Kesetiaan

ps.Jauhar Wahyudi

(Amsal 20:6) Kita dapat dengan segera menemukan orang yang baik hati dalam hidup kita, meskipun hari-hari ini tidak mudah bagi kita menemukan orang-orang yang baik hati, karena terkadang orang baik hati hanya terlihat diluarnya saja, tapi ternyata didalamnya banyak menyimpan kebusukan. Setiap orang ingin dikenal sebagai orang yang baik hati. Banyak orang menilai dirinya baik hati karena ia telah melakukan beberapa kebaikan dalam hidupnya. Jumlah orang yang setia lebih sedikit daripada orang yang baik hati. Kesetiaan menjadi sesuatu yang banyak ditinggalkan orang hari-hari ini. Orang lebih memilih menjadi orang baik hati dan sukses, namun sedikit orang yang memilih untuk menjadi orang yang setia. Kesetiaan berasal dari kata ‘setia’, diterjemahkan dari bahasa Yunani, ‘pistis’ yang merupakan akar kata dari ‘iman’. Terjemahan kata ‘setia’ dalam bahasa Inggris, ‘faithful’ (merupakan akar kata dari ‘faith’ dan ‘ful’). Janganlah kita menjadi orang Kristen yang sekedar beriman. Jadilah orang Kristen yang setia. Orang yang setia memasuki level yang lebih tinggi daripada orang yang percaya, karena orang yang setia memiliki kepercayaan yang penuh. Faithfulness, berarti teruji, terbukti kesetiaannya dapat dipercaya. Kata ‘pistis’ berarti dapat dipercaya, taat menjalankan amanat atau perintah, dan orang yang percaya, pengikut, atau penganut. Mengapa kita harus menjadi orang yang setia?

  1. Kesetiaan adalah sifat dan keteladanan Allah (1 Korintus 1:9; Mazmur 146:6). Kesetiaan bukanlah Allah, tapi Allah adalah Tuhan yang setia. Karena kita menyembah Allah yang setia, Dia ingin kita semakin disempurnakan, sekarakter, dan segambar dengan-Nya, serta kita memiliki kesetiaan dalam hidup untuk memiliki keserupaan dengan gambaran-Nya.
  2. Kesetiaan adalah buah Roh. Orang yang taat dan mengasihi Roh Kudus, hidupnya harus menghasilkan buah-buah Roh. Orang yang hidupnya dipenuhi Roh Kudus harus memancarkan buah-buah Roh dalam hidupnya, supaya hidup kita bisa menjadi berkat bagi banyak orang. Kesetiaan adalah karakter, sesuatu yang harus kita usahakan, bukan karunia (pemberian).
  3. Kesetiaan adalah karakter yang diinginkan seseorang (Amsal 19:22a). Semua harta dan kebaikan tidak akan berarti tanpa kesetiaan.

Mengapa kita harus memiliki kesetiaan?

  1. Kita akan makin intim dengan Tuhan dan bergaul karib dengan-Nya (Mazmur 145:18), karena Tuhan mendekat kepada orang yang setia. Keintiman dengan Tuhan membuat kita aman dan jiwa kita tentram, karena kita melihat kehadiran Tuhan yang mendatangkan ketenangan dalam hidup kita.
  2. Kita akan mengalami kesetiaan Tuhan dalam hidup (2 Samuel 22:26).
  3. Kita akan mengalami kemenangan bersama dengan Tuhan (Wahyu 17:14). Tuhan menyertai dan berada dipihak orang yang setia kepada-Nya. Tetaplah setia hingga kemenangan itu dinyatakan atas hidup kita. Orang setia tidak akan dilupakan dan tidak akan ditinggalkan Tuhan, Dia memberi perhatian khusus pada orang yang setia.

Kita harus bertumbuh menjadi orang yang setia (dapat dipercaya). Bagaimana cara kita bertumbuh menjadi orang yang setia?

  1. Kita harus memelihara kasih yang semula. Tanpa kasih yang semula, kejatuhan kita dilihat Tuhan sebagai kejatuhan yang dalam.
  2. Kita harus memegang teguh komitmen dan ikatan perjanjian kita.
  3. Bertahan terhadap proses kehidupan. Kesetiaan bukanlah sebuah perkataan atau slogan, tapi karakter yang harus diuji.
  4. Belajar setia dalam perkara kecil (Lukas 16:10). Tuhan memberi kita tanggung jawab dalam bentuk talenta dan uang. Berhati-hatilah terhadap godaan uang. Kita harus menjadi orang yang dapat dipercaya dalam hal keuangan. Jadilah orang yang setia, tidak sekedar dipanggil dan dipilih Tuhan.

GBI House of Grace, 17 Maret 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s