Karakter Kristus

ps.Pieter Faraknimella

“Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya.” (Yakobus 1:18) Sesuai dengan tuntunan Gembala Pembina, Tuhan mau supaya kita naik ke level berikutnya. Karena itu, kita harus menjadi serupa dengan Kristus, berarti memiliki karakter-karakter Kristus, yaitu “…kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.” (Galatia 5:22-23a). Apakah itu karakter Kristus?

  1. Karakter Kristus adalah ukuran kedewasaan, bukan karunia. Dalam 1 Korintus 13:1-2, “Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.” Janganlah kita mengejar karunia, tapi kejarlah karakter.
  2. Karakter Kristus adalah ukuran kekuatan. Dalam Amsal 16:32, “Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.” Kekuatan Simson terletak pada pengurapan yang Tuhan berikan pada dirinya. Ketika pengurapan itu diangkat Tuhan atas diri Simson, maka ia tidak memiliki kuasa (kekuatan) lagi.
  3. Karakter Kristus adalah ukuran perkenanan Tuhan. Dalam Matius 7:22-23, “Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Bagaimana karakter Kristus dapat terjadi didalam diri kita?

  1. Ketika kita lahir baru, ada benih Ilahi yang Tuhan berikan atas kita.
  2. Persekutuan pribadi dengan Tuhan. Dalam 1 Korintus 6:17, “Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.” Jika kita ada didalam Tuhan, maka roh yang ada didunia ini adalah musuh yang lemah dan miskin.
  3. Berani bayar harga. Dalam Lukas 9:23, “Kata-Nya kepada mereka semua: Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.” Kita harus memikul salib setiap hari (Ibrani 2:10; Roma 8:28).
  4. Banyak mengucap syukur. Orang yang bersyukur adalah tanda orang yang setuju dengan Tuhan. Ada kuasa dalam pengucapan syukur, karena kita harus percaya pasti ada rencana Tuhan yang indah di balik segala hal yang terjadi dalam kehidupan kita. Melalui proses demi proses kehidupan yang kita alami, kita makin mengenal Tuhan.
  5. Taat. Dalam 2 Korintus 7:1, “Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah.” Semakin kita hidup dalam ketaatan, hidup kita akan semakin kudus.
  6. Didikan dan ajaran Tuhan. Tuhan tidak hanya mengajar kita, terkadang Dia menghajar orang yang dikasihi-Nya (Ibrani 12:6a).
  7. Latihan. Kita harus menjadi pribadi yang disiplin untuk dapat menjadi seorang disciple.
  8. Bergaul dengan orang yang saleh. Kita harus mengasihi semua orang, tapi untuk bergaul, kita harus pilih-pilih. Pilihlah untuk bergaul dengan orang yang saleh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s