The Kingdom Recovery

ps.Mohammad Riza Solihin

99% pelayan Tuhan yang diskors dari pelayanan cenderung lari dari gereja, mereka cenderung mencari pembenaran diri. Saat kita melarikan diri, kita tidak akan menjalani didikan Tuhan. Pelayanan doa syafaat adalah pelayanan 24 jam, kapanpun diperlukan, seorang pendoa syafaat harus selalu siap sedia. Pendoa syafaat dalam bahasa Yunani, paga, artinya seseorang diantaranya. Kita harus mengerti posisi hidup kita di hadapan Tuhan. Pendoa syafaat bukanlah orang yang lebih dekat dengan Tuhan, yang hidupnya lebih baik, lebih benar, dan lebih kudus. Posisi pendoa syafaat berada di tengah-tengah, diantara Tuhan dengan orang yang sedang didoakannya. Semua pelayan Tuhan harus lahir dari pendoa syafaat, sebab jika tidak, semua hanya menjadi entertainer rohani. Hal tersulit sebagai hamba atau pelayan Tuhan ketika ia turun mimbar (bukan ketika ia berada di atas mimbar), yaitu bagaimana ia harus menjaga kehidupan rohnya dihadapan Tuhan. Sebuah gereja tak akan pernah bertahan tanpa adanya pendoa syafaat yang mendukung kegerakan suatu gereja. (1 Samuel 30:1-6) Amalek mempunyai spesialisasi untuk menghantam atau menghancurkan bagian belakang (keluarga atau segala hal yang tidak berhubungan langsung dengan pelayanan mimbar), bukan menghancurkan mereka yang berada di baris depan, yang melayani di atas mimbar (Ulangan 25:17-19). Berdoalah bukan hanya untuk para pemimpin gereja kita, tapi kita juga perlu berdoa bagi para keluarga yang berada di barisan belakang. Setiap pemulihan yang Tuhan lakukan selalu diawali dari pemulihan keluarga.

(1 Samuel 30:7-10) Libatkan Tuhan sejak awal, itulah yang menjadi kerendahan hati seorang pendoa. Libatkan Tuhan dalam setiap aspek pelayanan kita, sekecil apapun itu. Untuk memperoleh jarahan, selalu ada namanya rongga. Rongga digambarkan sebagai Sungai Besor (cheerful, dalam bahasa Ibrani artinya kesukaan, kenyamanan). Sebagai pendoa syafaat, jangan fokus dengan diri sendiri. Pendoa syafaat sebagai paga, senantiasa berdiri diantara Tuhan dengan orang yang sedang didoakannya. Ketika Ayub berdoa bagi sahabat-sahabatnya, Ayub tidak sekedar mengalami pemulihan, tapi ia mengalami pelipatgandaan. (1 Samuel 30:17-19) Prinsip pendoa syafaat adalah berdoa atau ‘menyerang’ sejak pagi-pagi buta. Ketika Daud menyerang sejak pagi-pagi buta, ia mengalami kemenangan demi kemenangan yang luar biasa. Dalam Yohanes 20:1, saat bangkit dari kubur, Yesus pertama kali menjumpai Maria Magdalena, karena ia datang pagi-pagi buta, ketika hari masih gelap. Urapan terbaik datang dari Tuhan saat pagi-pagi buta, yaitu manna surgawi (Markus 1:35). Yesus memberi teladan, Dia bangun pagi-pagi buta untuk berdoa setiap hari. Sesibuk apapun Yesus, Dia tetap datang pada Bapa setiap pagi.

(Yesaya 50:4) Jika Tuhan berbicara dalam hidup kita, itu bukanlah prestasi kita, itu adalah prestasi Tuhan dalam hidup kita. Doa adalah komunikasi kita dengan Tuhan. Saat kita berdoa dan tidak mendengar Tuhan, kejar dan teruslah mengejar Dia. Beri Tuhan kesempatan untuk berbicara dalam hidup kita. Janganlah kita hanya berdoa untuk meluapkan keluhan-keluhan kita. (1 Samuel 30:21-25) Jangan pernah menganggap remeh pelayanan kita, sebab ketika kita tinggal dan mendukung pelayanan mereka yang pergi berperang untuk menjarah, maka kita akan mendapat bagian yang sama dengan mereka. Sekalipun kita tidak ikut di barisan depan dalam peperangan apapun, doa-doa kita juga yang mendukung mereka untuk meraih kemenangan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s