Kebangkitan Yesus adalah Mujizat Terbesar

ps.Niko Njotorahardjo

ps.Niko Njotorahardjo

ps.Niko Njotorahardjo

Tuhan mengampuni dan menyembuhkan kita. Dia tak pernah berubah dulu, sekarang, sampai selama-lamanya. Dalam 1 Yohanes 2:6, “Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.” Tahun 2013 adalah tahun pemulihan seutuhnya, entering the next level, mujizat yang kreatif masih adaPemulihan berarti perubahan dari yang tidak baik menjadi baik. Pesan Tuhan, kita wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup. Sebelum kita percaya pada Tuhan, kita adalah orang berdosa, upah dosa adalah maut. Sebelum mengenal Tuhan, kita dalam keadaan ‘mati’, rohani kita mati dan kita juga akan mati kekal selama-lamanya. Tapi, ketika kita percaya Tuhan, dari keadaan yang tadinya ‘mati’, kita menjadi ‘hidup’. Hubungan kita dengan Tuhan dipulihkan, roh kita menjadi hidup. Jika kita dipanggil Tuhan, secara jasmani kita dikatakan mati, tapi sesungguhnya kita tidak mati, sebab Firman Tuhan berkata bahwa kita sedang beristirahat dan akan memperoleh hidup kekal selama-lamanya. Karenanya, jagalah baik-baik hidup kita, pertahankan supaya tetap dalam kondisi ‘hidup’ (Filipi 2:12; 1 Korintus 9:27)Rasul Paulus tau, jika ia tidak menguasai dan menjaga dirinya baik-baik, serta tidak mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar, ia akan ditolak Tuhan (Matius 7:21-23). Tidak semua orang Kristen atau semua hamba Tuhan masuk Surga, melainkan hanya mereka yang setia sampai akhir dan bertahan sampai kesudahannya. Jika orang benar berbalik dari kebenarannya dan berbuat curang, ketika ia mati, Tuhan tidak akan mengingat-ingat kebenaran yang pernah  dilakukannya, dan ia akan masuk neraka! Kesempatan makin sempit untuk kita ‘main-main’ dengan Tuhan. Dalam kekekalan, hanya terdapat dua hal, yaitu mati kekal selama-lamanya atau hidup kekal selama-lamanya. Pilihlah hidup kekal selama-lamanya. Saat kita hidup di dunia, kita harus berguna bagi Tuhan. Kiranya kita diselamatkan secara sempurna, di dunia diberkati Tuhan karena kita menuruti Firman-Nya, dan nanti di Surga kita bertemu bersama-sama muka dengan muka bersama Tuhan selama-lamanya.

Yesus mati karena dosa-dosa kita. Dia dikuburkan, tapi pada hari ketiga Dia bangkit dan hidup. Kebangkitan Yesus merupakan mujizat terbesar, mujizat yang kreatif. Jika Yesus mengalami mujizat yang kreatif, maka kita yang hidup seperti Kristus telah hidup, pasti juga mengalami mujizat yang besar, mujizat yang kreatif. Dalam 1 Yohanes 3:16, “Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita.” Karena kasih Tuhan pada kita, Dia menyerahkan nyawa-Nya supaya kita selamat. Jadi, kita juga harus menginjil supaya orang lain selamat, dan dalam melakukan hal itu, kita tidak boleh menyayangi nyawa kita. Untuk menjadi saksi Kristus, kita tidak boleh menyayangkan nyawa kita. Dalam Wahyu 12:11, kata ‘mereka’ berarti kita dan kata ‘dia’ berarti iblis. Tahun 2013 adalah tahun peperangan rohani yang luar biasa, dan senjata yang Tuhan berikan pada kita untuk melawan iblis, diantaranya: darah Anak Domba, tanpa darah Anak Domba, tak mungkin kita mengalahkan iblis; perkataan kesaksian kita, bukan sekedar bersaksi, tapi bersaksi tanpa mengasihi nyawa kita sampai kedalam maut. Jika itu kita lakukan, iblis kalah. Yesus pernah mengalami peperangan rohani melawan iblis. Senjata Yesus untuk memenangkan peperangan rohani dan mengatasi pencobaan iblis dengan Firman Tuhan. Yesus penuh Roh Kudus dan penuh Firman, Dia hadapi iblis dengan Firman Tuhan, maka iblis mundur dan dikalahkan. Untuk menang melawan iblis, kita harus mengerti Firman Tuhan. Setelah Yesus bangkit, selama 40 hari Dia berulang-ulang menampakkan diri pada para murid-Nya untuk membuktikan bahwa Dia hidup. Jika Yesus tidak hidup, kita tidak ada hari ini.  Sebab itu, kita harus menjadi saksi-Nya dan berulang-ulang berbicara mengenai isi Firman Tuhan, karena banyak orang tidak percaya. Orang yang hidupnya intim dengan Tuhan bukan berarti akan bebas dari masalah, tapi justru bisa saja mengalami masalah-masalah yang lebih berat. Saat masalah datang atas kehidupan kita, untuk mendengar suara Tuhan biasanya terasa sukar, sebab suara iblis akan lebih terdengar, namun orang yang hidupnya intim dengan Tuhan, ditengah-masalah pun mampu mendengar suara Tuhan.

Tuhan Yesus memakai dua kata dalam bahasa Gerika tentang kata ‘mengasihi’, yaitu agape dan filia. Mengasihi Tuhan harus dengan kasih agape dan filia. Kasih agape adalah kasih secara rasional dan bertujuan, terutama dari pikiran dan kehendak. Kasih filia adalah kasih yang timbul karena hubungan yang intim. Kita mengasihi Tuhan bukan hanya karena Dia menyelamatkan kita, kita juga harus mengasihi Tuhan dengan kasih filia, dengan bergaul intim dengan-Nya melalui pembacaan Firman Tuhan, berdoa, memuji, menyembah Tuhan, serta melalui proses yang terjadi dalam hidup kita. Tuhan berkata, ”Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu (perasaan/filia), dengan segenap jiwamu (kehendak/agape), dan dengan segenap akal budimu (pikiran/agape).” Setelah Yesus bertanya pada Petrus, ”Do you love Me more than these?”, Yesus berkata, ”Gembalakanlah domba-domba-Ku!” sampai tiga kali pada Petrus dan Tuhan mengajar seperti apa model domba-domba-Nya itu. Yesus mengajar tiga hal, yaitu ”Feed My lambs”, beri makan anak domba-Ku; ”Tend My sheep”, pelihara domba-domba-Ku; ”Feed My sheep”, beri makan domba-domba-Ku. Jadi, ada tiga golongan yang akan digembalakan, diantaranya:

  1. Anak-anak domba. Mereka harus diberi makan, karena masih anak-anak. Anak-anak disini berarti orang-orang yang baru mengenal Tuhan, yang pengenalan akan Tuhannya masih baru.
  2. Orang-orang yang sudah lama mengenal Tuhan, sudah menjadi orang Kristen tapi masih perlu diberi makan.
  3. Orang-orang yang sudah lama mengenal Tuhan, sudah dewasa, sehingga Tuhan menyuruh untuk memeliharanya.

Dari ketiga golongan ini, golongan yang paling sukar diarahkan adalah golongan yang sudah lama menjadi Kristen, namun masih seperti anak-anak. Atau sebaliknya, karena sudah lama mengikut Tuhan, teori-teori Firman Tuhan sudah tau semua, namun tidak dipraktekkan. Berbeda dengan golongan yang masih anak-anak, mulanya mereka memang tidak tau tapi ketika diberitahu mereka langsung mengikuti. Namun yang lebih mudah adalah golongan yang sudah lama mengenal Tuhan dan sudah dewasa, mereka begitu ditegur, tanpa harus menegur keras, sudah langsung mengerti seperti Daud. Kiranya kita semakin cepat menjadi dewasa secara rohani. Itulah entering the next level. Hari-hari ini, selain Tuhan mau kita belajar mengenai dasar-dasar Firman Tuhan, juga supaya pengertian kita semakin meningkat. Karena Dia akan segera datang untuk kedua kalinya, Dia sedang mempersiapkan kita, gereja-Nya menjadi gereja yang dewasa, yaitu gereja mempelai Kristus.

GBI Senayan, 05 Mei 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s