Gaya Hidup Anak Allah

ps.Philip Mantofa

ps.Philip Mantofa

ps.Philip Mantofa

Hari Tuhan bisa berarti kematian atau kedatangan Yesus kedua kalinya. Ada persamaan diantara keduanya, dimana kita tidak tau kapan masa dan waktunya. Orang Kristen yang fokus pada kehidupan setelah kematian atau menantikan kedatangan Yesus kedua kalinya, akan lebih menjaga diri. Sedangkan orang yang fokus pada hidup sementara ini justru memilih berfoya-foya atau hidup dalam kesia-siaan. Orang yang melihat masa depan, akan mengubah kehidupan masa kini, namun orang yang tidak mempunyai visi, tidak akan berbuat apa-apa. Hiduplah seolah hari ini adalah hidup kita yang terakhir. Saat kita menikmati hidup ini, jangan seolah kita akan hidup selamanya. Life on earth is short, but eternity is long. Hidup didunia ini sangat singkat, pikirkanlah hidup kekekalan yang panjang. Janji Tuhan atas setiap hidup orang percaya, bahwa sebagai orang percaya, kita bukan hanya mempercayai Surga, tapi kita juga akan pergi kesana. Ada tiga gaya hidup yang perlu kita adopsi sebagai anak Tuhan, supaya kita siap ketika Tuhan memanggil kita, diantaranya:

Hiduplah setiap saat dalam janji Tuhan. Jangan fokus dengan perkataan orang lain. Sebagai anak Tuhan, kita harus mempunyai paradigma yang berbeda dalam melihat segala sesuatu didunia ini. Live in God’s promises every day, every time, every seconds. Jangan kuatir dengan perkataan Tuhan, namun kuatirlah dengan perkataan manusia. Simpan setiap perkataan janji Tuhan atas hidup kita. Dalam 2 Petrus 3:10-11, “Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur- unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.” Jika segala sesuatu akan hancur sedemikian rupa, maka betapa suci dan salehnya kita harus hidup.

Hiduplah setiap saat dalam kesucian. Jangan sampai kita didapati berbuat dosa saat waktunya tiba untuk kita menerima mahkota kemuliaan. Kita tidak berbuat dosa, bukan karena kita takut masuk kedalam neraka, tapi karena dosa kita tidak sepadan dengan ketaatan yang kita lakukan selama ini. Jika seseorang sudah jatuh dalam dosa, lekas bangkit, minta pengampunan Tuhan, dan berbalik. Jangan berpikiran karena kita sudah jatuh dalam dosa, maka lebih baik jatuh sekalian. Saat kita meminta pengampunan Tuhan, berarti kita setuju dengan-Nya, bahwa perbuatan kita salah dihadapan Tuhan. Dedikasikan hidup kita kembali pada Tuhan (2 Petrus 3:12-18).

Hiduplah setiap saat dalam tujuan Tuhan. Cara terbaik kita berada dalam tujuan Tuhan adalah kita tetap bertumbuh dalam-Nya. Evaluasilah apakah standar kita menurun dalam kita menjaga kekudusan, dalam hubungan pribadi kita dengan Tuhan. Saat hidup kita tidak mempunyai visi lagi dalam Tuhan, berarti hidup kita sudah jatuh, karena fokus kita hanya memuaskan hawa nafsu kedagingan kita.

Ibadah Kenaikan Tuhan Yesus Gereja Mawar Sharon Surabaya, 09 Mei 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s