Seasons of Life

ps.Ronny Daud Simeon

(Kejadian 1:14-15) Tuhan menjadikan berbagai musim. Empat makna rohani dari setiap musim, diantaranya:

Musim dingin (winter). Dimusim dingin, aktivitas manusia terbatas karena suasana yang sangat dingin. Jika hidup kita seperti musim dingin, antar anggota rumah tangga dingin satu dengan lainnya, maka tidak nyamanlah kehidupan keluarga tersebut. Percayalah, dalam musim dingin pun Tuhan tetap hadir. Penting bagaimana sikap kita, apakah kita tetap tinggal dalam musim dingin atau segera keluar dari musim dingin ini? Musim semi (spring). Dimusim semi, ada pemulihan dalam kehidupan berkeluarga, dalam bisnis dan pekerjaan. Waspada dan jangan mengungkit masalah masa lalu. Saat Simon Petrus kembali pada Tuhan, Dia tidak mengungkit masalah bahwa Petrus menyangkal-Nya tiga kali. Musim panas (summer). Dimusim panas, Tuhan rindu membawa kita, karena ada kelimpahan dan penuaian berlimpah-limpah. Tapi hati-hati, dimusim ini kita harus tetap menjaga hati, rendah hati, tetap pikul salib, dan sangkal diri. Jika sombong, kita akan masuk kedalam musim gugur. Musim gugur (fall). Dimusim gugur, jika kita tidak mencari pribadi Tuhan, kita akan terus jatuh. Carilah Tuhan supaya kita dapat keluar dari musim gugur. Sikap hati kita menentukan dimana posisi kita dalam musim ini.

Mazmur 23:1-6 ditulis Raja Daud ketika ia menghadapi masalah. Dalam ayat 1-3, kita melihat betapa baiknya Tuhan, Dia senantiasa memelihara kehidupan kita. Dalam ayat 4, kata lain untuk ‘lembah kekelaman’ adalah ‘lembah kematian’. Dalam lembah kematian ini, banyak persoalan dan masalah. Tetaplah mengucap syukur sekalipun kita berada didalam lembah kematian. Jangan berkata negatif, sesuatu buruk boleh terjadi dalam hidup kita, namun Tuhan senantiasa menjaga dan menyertai kita, percayalah, Dia akan memberi yang terbaik bagi kita. Tidak mungkin kita naik ke level berikutnya jika tidak mengalami lembah kekelaman. Ketika melewati proses, dalam ayat 4-5, Daud mengganti kata ‘Dia’ menjadi ‘Engkau’, yang menandakan ada kedekatan yang sangat intim dengan Tuhan. Hasilnya, jika kita mengikuti proses yang Tuhan izinkan, maka ayat 6 akan terjadi dalam kehidupan kita, “Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah Tuhan sepanjang masa.” Kebajikan dan kemurahan bukan sekedar mengikuti kita, tapi mengejar kita. Respon yang benar menentukan posisi kita. Dengan melewati setiap ujian, maka Imannuel, Allah beserta kita, akan terjadi dalam kehidupan kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s