The Kingdom Container

ps.Mohammad Riza Solihin

Kata ‘container’ berbicara mengenai wadah atau bejana. Hal yang penting dalam kehidupan kita, bukanlah kemasannya melainkan content nya, isi yang terkandung didalamnya. Keberhasilan kita pun tergantung pada isi yang terdapat didalam hidup kita. “Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya.” (Roma 6:5) Ketika kita yang terbatas menyatu dengan Allah yang tidak terbatas, maka kita yang terbatas menjadi tidak terbatas. Kita yang terbatas dan terhingga, harus menyatu dalam dimensi keilahian, sehingga kita akan memperoleh sesuatu yang tidak terbatas. Jika kita mengizinkan Tuhan semakin besar dan kita semakin kecil, maka perkara-perkara yang tidak terhingga akan terjadi didalam kehidupan kita. Jika Tuhan yang bekerja dan bertindak, maka tidak ada perkara yang mustahil. Dalam 1 Samuel 16:1, “Berfirmanlah Tuhan kepada Samuel: Berapa lama lagi engkau berdukacita karena Saul? Bukankah ia telah Kutolak sebagai raja atas Israel? Isilah tabung tandukmu dengan minyak dan pergilah. Aku mengutus engkau kepada Isai, orang Betlehem itu, sebab di antara anak-anaknya telah Kupilih seorang raja bagi-Ku.” Ayat diatas berbicara mengenai restrukturisasi dan kasih karunia. Ada tiga jenis pengurapan yang diperoleh Daud, diantaranya:

  • Personal annointing, pengurapan yang memampukan Daud untuk mengalahkan Goliat.
  • Territorial annointing, pengurapan yang mengangkat Daud menjadi raja atas Yehuda.
  • Nation annointing, pengurapan yang mengangkat Daud menjadi raja atas Israel.

Daud dipilih Tuhan karena kasih karunia. Perkenanan Tuhan atas Daud yang menjadikan Daud berkenan. Kasih karunia, berarti Tuhan yang berinisiasi. Jangan pernah menganggap remeh minyak dan makna sebuah pengurapan. Minyak (‘syemen’ dalam bahasa Ibrani), berarti karakter Tuhan yang dimasukkan dalam kesanggupan-Nya untuk ditanamkan pada kita. Kisah Para Rasul 13:22 memiliki hubungan paralel dengan 1 Samuel 16:1. Kisah Para Rasul 13:22, “Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.” merupakan akibat, sedangkan 1 Samuel 16:1 merupakan sebab.

Dimuliakan berarti diproses habis-habisan. Kita tidak perlu diproses habis-habisan jika ketika pewahyuan datang, kita mentaatinya. Orang dapat berubah karena dua hal, yaitu karena pewahyuan dan keadaan. Banyak anak Tuhan yang melalui proses untuk berubah karena keadaan. Konteks yang disampaikan oleh gembala pembina, Ps. Niko Njotorahardjo mengenai dimuliakan adalah diproses habis-habisan menurut keadaan, karena orang tersebut tidak mau berubah. Biarlah kita tidak perlu diproses habis-habisan, tapi diproses oleh karena pewahyuan, dimana ketika pewahyuan datang, kita mentaatinya sebelum keadaan yang terlebih dulu memaksa kita untuk berubah. Dalam King James Version, kalimat “Aku mengutus engkau…” dalam 1 Samuel 16:1, dituliskan sebagai “I have provided me…” Provided berarti to see depth (untuk melihat kedalaman). Ketika kita menerima pengurapan, Tuhan menunggu kedalaman kita, seberapa kita hidup dekat dengan Tuhan.

Ketika kita menyatu dalam kuasa kematian dan kebangkitan-Nya, maka bagian Tuhan, Dia telah menyediakan bagi kita sarana untuk naik ke level berikutnya, membukakan pintu-pintu yang tertutup, dan kita dapat menikmati segala fasilitas dan berkat yang Tuhan telah siapkan bagi kita. Ada bagian Tuhan, namun ada juga bagian yang kita harus lakukan. Melakukan bagian kita bukan berarti kita harus membayar harga. Kita tidak perlu membayar harga karena dengan kematian-Nya di atas kayu salib, segalanya telah dibayar lunas, ada kasih karunia Tuhan diberikan atas setiap kita. Dalam Matius 9:16, “Tidak seorangpun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya.” Untuk kita menambal hidup orang lain, jangan pernah lakukan jika hidup kita sendiri belum disusutkan. Puasa berbicara mengenai proses penyusutan daging kita. Susutkan diri kita untuk menambal hidup orang lain dan menjadi berkat bagi banyak jiwa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s