara Tuhan melakukan sesuatu), karena manusia sering menggunakan caranya sendiri, padahal agenda Tuhan harus menjadi prioritas utama dalam hidup kita. Karena itu, mulailah bergerak dalam passion dari Tuhan. (Filipi 2:5) Biarlah pikiran Kristus ada pada setiap orang yang sudah lahir baru. Hamba Tuhan bisa saja mendoakan supaya kita memiliki pikiran Kristus, namun yang terpenting, ketika kita secara pribadi memutuskan untuk membiarkan pikiran Kristus menguasai kita. Banyak orang tidak menyukai perubahan, karena banyak diantara kita merasa sudah nyaman dengan cara yang biasanya kita lakukan, padahal perubahan sangat diperlukan seiring dengan waktu dan perkembangan zaman. Untuk memperoleh passion, kita harus mengalahkan rasa takut, memiliki keinginan untuk mencapai tujuan, merencanakan dan bertindak. Kerinduan (hasrat) adalah semangat yang begitu kuat dalam hati kita untuk mencapai sesuatu. Miliki kerinduan yang benar.

Tuhan Yesus memiliki passion yang benar. Dia datang kedunia untuk memenuhi kehendak Allah Bapa. Passion-Nya, ketika Dia melihat sekelompok orang menanti-nantikan Dia, maka tergeraklah Dia penuh akan belas kasihan. Dalam 3-5 tahun, Dia mampu menyelesaikan pelayanan-Nya. Saat berada didunia, Dia sama dengan kita, memiliki tubuh jasmani yang merasakan kelelahan yang sama dengan kita, namun passion-Nya membuat Yesus mampu menyelesaikan tugasnya. Jangan takut untuk bermimpi besar. Jangan berhenti bermimpi. Wujudkan mimpi kita dengan kerja keras. Mulailah bermimpi, berpikir, bergerak, dan berusaha hingga tujuan tercapai. (Yohanes 4:3-7) Mengapa Yesus rela berjerih lelah memutar jalan melalui Samaria sebelum mencapai Galilea? Karena Dia harus melayani perempuan Samaria. Itulah passion Tuhan, untuk menjangkau jiwa-jiwa mendapatkan keselamatan, meski satu jiwa sekalipun. Ketika Yesus sampai di sumur itu, Dia lelah dan haus, tapi ketika Dia melihat perempuan Samaria itu, Dia melupakan keadaan fisik-Nya. Dia begitu antusias mengambil kesempatan besar yang tak boleh Dia lewatkan untuk menginjil dan melayani perempuan Samaria itu. Akhirnya, perempuan Samaria itu dipulihkan dan menanamkan benih Injil di daerah Samaria pada semua orang yang dijumpainya. Sehingga beberapa waktu kemudian, Samaria menjadi daerah yang sudah siap untuk dituai. Semangat juang itu dapat menular pada orang lain.

Delila memiliki passion yang salah. Delila mampu membuat banyak pria ingin mendekatinya, karena begitu banyak citra buruk mengenai Delila (wanita yang genit, suka menggoda, dan sebagainya). Delila mempunyai hasrat yang luar biasa untuk membunuh Simson, jenderal perang Israel. Delila, mata-mata bangsa Filistin, musuh Israel, diberi imbalan sangat besar untuk mencari tau rahasia kekuatan Simson. Dalam Hakim-hakim 16:1, Simson sudah sering menghampiri banyak wanita, tapi Simson juga ingin menghampiri Delila, bukan karena kecantikan Delila, tapi karena ada passion tertentu yang Delila miliki yang memikat hati Simson, Delila sering memuji Simson. Setiap manusia pada dasarnya senang dipuji, karena Tuhan kita pun adalah Tuhan yang senang menerima pujian dari kita. Keempat kalinya Delila bertanya pada Simson mengenai rahasia kekuatannya, hingga akhirnya Simson jatuh dan memberitahu rahasia kekuatannya itu terletak pada rambutnya. Delila berhasil memperoleh passionnya.

Passion (semangat juang) dan tekad adalah dua hal yang saling berkaitan. Orang yang memiliki semangat juang, apakah terhadap hal yang baik ataupun buruk pasti akan berhasil. Tapi jangan seperti Delila, karena ia memiliki passion yang salah. Milikilah tekad dan semangat juang untuk mencapai kehendak atau mimpi-mimpi Tuhan dalam kehidupan kita. Passion without work is zero.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s