What Jesus Left Behind?

ps.Daniel Arief Sugianto

Yesus tidak akan meninggalkan kita begitu saja saat kenaikan-Nya ke Surga. Say goodbye is not easy. Tidaklah mudah bagi Yesus ketika Dia harus meninggalkan para murid, orang-orang yang dikasihi-Nya. Yesus naik ke Surga untuk melanjutkan karya Bapa atas kehidupan kita. Ketika Yesus harus menjadi manusia, hal ini membutuhkan ketaatan-Nya yang luar biasa, supaya proses inkarnasi Yesus menjadi sempurna dan nyata atas kehidupan kita. Yesus melalui ketaatan-Nya pula harus menghadapi kematian di atas kayu salib, Dia bangkit atas maut, dan naik ke Surga. Perjalanan Yesus merupakan perjalanan menuju mahkota, sama seperti tujuan hidup kita untuk memperoleh mahkota. Karena itu, kita harus hidup dalam ketaatan, sama seperti ketaatan luar biasa yang Yesus tunjukkan selama berada di bumi.

Ketika Yesus naik ke Surga, ada tiga hal yang Dia tinggalkan bagi kita, diantaranya:
Unfinished task. Tugas pendamaian antara Allah dengan manusia memang telah diselesaikan Yesus di atas kayu salib, namun ada proses yang belum diselesaikan, yang diwariskan pada kita, yaitu Amanat Agung (Matius 28:19-20). Kita harus bertanggung jawab menyelesaikan Amanat Agung yang ditugaskan-Nya pada kita. Amanat Agung bukan sekedar berbicara mengenai penginjilan, tapi juga berbicara mengenai pemuridan, bagaimana membawa orang yang belum mengenal Yesus, dimuridkan, hingga mengalami perjumpaan pribadi dengan-Nya. Harus ada restorasi from unfinished task to finished task. Untuk menggenapi suatu tugas yang belum terselesaikan, harus ada salib besar yang kita pikul. Sama seperti Yesus dalam perjalanan hidupnya harus memikul salib besar untuk menggenapi tugas pendamaian. Tanpa salib, tak ada penggenapan apa-apa. Dengan kenaikan Yesus ke Surga, berarti kita harus bekerja, tidak boleh bersantai, karena Tuhan telah memberi anugerah kepercayaan pada kita, Dia percaya bahwa kita sanggup untuk menyelesaikan tugas yang belum terselesaikan itu. Yakinkan diri kita bahwa kita mampu merampungkan tugas yang belum rampung tersebut. Dalam Kisah Para Rasul 1:11, “dan berkata kepada mereka: Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.” Ketika Yesus terangkat ke Surga, tidak hanya orang Galilea yang berada disana, namun mengapa para malaikat menyebut mereka sebagai orang Galilea? Kata ‘Galilea’ berarti lembaran yang terus berputar (rolling sheet), roda yang terus menerus berevolusi (revolution wheel), menandakan sesuatu yang tidak pasif, harus terus bergerak dan bekerja. Tuhan akan menyediakan reward bagi setiap kita yang mau terus bekerja, tanpa membeda-bedakan istimewa tidaknya orang tersebut. Reward berbeda dengan award. Tuhan tidak memberikan award. Dunia memberikan award, sebuah bentuk apresiasi yang dikhususkan bagi orang-orang yang istimewa dan luar biasa pencapaian prestasinya.

Unstoppable power, membantu kita untuk menyelesaikan unfinished task. Lakukan sesuatu dengan kuasa yang Tuhan telah berikan pada kita. Unstoppable power merupakan milik orang-orang yang menghargai kenaikan Yesus ke Surga. Kuasa ini juga yang memampukan Tuhan menang atas segala cobaan iblis, dosa, maut, hingga kebangkitan dan kenaikan-Nya. Kuasa yang sama pun Dia tinggalkan atas kita untuk kita menjadi saksi bagi Dia (Kisah Para Rasul 1:8). Kata ‘saksi’ menunjuk pada orang yang mengetahui sesuatu (know something), yang mampu mengubah hidup orang lain. Jangan batasi kuasa Roh Kudus atas kehidupan kita untuk menjadi saksi Kristus. Saksi memampukan kita untuk berani berbicara dan mengatakan sesuatu (say something), janganlah kita menjadi saksi bisu. Saksi berbicara mengenai menjadi seperti Yesus (be something). Kita memiliki kuasa yang tak terhentikan. Ketika kita menyatukan unfinished task dengan unstoppable power, maka hal tersebut akan menghasilkan be a great commision people with a great commandment heart. Lawanlah krisis dan hadapi iblis dengan kuasa yang tak terhentikan. Dalam 1 Tesalonika 2:19, “Sebab siapakah pengharapan kami atau sukacita kami atau mahkota kemegahan kami di hadapan Yesus, Tuhan kita, pada waktu kedatangan-Nya, kalau bukan kamu?” Jadilah saksi di bumi, maka kita akan mendapat saksi di Surga yang mendukung dan membela kita dihadapan Tuhan.

Unfailing promise. Tuhan berjanji untuk datang kembali, “I shall return” (Kisah 1:11), sebuah janji yang tak mungkin gagal, bahwa Dia tidak meninggalkan kita selama-lamanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s