Paskah (1)

pdp.Aruna Wirjolukito

Ucapan ‘happy Easter’ mengacu pada perayaan bangsa Viking, yaitu penyembahan pada dewa kesuburan yang keluar dari cangkang telur. Paskah bagi orang Yahudi merayakan keluarnya bangsa Israel dari Mesir (passover), sedangkan secara internasional, Paskah merupakan perayaan kebangkitan Tuhan Yesus. Paskah adalah perayaan yang sangat penting berkaitan dengan penebusan. Ada dua hal penting berkenaan dengan Paskah, yaitu: darah dan domba. Darah berbicara sebagai lambang penebusan dan penyucian, sehingga melayakkan kita untuk bertemu dengan Tuhan. Tanpa penumpahan darah, tidak ada penebusan dosa. Dengan darah Yesus, kita diselamatkan. Domba berbicara sebagai lambang pengorbanan. Yesus, anak Domba Allah, dikorbankan untuk menebus dosa kita. Oleh darah-Nya, kita dibawa dari kegelapan menuju terang. Sebagai warga Kerajaan Surga, kita tidak bisa berperilaku sama seperti dunia, kita harus hidup selaras dengan Kerajaan Surga. Dalam Paskah, ada tiga roti tak beragi yang melambangkan Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus. Roti disini diartikan roti kehidupan. Barangsiapa makan roti ini, akan hidup, dipuaskan, dan tidak pernah lapar lagi. Ada empat cawan anggur dalam Paskah, yaitu pengudusan, pembebasan, penebusan, dan masuk kedalam Kerajaan Surga. Dalam Keluaran 6:5, Paskah berarti:

  1. Kita bebas dari kerja paksa. Tuhan tidak memberi kita kebebasan dengan terpaksa karena kebutuhan dalam hidup. Segala hal apapun yang terpaksa dalam hidup ini, hasilnya tidak bernilai.
  2. Tuhan melepaskan kita yang terikat. Contoh: kutuk.
  3. Tuhan menebus kita, artinya berganti kepemilikan dari anak kegelapan milik dunia menjadi anak terang milik Kristus.
  4. Tuhan mentahbiskan dan mengangkat kita menjadi bagian dalam keluarga. Harus ada kesatuan dalam keluarga.

Ada empat berkat Tuhan pada bulan Nisan, diantaranya:

  1. Berkat kelegaan (rest/ararat). Nama Nuh berarti anugerah, suatu kesukacitaan. Adam diambil dari tanah (‘adamah’ dalam bahasa Ibrani), Tuhan mau tanah tersebut gembur, sebab jika tanah itu menjadi keras (‘hamas’ dalam bahasa Ibrani), maka air bah datang dan membuat tanah itu menjadi lembut dan gembur (humus) kembali. Manusia disebutkan dengan kata ‘human’ karena sebagai manusia kita harus mempunyai kerendahan hati (humility). Kata ‘ararat’ berarti menjungkir balikkan (turn over). Tuhan mau hidup kita berbalik kepada jalan-Nya. Jika kita tidak taat pada Tuhan, maka Tuhan akan menghukum anak-Nya dengan menggoncangkan roh (tidak ada damai sejahtera, sukacita), jiwa (kegelisahan, dan sebagainya), dan tubuh kita (sakit penyakit, dan sebagainya).
  2. Tuhan membuat jalan (kemenangan/victory). Tuhan membuat jalan ketika bangsa Israel dibawa Tuhan menyeberangi Laut Teberau (Laut Merah) menuju ke Tanah Kanaan. Dalam Keluaran 12:8, “Dagingnya harus dimakan mereka pada malam itu juga; yang dipanggang mereka harus makan dengan roti yang tidak beragi beserta sayur pahit.” Kata ‘sayur pahit’ berarti jika kita mengikut Tuhan itu tidak boleh berlambat-lambat. Laut Merah yang dibukakan Tuhan, berarti Tuhan membuat jalan. Dia bukan sekedar Tuhan yang membuka jalan, tapi Dia juga Tuhan yang membuat jalan.
  3. Tuhan memberikan panen (harvest). Dalam Yosua 5:12, “Lalu berhentilah manna itu, pada keesokan harinya setelah mereka makan hasil negeri itu. Jadi orang Israel tidak beroleh manna lagi, tetapi dalam tahun itu mereka makan yang dihasilkan tanah Kanaan.” Roti tak beragi berarti persiapan yang cepat, tidak boleh berlambat-lambat. Ada waktunya ragi  mengembang. Ragi tidak boleh membuat hidup kita tidak memanen. Orang yang percaya pada Tuhan akan senantiasa hidup dalam kelimpahan sampai pada masa tua.
  4. Ada mujizat (miracle). Yosia adalah raja yang memulihkan perayaan Paskah sejak zaman Daud. Paskah berarti hidup kudus, lepas dari keterikatan, hidup dengan caranya Tuhan, bukan dengan cara dunia. Salib merupakan lambang kebodohan bagi orang-orang yang tidak mengenal Tuhan, namun bagi kita, salib itu penuh kuasa untuk melepaskan kita dari cengkeraman si jahat, mempersatukan (unity) dalam kehidupan kita dengan sesama dan hidup pribadi dengan Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s