Makna Darah Yesus

brt3_1

ps.Philip Mantofa

(Ibrani 12:24) Apa makna darah Yesus bagi hidup kita? Darah tidak bisa dihapus. Setiap darah tercurah, sekalipun bekas darah sudah dibersihkan, selalu ada alam roh terbuka. Ketika darah Yesus tercurah, ada pengampunan dan berkat keselamatan Allah yang dicurahkan. Cara terbaik menerima pengampunan adalah dengan mengakui kelemahan kita tanpa perlu berdalih. Pengampunan adalah inisiatif Tuhan, tidak bergantung pada kebaikan atau kekuatan kita. Tuhan tidak pernah meminta korban penghapusan dosa. Semakin banyak kita berdalih pada Tuhan, kita semakin terjerat dalam masalah dosa. Solusinya, cukup datang pada Tuhan, akui kesalahan kita pada Tuhan dan meninggalkannya, minta tolong Tuhan untuk menguatkan dan memampukan kita lepas dari dosa. Dalam Kejadian 4:17-24, jika Adam hanya mempunyai satu istri, tapi keturunan Kain, yakni Lamekh mempunyai istri dua orang. Disini, dosa mulai berevolusi. Kain, seorang pembunuh, melahirkan seorang pembunuh lainnya dalam diri Lamekh. Dosa tidak bisa ditutup-tutupi dan tidak bisa diselesaikan dengan kebaikan-kebaikan kita. Jika hubungan kita dengan seseorang bermasalah dan tidak pernah diselesaikan, maka tidak adanya pengampunan, sehingga dosa akan terus berulang dan berevolusi. Bagaimana cara pengaplikasian Darah Yesus?

  1. Mengakui dosa kita dihadapan Tuhan (1 Yohanes 1:9). Setia dan adil, artinya Tuhan setia dengan segala yang telah dilakukan-Nya ketika darah-Nya tercurah atas Kalvari dalam hidup kita. Apapun dosa kita, saat kita datang pada Tuhan dan mengakuinya, Tuhan tetap setia dan mengampuni kita. Adil, artinya setiap kesalahan kita harus dipertanggungjawabkan. Contoh, saat kita melakukan dosa pembunuhan, sekalipun dosa kita diampuni, kita harus tetap mempertanggungjawabkan perbuatan kita. Darah Yesus cukup kuat untuk mengampuni hidup kita. Pengampunan tidak bergantung dengan perasaan kita, entah kita merasakan atau tidak, pengampunan darah Yesus memang dicurahkan atas hidup kita dan telah mengampuni dosa kita. Mari datang pada Tuhan dengan iman, akui dosa kita, dan jangan disembunyikan.
  2. Memberitakan Injil. Pengampunan darah Yesus membangkitkan kerinduan kita untuk memberitakan Injil (Lukas 24:46-48). Janganlah sekedar menjadi jemaat yang biasa-biasa saat datang ke gereja, tapi tangkaplah visi Allah. Miliki kerinduan akan jiwa-jiwa.

Ibadah Jumat Agung Gereja Mawar Sharon Surabaya, 29 Maret 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s